Stimulasi

Manfaat Mainan Edukatif untuk Perkembangan Balita

By: Bugna Nirwana 2017-04-07 01:32:18 (UTC)
Mam, ternyata mainan yang kita pilih untuk si Kecil dapat memberi dampak pada Psikologi Perkembangan Anak dan kepintarannya lho. Walaupun pada dasarnya Si Kecil dapat belajar dari mainan apapun (atau benda apa saja yang mereka mainkan). Tetapi besarnya pengaruh, dan seberapa  dalam yang dapat dipelajari dari permainan, sangat tergantung dari seberapa lama interaksi Si Kecil dengan mainannya, dan kelebihan apa yang didapat dari permainan tersebut. Pemahaman lebih dalam juga dapat terjadi jika Si Kecil bermain bersama teman sebayanya atau dengan orang dewasa.
Sebelum Mam memilih mainan untuk si Kecil, ada baiknya untuk mempertimbangkan beberapa hal berikut:
  • Apa saja yang dapat dipelajari si Kecil dari mainan tersebut?
  • Kepintaran khusus apa yang dibutuhkan si Kecil untuk memainkan mainan tersebut?
  • Apakah ada beberapa cara untuk si Kecil memainkan permainan tersebut?
  • Apakah mainan tersebut bisa terus berkembang dengan si Kecil?
  • Apakah tahan lama (tidak mudah rusak)?
  • Bisakah dimainkan sendiri ?
  • Bisakah dimainkan bersama ?
  • Apakah mainan tersebut mengembangkan kreatifitas?
Mempertimbangkan beberapa hal diatas dapat menghemat rupiah, karena harga mainan memang tidak murah. 


APA SAJA MANFAAT MAINAN YANG MENDIDIK?
  1. Melatih konsentrasi. Mainan anak edukatif dirancang untuk menggali kepintaran si Kecil, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun puzzle misalnya, si Kecil dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya. Si Kecil tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.
  2. Melatih kemampuan motorik. Mainan anak edukatif akan merangsang motorik halus dan kasar si Kecil. Motorik halus diperoleh ketika si Kecil menjumput mainan, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.
  3. Mengenalkan konsep sebab akibat. Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar, si Kecil akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.
  4. Melatih bahasa dan wawasan. Mainan anak edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat si Kecil, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.
  5. Mengenalkan warna dan bentuk. Dengan mainan anak edukatif, si Kecil dapat mengenal ragam/variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, persegi empat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.
  6. Demikianlah manfaat mainan edukatif yang diungkapkan oleh salah satu pakar Psikologi Perkembangan Anak . Untuk itu alangkah baiknya jika Mam membelikan mainan yang bersifat edukatif untuk si Kecil.


Sumber:
http://www.learnwithplayathome.com/2013/04/how-educational-toys-can-benefit-your.html
Diakses pada 22 November 2016
Penulis
Bugna Nirwana

Bugna merupakan seorang ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai fotografer, makeup artist & model paruh waktu. Waktu luang yang dimiliki Bugna dimanfaatkan untuk mengikuti beragam kegiatan positif seperti mengikuti komunitas makeup dan menghadiri event-event bertemakan makeup. Ibu satu anak ini juga terpilih sebagai Acer Explorer 2015, serta merupakan perwakilan Indonesia untuk mengikuti ajang Beauty Bound Asia 2015.

Stimulasi

Ayo Nak, Kita Belajar Makan!

By: Wyeth Nutrition 2018-01-02 23:37:31 (UTC)
Ketika si Kecil memasuki usia enam bulan, setiap Mam dan Pap harus mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). Seiring dengan pertumbuhan si Kecil, gizi yang dibutuhkan juga turut bertambah dan air susu ibu (ASI) saja tidak akan cukup. Bagi beberapa Mam dan Pap, memperkenalkan MPASI merupakan masa yang menyenangkan, tetapi untuk beberapa orang tua lain hal tersebut juga bisa menjadi begitu menegangkan.
 
Saat sudah melewati masa enam bulan ASI eksklusif, si Kecil perlu diperkenalkan pada makanan padat lainnya. Makanan yang tepat akan membantu pertumbuhan dan perkembangan dengan baik. Ini juga merupakan masa dimana si Kecil berada dalam fase pertumbuhan yang paling cepat sehingga membutuhkan nutrisi tinggi. Bisa dibilang, si Kecil siap untuk makanan pelengkap saat mereka bisa duduk tanpa dukungan dan memiliki kontrol kepala dan leher yang baik.
 
Kebutuhan gizi si Kecil yang semakin besar mungkin tidak sebanding dengan kemampuan perut mereka yang terbatas. Karena itulah mereka harus mendapat makanan bergizi yang seimbang untuk menopang pertumbuhannya. Makanan pendamping pun tidak berarti si Kecil berhenti meminum ASI. Makanan ini diperlukan untuk mengisi kesenjangan antara kebutuhan gizi total dan jumlah yang bisa diberikan oleh ASI. Si Kecil yang mulai bertumbuh membutuhkan makanan yang relatif tinggi kalori atau energi bersama dengan jumlah protein, lemak, vitamin dan mineral yang seimbang.
 
Agar si Kecil tidak terlalu kaget dengan MPASI pertamanya, hal yang perlu Mam perhatikan adalah tekstur makanan. Karena jika sebelumnya si Kecil hanya mengonsumsi asupan berupa ASI yang berbentuk cairan, sekarang saatnya ia mencoba asupan berbentuk makanan padat. Selain itu, tahap ini adalah saat di mana si Kecil baru mengenal makanan dan belajar mengunyah untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, tekstur makanannya harus dimulai dengan makanan yang lebih cenderung berbentuk cair, seperti bubur atau makanan lain yang dilumat sempurna.
 
Untuk jenis MPASI, Mam bisa mulai dengan memberikan bubur saring bertekstur halus yang terbuat dari beras, kedelai, atau buah-buahan. Namun, jangan lupa juga untuk tetap memerhatikan nutrisi yang terkandung dalam makanan. Di samping nutrisi dalam ASI, si Kecil membutuhkan zat besi, kalsium, vitamin C, vitamin A, vitamin D, dan asam lemak omega 3 untuk dapat bertumbuh kembang dengan baik. Pastikan Mam memberinya pilihan menu bubur untuk bayi enam bulan yang bergizi di awal perkenalannya dengan makanan padat.
 
Mulailah dengan satu jenis makanan setiap hari dan setiap kali si Kecil tidak terlalu lelah, lapar, atau rewel. Si Kecil mungkin tidak makan banyak pada awalnya, tapi beri dia waktu untuk membiasakan diri dengan pengalaman tersebut. Beberapa bayi perlu berlatih agar mau memasukkan makanan ke mulut dan menelannya.
 
Setiap bayi memiliki kebiasaan dan sifat yang berbeda, jadi bicarakan dengan dokter anak tentang makanan padat mana yang harus diperkenalkan dan kapan harus memulainya. Dengan mengetahui kebutuhan nutrisi yang tepat, Mam dan Pap bisa menunjang perkembangan si Kecil secara maksimal.
 
Sumber :
https://www.starthealthystayhealthy.in/introducing-foods-your-babys-diet
https://www.starthealthystayhealthy.in/e-learning/your-guide-starting-solids
https://www.babycenter.com/0_introducing-solids_113.bc
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top