Kesehatan

Manfaat PAUD bagi Si Kecil

By: Alia An Dhiva 2017-09-15 02:53:46 (UTC)
Mam, sebelum mulai mengenyam pendidikan formal di bangku sekolah dasar (SD), si Kecil perlu mengenal terlebih dulu konsep sekolah dan lingkungan sekolah. Cara yang bisa Mam lakukan adalah dengan mengikutkannya dalam kegiatan belajar nonformal seperti kelompok bermain (playgroup), pusat penitipan anak (daycare), atau kegiatan prasekolah seperti taman kanak-kanak (TK). Ketiganya merupakan contoh pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dapat membantu si Kecil, untuk lebih siap dalam menerima pelajaran formal.

Baca Juga : Cara Mendidik Anak Yang Baik, Benar & Pintar Menurut Psikolog

Pada dasarnya, PAUD (untuk anak usia 3-6 tahun) bertujuan mengembangkan semua aspek perkembangan anak, mulai dari kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial, dan emosional. Dalam suasana nyaman dan menyenangkan, si Kecil akan belajar berkomunikasi dengan bersosialisasi bersama anak-anak sebaya dan mengikuti instruksi guru. Selain itu, si Kecil akan mendapatkan berbagai rangsangan untuk menumbuhkan imajinasi dan kreativitasnya.

Tidak hanya itu, Mam. Di PAUD, si Kecil akan belajar tentang nilai-nilai positif seperti kejujuran, berbagi, bersikap sopan, dan menghormati orang lain. Dari sisi mental, si Kecil akan dipersiapkan secara matang untuk bersaing, memiliki keterampilan sendiri, mengekspresikan diri, dan berani tampil di tengah kelompok. 

Usia dini adalah masa keemasan (golden age) bagi perkembangan setiap anak. Karena itu, pendidikan yang didapat anak dalam fase ini menjadi salah satu dasar pembentukan karakter serta kepribadiannya. Mam dapat melihat kelebihan lain dari pendidikan anak usia dini bagi anak di sini.

Tidak ada aturan khusus mengenai usia ideal bagi anak untuk mulai menjalani PAUD. Ini karena setiap anak memiliki tingkat kesiapan berbeda-beda untuk beraktivitas secara rutin di playgroup atau TK. Namun, ahli gizi dari FKUI, Dr dr Saptawati Bardosono MSc mengatakan, usia 4 tahun adalah waktu yang baik bagi anak untuk mulai mendapatkan PAUD. Hal ini karena perkembangan kognitif anak umumnya sudah optimal pada usia ini.

Saat memilih lembaga penyedia layanan PAUD, ada sejumlah hal yang perlu Mam dan Pap perhatikan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain lokasi tidak terlalu jauh serta kemampuan guru dalam mengasuh anak. 

Dalam memberikan pendidikan anak, guru haruslah memiliki kesabaran dan kelemahlembutan saat berinteraksi dengan anak. Hal ini penting agar si Kecil mendapatkan pengalaman belajar dan bermain yang positif dan menyenangkan. Mam bisa melihat kriteria lain dari sikap-sikap penting bagi pendidik anak di sini.

Untuk mendukung proses belajar si Kecil, Mam perlu menyediakan asupan nutrisi yang tepat. Pastikan menu makan harian yang Mam berikan kepada si Kecil mengandung 5 nutrisi penting untuk mendukung perkembangan kepintarannya.

Selamat memilih lembaga PAUD untuk si Kecil, Mam!

Source:
paud.kemdikbud.go.id/2016/03/22/pentingnya-pendidikan-anak-usia-dini/
m.tempo.co/read/news/2016/03/30/079758185/berapa-usia-yang-tepat-anak-memulai-sekolah
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Bijak Sikapi Stereotip Gender

By: Wyeth Nutrition 2017-11-01 03:31:49 (UTC)
Suka atau tidak, stereotik gender masih berlaku di masyarakat kita. Tugas Mam dan Pap sebagai orangtua adalah memberi pengertian dengan cara yang bijak pada anak. Jangan sampai anak menerima mentah-mentah stereotip gender sehingga ia kurang percaya diri dan enggan mengembangkan bakatnya.
 
Saat anak sudah bisa memahami apa yang terjadi dengan lingkungannya, tak ada salahnya membicarakan stereotip gender (penggambaran sederhana satu dimensi dari orang-orang, berdasarkan gender, ras, usia, dll). Misalnya, ketika mengajak anak outbound di akhir pekan, tiba-tiba anak menolak memakai celana panjang dan bilang,” Mam, aku kan cewek, pakai rok, dong, bukan celana”. Berikan pemahaman kalau tak masalah seorang perempuan mengenakan celana panjang asalkan sesuai dengan kondisinya. 
Kiat hindarkan anak dari stereotip gender
  • Lewat buku, tv, atau film kartun

    Bantu ia memahami peran stereotip gender dalam buku cerita dan kartun yang mereka nikmati. Bantu anak-anak menjadi sadar akan jumlah karakter wanita dan pria di media yang mereka tonton. Karakter wanita sering kali merupakan minoritas dalam program anak-anak, dan hanya ada satu karakter. Bahkan serial kartun Paw Patrol lalu menambahkan satu tokoh perempuan lagi karena isu stereotip gender ini. Dorong anak untuk menciptakan karakter tambahan yang dapat mereka gabungkan ke dalam permainan imajinatif mereka.

  • Buat pengasuhan dengan tidak berdasarkan jenis kelamin

    Biarkan anak mengembangkan bakat seluas-luasnya. Sudah hal yang jamak kalau perempuan bisa menjadi pilot, dan laki-laki menjadi koki. Bahkan anak perempuan pun bisa menjadi pemimpin bangsa, lho. Jangan pernah membatasi bakatnya hanya karena satu profesi tersebut tidak cocok dilakukan anak perempuan. 

  • Dorong keterampilan motoriknya

    Berikan kesempatan untuk mendorong pengembangan keterampilan motorik 

    kasar pada anak perempuan dan keterampilan motorik halus pada anak laki-laki. Jangan hanya anak laki-laki yang boleh memanjat, melompat, dan bermain bola. Latih semua motoriknya dan biarkan ia berkembang. 

  • Tumbuhkan rasa percaya dirinya

    Hilangkan stereotip kalau anak perempuan cantik itu harus bertubuh tinggi, langsing, dan kulit cerah. Katakan kalau yang penting itu bukan penampilan fisik, melainkan kecantikan dari dalam dan otak yang pintar.  

  • Dukung sifat-sifat positifnya

    Selalu beri semangat dan dukung sifat-sifat positifnya untuk mengasah kemampuannya. Selalu dampingi anak dan beri pengertian tentang konsekuensinya. Misalkan, boleh saja anak perempuan bercita-cita jadi Pilot, tapi diperlukan kerja keras untuk meraihnya. Yakinkan kalau Mam dan Pap akan selalu ada untuk mendukungnya.

Masih banyak tips menarik lainnya seputar pengasuhan si Kecil yang bisa menjadi referensi Mam dan Pap; kunjungi halaman ini
 
Sumber:
  • http://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/behavioral/avoiding-gender-stereotypes/
  • http://www.huffingtonpost.co.uk/chrissy-chittenden/10-ways-to-avoid-gender-stereotyping-in-children_b_5123203.html
  • http://mediasmarts.ca/tipsheet/talking-kids-about-gender-stereotypes-tip-sheet
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top