Info Nutrisi

Masalah Rambut Pada Bayi

By: RAMONITA BARADJA 2016-12-20 22:33:19 (UTC)
Setiap Mam tentu mendambakan si Kecil tumbuh dengan rambut yang sehat, tebal dan mudah diatur. Apa jadinya saat mengetahui si Kecil mengalami masalah rambut di awal-awal kehidupannya? Apakah ini suatu pertanda kondisi yang kurang baik? Kenali berbagai masalah rambut pada bayi, serta cara mengatasinya.

Rontok 
Tak sedikit bayi yang mengalami kerontokan atau penipisan rambut, demikian menurut pendapat Dr. Stephen Muething, MD, Associate Director dari Clinical Services in General and Community Pediatrics di Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, Amerika Serikat. Masanya bisa bervariasi, ada yang tak lama setelah lahir, maupun beberapa minggu setelahnya. Kerontokan ini relatif dipengaruhi oleh kondisi hormonal yang tak perlu dikhawatirkan.

Kebotakan
Beberapa bayi lahir dengan kondisi tak berambut/botak. Tapi ada juga bayi-bayi yang mengalami kebotakan di beberapa bagian kepalanya setelah lahir. Muething berpendapat bahwa karena bayi terus menerus berada dalam posisi telentang, bagian belakang kepalanya rentan mengalami kebotakan akibat gesekan terus menerus. Namun demikian, hal ini juga bukan suatu hal yang serius. 

Ketombe
Karena kulit kepala yang kering, ada kalanya timbul sisik yang mengelupas dari kulit kepala, mirip dengan ketombe pada orang dewasa. Hal ini biasanya dialami bayi di usia 6-12 bulan. Untuk mengatasinya, bisa dengan melembapkan kulit kepala si Kecil dengan mengusapkan sedikit baby oil. Namun bila hal ini terjadi berlebihan, si Kecil perlu dibawa ke dokter untuk diperiksa apakah kondisi ini termasuk scalp eczema, scalp psoriasis, atau kondisi langka yang disebut histiocytosis, demikian pendapat Dr. Amy S. Paller, MD, profesor di bidang pediatrik di Northwestern University yang juga menjadi staf di departemen Dermatologi di Children’s Memorial Hospital di Chicago. 

Rambut Kusut
Sama dengan kondisi kebotakan di belakang kepala, bayi bisa juga mengalami rambut kusut karena terus menerus berada di posisi yang sama. Kekusutan ini bisa makin menjadi bila dibiarkan. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan tidak terlalu sering mencuci rambut si Kecil atau menggunakan pencuci rambut secara berlebihan, yang cenderung membuat rambut si Kecil makin kasar dan sulit disisir. Gunakan sikat rambut lembut dan sisir secara teratur dengan perlahan. Menyikat rambut si Kecil secara teratur juga dapat membantu memperlancar peredaran darah di area kulit kepala, sehingga merangsang folikel rambut agar lebih sehat, sehingga rambut si Kecil lebih subur.

Beberapa masalah rambut ini tentu dapat Mam atasi dengan cara yang sudah disebutkan. Untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat, Mam jangan lupa untuk memberikan asupan sehat, baik melalui nutris terbaik untuk Mam yang sedang menyusui atau MPASI atau camilan sehat untuk si Kecil bila usianya sudah di atas 6 bulan. 


Sumber:
www.babble.com/baby/managing-baby-hair - Baby Hair Care | Infant Hair Loss & Growth - Babble - Dr. Amy S. Paller MD & Dr. Stephen Muething MD
Penulis
RAMONITA BARADJA

Ramonita Baradja sudah aktif menulis selama kurang lebih 15 tahun. Sehari-hari selain menghabiskan waktu di depan laptop untuk menulis artikel dan materi publikasi, ibu berputra satu ini juga sedang belajar menggambar, karena bias meningkatkan mood positif dan membuat nya lebih kreatif. Saat libur adalah saat nya jalan-jalan atau menonton film bersama-bersama buah hatinya, Farrell (9 tahun).

Info Nutrisi

5 Jenis Ikan yang Aman Untuk MPASI

By: Wyeth Nutrition 2017-12-06 08:50:36 (UTC)
Masuk usia 6 bulan, bayi harus memulai tahapan barunya dalam hal makan. Makanan yang lebih padat dari pada susu ini akan membantu bayi mencukupi kebutuhan gizinya yang kian bertambah banyak. ASI memang masih dapat memberikan energi pada bayi, namun, saat ini bayi juga membutuhkan zat gizi lain yang jumlahnya kian meningkat. Sama seperti makanan orang dewasa, MPASI atau makanan pendamping ASI juga sebaiknya disajikan dengan makanan yang bervariasi. Hanya saja teksturnya dibuat lebih halus.

MPASI yang bervariasi harus mencakup semua zat gizi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Salah satu sumber protein yang dapat dikenalkan pada bayi adalah ikan. Meskipun menjadi salah satu bahan makanan yang tergolong sebagai makanan alergen (makanan penyebab alergi), namun ikan tetap dapat dikenalkan pada bayi. Untuk melihat reaksi alergi, Anda dapat menerapkan aturan tunggu dan lihat (wait and see). Namun, jika Anda masih ragu, Anda dapat mengunjungi dokter terlebih dahulu untuk berkonsultasi tentang hal ini. 

BIla lampu hijau sudah didapat, Mam dapat mencoba ikan sebagai salah satu bahan MPASI. Beri jeda satu hingga dua hari untuk mencoba jenis ikan tertentu sebelum berganti ke jenis yang lain. Karena, pemicu alergi membutuhkan waktu untuk memperlihatkan gejalanya. Jika terburu-buru diganti, Mam akan kesulitan menerka jenis ikan yang mana yang menyebabkan alergi.

Tak perlu bingung memilih jenis ikan apa saja yang bisa dikenalkan pada bayi. Berikut beberapa jenis ikan yang bisa Anda kenalkan menurut saran dari Bebby Astrika SGz

1. Salmon
Kandungan omega 3 pada ikan salmon memang tak diragukan lagi. Zat gizi ini sangat  berguna untuk tumbuh kembang bayi. Memberikan satu porsi salmon pada bayi sudah memenuhi hampir 80% kebutuhan proteinnya. 

2. Gindara
Tekstur ikan gindara yang cukup lembut membuatnya cocok untuk dijadikan bahan MPASI.  Mam bisa membeli ikan ini  dalam bentuk fillet untuk memudahkan memasak. Kandungan asam lemak omega 3 ikan ini tak jauh berbeda dengan salmon. Ditambah lagi, ikan gindara juga mengandung asam lemak omega 6 yang penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

3. Kakap
Salah satu jenis ikan kakap yang favorit adalah ikan kakap merah. Pengolahannya dapat  dikukus atau dicampurkan ke dalam bubur beras merah saring. Keunggulannya, selain tidak berduri halus, daging kakap juga cukup tebal. Tiap kali memasak, gunakan 50 gram kakap untuk bisa memenuhi kebutuhan protein bayi sebanyak 10 gram.

4. Gurame
Ikan air tawar juga mengandung banyak zat gizi. Sekali pembuatan MPASI (50 gram), bayi akan mendapatkan protein dari ikan ini sebanyak 9 gram. Gurame memiliki tekstur yang kenyal dan tak terlalu banyak duri, sehingga mudah diolah sebagai bahan MPASI.

5. Kembung
Salah satu ikan yang banyak direkomendasikan oleh ahli gizi dan dokter anak untuk MPASI adalah ikan kembung. Pasalnya, tidak berbeda jauh dari ikan salmon, ikan kembung juga kaya akan kandungan DHA, asam lemak omega-3 yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil. Bahkan kandungan Omega-3 ikan kembung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ikan salmon, yaitu mencapai 2,6 gram per 1 ons, sementara salmon hanya 1,6 gram.

Variasikan pemberian ikan dengan bahan makanan lain seperti beras, tempe, atau sayuran agar bayi mendapatkan zat gizi yang cukup. Cek juga kesegaran ikan sebelum membeli untuk memastikan ikan tersebut masih layak dimakan.


Sumber: 
http://mommiesdaily.com/2017/04/14/bahan-makanan-yang-perlu-dihindari-untuk-mpasi/ - ( Tanggal akses: 24 September 2017, 15:30)
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top