Kesehatan

Memahami Siklus Menstruasi Mam

By: Annisa Steviani 2018-01-17 15:57:17
Jika Mam dan Pap sedang merencanakan kehamilan, mengetahui siklus menstruasi dapat membantu dalam menghitung masa subur. Ada beberapa cara yang bisa Mam lakukan untuk mengetahui kapan Mam dalam kondisi paling baik untuk proses konsepsi. Salah satu caranya adalah mengetahui siklus menstruasi Mam.

Apa itu siklus menstruasi?

Menstruasi adalah pendarahan yang keluar melalui vagina, terjadi pada wanita, umumnya dimulai sekitar usia 11-14 tahun, dan berakhir sekitar usia 51 tahun. Siklus menstruasi rata-rata terjadi selama 28 hari, tetapi ada juga yang berlangsung antara 21-35 hari. Hari darah keluar setiap bulannya adalah hari pertama siklus menstruasi.

Jika Mam merasa siklus menstruasi kurang dari 21 hari atau terlambat lebih dari 45 hari, terjadi pendarahan selama lebih dari tujuh hari, dan merasakan kram yang menganggu aktivitas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Bisa jadi hal tersebut adalah tanda ada masalah yang terjadi di tubuh kita.


Kenapa menstruasi terjadi?

Setiap bulan, tubuh wanita dipersiapkan untuk kehamilan dengan cara membangun lapisan di rahim, dibantu hormon estrogen, progesteron hormon luteinizing (LH), dan hormon perangsang folikel (FSH). Jika tidak dibuahi, lapisan ini meluruh berupa darah dan keluar melalui vagina. Darah ini akan terus menerus keluar selama tiga sampai tujuh hari dengan kuantitas yang berbeda.

Siklus menstruasi yang terjadi selama 28 hari biasanya terbagi dalam dua fase:

Fase Pertama

Fase ini didominasi estrogen yang membantu menebalkan dinding rahim. Hormon FSH merangsang pembentukan beberapa sel telur yang mengandung folikel di indung telur Mam. Akan ada satu sel telur yang matang dan dilepaskan pada sekitar hari ke-14 dari siklus menstruasi Mam. Begitu sel telur meninggalkan ovarium, ia akan berdiam di tuba falopi selama 24 jam dan menunggu untuk dibuahi sperma.

Fase Kedua

Pada 14 hari berikutnya, dinding rahim Mam akan terus menebal untuk mengantisipasi kemungkinan kehamilan yang bisa terjadi karena sel telur yang dibuahi di rahim. Jika sel telur tidak dibuahi, kadar hormon estrogen akan menurun dan menyebabkan dinding rahim luruh dan mengeluarkan darah ke vagina bersama sel telur tersebut. Ini akan menandai awal siklus menstruasi Mam. Pendarahan tersebut terjadi antara 2-7 hari.

Mam mungkin akan merasakan nyeri perut, pusing, kembung, perubahan suasana hati, dan keinginan makan makanan tertentu selama atau sebelum menstruasi. Konsumsilah makanan  yang mengandung asam folat, kalsium, magnesium, vitamin B6, dan vitamin E untuk mengurangi gejala yang tidak nyaman tersebut.

Jangan lupa selalu catat hari pertama hingga hari terakhir menstruasi. Saat ini sudah banyak aplikasi ponsel yang bisa membantu mencatat siklus ini, serta langsung memberi notifikasi jika menstruasi datang terlambat atau saat sedang masa subur.

Selain untuk menghitung masa subur, pencatatan siklus menstruasi ini juga bisa membantu dokter mendiagnosis penyakit seputar kandungan.
 
Other Sources:
parenting.com/article/your-menstrual-cycle-your-fertility
https://www.starthealthystayhealthy.in/understanding-your-menstrual-cycle
Penulis
Annisa Steviani

Ibu satu anak yang rutin menulis kesehariannya, terutama suka duka menjadi ibu. Ia pernah bekerja sebagai jurnalis di media online terbesar di Indonesia (2011-2013) dan Social Media & Community Manager di sebuah edisi online surat kabar berbahasa Inggris (2013-sekarang). Selain berisi keseharian sebagai ibu, blognya juga berisi tentang lifestyle dan beauty.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top