Stimulasi

Kecerdasan Emosional Anak: 6 Tips untuk Mengembangkannya

By: Sherly Inbound 2015-10-18 17:00:00 (UTC)
Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain sehingga kita dapat lebih mudah bergaul dengan orang lain. Para ahli menemukan bahwa kecerdasan emosional adalah penentu terbesar kebahagiaan dalam hidup.

Jika ingin anak-anak dapat mengembangkan kecerdasan emosional mereka, maka kita perlu membantu mereka mengajari mengenai perasaan dan memberikan solusi yang efektif.

Anak-anak dengan kecerdasan emosional yang tinggi dapat sangat ramah, kooperatif, optimis dan lebih dapat memecahkan masalah. Mereka cenderung lebih baik perilakunya dan memiliki prestasi akademik yang lebih tinggi.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak, yaitu : 

 
  • Terima emosi anak dan berikan tanggapan yang emosional


Berikan komentar ketika anak sedang mengalami emosi seperti “Wah adik lagi marah banget ya” , “Bagus, mama dapat melihat kamu gembira sekali”, dsb.
 
  • Bantu mereka memberikan nama pada emosi mereka


“Adik kelihatan lagi marah “, dsb.

 
  • Ajak anak bicara tentang perasaan mereka


“ Kakak kenapa sedih? “, dsb.
 
  • Berikan pelajaran kepada anak mengenali perasaan orang lain


“ Bagaimana perasaan kakak kalau itu terjadi sama kakak? “ , dsb. 

Bantu si kecil menyadari apa tanda ketika ia mengalami emosional dan beritahu cara-cara alternatif untuk mengekspresikan emosi mereka.

Misalnya ketika terlihat ia sering mengepalkan tangan, mungkin itu tanda ia sedang marah.
 
  • Ajarkan anak cara untuk menenangkan diri mereka.


Misalnya dengan mengajarkan menarik nafas dalam-dalam.
 
  • Ajari anak untuk mendengarkan dan berbicara dengan cara yang bernegosiasi


Ketika si kecil sedang mengalami emosi, ajak ia berdiskusi apa yang diinginkan dan apa keputusan yang sebaiknya diambil.
Stimulasi

Ciri-Ciri Perkembangan Akal, Fisik, dan Sosial Anak Umur 6 Tahun

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2017-09-21 21:05:08 (UTC)
Anak berumur 6 tahun memiliki kemampuan untuk fokus jauh lebih lama. Ia menyukai aktivitas terstruktur. Ia mulai senang jika mendapat tanggung jawab dan peranan baru, tetapi ia masih butuh pengarahan dari orang dewasa untuk memastikan apakah yang ia lakukan sudah benar. 

Baca Juga : Stimulasi Musik untuk Anak

Anak berumur 6 tahun bisa sangat manis pada saat-saat tertentu, sekaligus sangat usil atau mengganggu. Jika ia sedang baik, ia akan sangat baik dan manis. Namun, ia bisa berubah menjadi anak yang sangat mengganggu. Itu adalah Salah satu ciri yang tampak menonjol pada umur 6 tahun. 
Mari kita lihat perkembangan si Kecil dalam hal akal, Fisik, dan Sosial.

Perkembangan Akal
  • Kemampuannya berbahasanya sudah baik sekali. 
  • Kosakatanya meningkat banyak. 
  • Mulai belajar membaca.
  • Pelafalannya sudah sangat bagus. 
  • Mampu menggunakan tata bahasa yang kompleks.
  • Mampu berhitung sampai 200 dan bisa menghitung mundur mulai dari angka 20.
  • Paham mengenai bilangan ganjil dan genap.
  • Mampu terlibat dalam percakapan yang meliputi aktivitas mendengarkan dan berbicara dalam tingkatan yang kompleks dan tidak kehilangan konsentrasi.
  • Bisa bercerita dengan baik, baik kisah nyata maupun rekaan; biasanya dia senang berbicara di depan teman-temannya. 
  • Mampu menjawab telepon dengan baik dan menyampaikan pesan kepada orang yang bersangkutan.
  • Bisa bercakap-cakap cukup lama dengan temannya, tetapi kadang ia tidak mau bercerita dengan bebas di rumah ketika Anda bertanya kepadanya apa yang dilakukan selama di sekolah.
  • Masih menempelkan karakteristik manusia pada hewan. Misalnya, kupu-kupu berbulu mata, cacing bisa berpikir, dll.
 
Perkembangan Sosial
  • Memiliki kepercayaan diri dan senang untuk tampil dan menunjukkan bakatnya.
  • Senang berbagi makanan dan mainan dengan temannya walaupun mereka masih sering bertengkar.
  • Memiliki kesadaran yang lebih tinggi mengenai emosi pribadinya dan orang lain.
  • Ia menarik kestabilan emosi dari interaksi bersama orang dewasa yang membuatnya merasa nyaman, terutama pada saat situasi sulit.
  • Emosinya begitu kuat dan kadang sulit terkontrol.
  • Ia impulsif dan antusias pada hal-hal yang ia sukai. 
  • Dapat menyampaikan apa yang ia inginkan dan ia butuhkan. Namun, biasanya masih secara impulsif. 
  • Ia mengatakan apa yang ia pikirkan dan rasakan tanpa berpikir bahwa hal itu bisa menyinggung temannya.
  • Mampu bekerja sama dengan teman, baik untuk memimpin maupun mengikuti.
  • Mau mengubah aturan permainan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. 
  • Sadar bahwa orang lain memiliki perspektif, pikiran, perasaan terhadap suatu situasi atau ide. Misalnya: Ia sadar jika kakaknya bisa marah karena ia mengambil mainan kakaknya.
  • Mampu menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih dewasa. Misalnya dengan membicarakan masalah tersebut, minta bantuan orang dewasa. Ia mau berbaikan dengan teman ketika ada konflik.
 
Perkembangan Fisik
  • Aktif bermain. Memiliki koordinasi tubuh dan mampu menjaga keseimbangan dengan baik.
  • Pada usia ini ia mulai melakukan aktivitas yang membutuhkan keseimbangan serta kekuatan kaki, misalnya naik sepeda tanpa roda pembantu. 
  • Mampu menggunakan jari-jari untuk aktivitas yang lebih halus. Misalnya, ia sudah mampu membuka halaman buku dengan hati-hati, bisa menyesuaikan bukaan keran agar mendapatkan tekanan air yang pas. Ia sudah mampu memasukkan benang ke dalam lubang jarum dan mulai belajar menjahit.
  • Biasanya pada umur 6 tahun alerginya mulai muncul.
  • Gigi gerahamnya mulai muncul.
  • Mampu menggabungkan beberapa gerakan sederhana. Misalnya: berlari sambil menendang bola.
  • Bergerak mengikuti irama yang ritmis.
 
Referensi :
1. Bowler, Peter, Your Child from One to Ten, Melbourne: Australian Council for Educational
2. Schaefer, Charles. Dr., Ages & Stages, John Wiley & Sons, Inc.
3. http://www.pbs.org/parents/childdevelopmenttracker/six/index.html
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top