Stimulasi

Kecerdasan Emosional Anak: 6 Tips untuk Mengembangkannya

By: Wyeth Nutrition 2015-10-19 07:00:00
Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain sehingga kita dapat lebih mudah bergaul dengan orang lain. Para ahli menemukan bahwa kecerdasan emosional adalah penentu terbesar kebahagiaan dalam hidup.

Jika ingin anak-anak dapat mengembangkan kecerdasan emosional mereka, maka kita perlu membantu mereka mengajari mengenai perasaan dan memberikan solusi yang efektif.

Anak-anak dengan kecerdasan emosional yang tinggi dapat sangat ramah, kooperatif, optimis dan lebih dapat memecahkan masalah. Mereka cenderung lebih baik perilakunya dan memiliki prestasi akademik yang lebih tinggi.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak, yaitu : 

 
  • Terima emosi anak dan berikan tanggapan yang emosional


Berikan komentar ketika anak sedang mengalami emosi seperti “Wah adik lagi marah banget ya” , “Bagus, mama dapat melihat kamu gembira sekali”, dsb.
 
  • Bantu mereka memberikan nama pada emosi mereka


“Adik kelihatan lagi marah “, dsb.

 
  • Ajak anak bicara tentang perasaan mereka


“ Kakak kenapa sedih? “, dsb.
 
  • Berikan pelajaran kepada anak mengenali perasaan orang lain


“ Bagaimana perasaan kakak kalau itu terjadi sama kakak? “ , dsb. 

Bantu si kecil menyadari apa tanda ketika ia mengalami emosional dan beritahu cara-cara alternatif untuk mengekspresikan emosi mereka.

Misalnya ketika terlihat ia sering mengepalkan tangan, mungkin itu tanda ia sedang marah.
 
  • Ajarkan anak cara untuk menenangkan diri mereka.


Misalnya dengan mengajarkan menarik nafas dalam-dalam.
 
  • Ajari anak untuk mendengarkan dan berbicara dengan cara yang bernegosiasi


Ketika si kecil sedang mengalami emosi, ajak ia berdiskusi apa yang diinginkan dan apa keputusan yang sebaiknya diambil.
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Stimulasi

Mam, Lakukan Hal Ini untuk Dukung Kepintaran Si Kecil

By: Windi Teguh 2018-01-03 16:25:59
Perkembangan anak tentu tidak lepas dari peran orang tua yang melihat potensi si Kecil sejak dini dan ikut mendukungnya. Dari situlah muncul anak-anak luar biasa. Tentu kita juga berharap si Kecil bisa seperti itu ya, Mam dan Pap.

Dewasa ini kita sering dibuat kagum oleh berita karya-karya anak negeri yang menampilkan sosok-sosok dengan usia belia. Sebut saja Joey Alexander yang baru berusia 13 tahun menjadi salah satu kandidat penerima Grammy Award untuk kategori Jazz. Dari dunia sastra, kita mendengar nama Nadia Shafiana Rahma, penulis cilik berusia 11 tahun dalam perhelatan akbar sastra bergengsi di Frankfurt Jerman.

Daftar nama anak berbakat itu masih diteruskan dengan Agung Hapsah di dunia videografi, Rio Haryanto di dunia balap motor, dan Putri Tanjung untuk dunia event organizer. Yup, mereka adalah sosok-sosok muda yang ternyata sudah bergulat menekuni minat serta bakatnya sejak usia dini. Bahkan, Joey Alexander menekuni piano dan jazz sejak usianya 6 tahun.


Setiap anak pastinya memiliki kepintaran berbeda-beda. Para ahli parenting telah menemukan delapan kecerdasan yang cenderung dimiliki setiap anak. Sebagai orang tua, tugas Mam dan Pap adalah mengenali minat dan bakat si Kecil sehingga dapat membantu mendukung kepintarannya. Beberapa cara berikut bisa dicoba untuk Mam dan Pap mengenali kepintaran si Kecil.
  1. Lakukan sebanyak mungkin kegiatan yang disenangi si Kecil

    Pada awalnya, mungkin Mam dan Pap bahkan si Kecil tidak tahu apa minatnya. Karena itu, biarkan si Kecil melakukan beragam kegiatan berbeda sejak dini. Mam dan Pap bisa mengajaknya berenang, mewarnai, menggambar, taekwondo, menyanyi, menari, crafting, dan kegiatan fisik atau outdoor khas anak-anak.

  2. Perhatikan hal yang paling disukainya

    Dari semua kegiatan yang dilakukan, coba Mam dan Pap evaluasi. Perhatikan saat-saat dimana si Kecil terlihat paling bahagia dan paling semangat saat beraksi. Mungkin si Kecil bisa tahan berjam-jam mewarnai gambar, tapi cepat bosan saat didengarkan musik. Mam dan Pap bisa melakukan observasi dalam jangka tertentu.

  3. Komunikasi dengan Si Kecil

    Salah satu kunci untuk mengenali perkembangan anak adalah melalui komunikasi. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan si Kecil setiap hari. Tanyakan apa yang dilakukan si Kecil di sekolah hari ini, apa kegiatan kesukaannya, apa kesulitan yang dihadapinya. Biarkan si Kecil bercerita sehingga Mam dan Pap bisa mengetahui apa hal-hal yang disukainya.

  4. Jadwalkan Latihan atau Pendalaman Kegiatan

    Jika Mam dan Pap masih belum tahu juga minat si Kecil, tidak masalah. Terkadang memang si Kecil masih suka melakukan banyak hal dan belum terfokus ke suatu hal. Mam dan Pap bisa mencoba melatih si Kecil secara profesional.

    Misalnya ada tiga kegiatan yang kelihatannya si Kecil paling semangat, seperti menari, menggambar, dan renang. Mam dan Pap bisa coba menjadwalkan ekstrakurikuler untuknya. Setelah beberapa waktu, lihat perkembangan yang paling mencolok. Apa yang paling diminati si Kecil akan menunjukkan perkembangan lebih cepat dari yang lain.

  5. Jangan Terbebani dengan Hasil

    Ingatlah bahwa tugas orang tua hanya membantu si Kecil menemukan minat dan bakatnya, bukan memaksakan apa yang Mam dan Pap impikan. Karena itu, selalu sampaikan kepada si Kecil bahwa Mam dan Pap akan selalu mendukung apapun yang ingin dicapainya. Jika ternyata suatu hari si Kecil berubah haluan ke kegiatan lain, tidak perlu kecewa. Mam dan Pap harus tetap mengarahkan si Kecil sampai ia benar-benar nyaman di satu bidang tertentu.


Selain hal di atas, Mam dan Pap bisa mencoba memasukkan si Kecil ke sekolah yang memiliki sistem kejuruan dalam kurikulumnya. Sekolah alam, misalnya, atau sekolah Montessori, sekolah seni, sekolah musik, atau sekolah berbasis digital yang kini sudah banyak tersedia. Sekolah yang tepat dapat mendukung perkembangan anak dengan optimal. Dengan berada di lingkungan yang memiliki minat sama, si Kecil akan lebih terpacu untuk mengembangkan potensinya.

Selamat mencoba, Mam.
 
Source:
webmd.com/parenting/tc/recognizing-and-developing-your-childrens-special-talents-topic-overview
psychologytoday.com/blog/going-beyond-intelligence/201701/montessori-good-school-choice-smart-kids
Penulis
Windi Teguh

Seorang ibu dari dua orang putri yang sehari-harinya bekerja di sebuah bank BUMN. Kini tinggal di Medan dan banyak menulis blog tentang pekerjaannya sebagai seorang bankir, kuliner Medan, lifestyle, dan tentu saja seputar dunia parenting.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top