Cara Mengasuh

Membersihkan Area Gigi dan Gusi Si Kecil

By: MADE AMILIA CHRISTIANA 2016-11-17 02:56:21 (UTC)

Umumnya gigi pertama si Kecil akan tumbuh sekitar usia 6-7 bulan, saat inilah Mam perlu merawat gusi dan giginya. Walaupun nantinya akan digantikan oleh gigi permanen, namun merawat gigi dan gusi bayi adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan anak.

Merawat Gusi

Mulailah dengan membersihkan gusinya dua kali sehari ketika gigi pertama si Kecil baru muncul. Tentu saja pada tahapan ini tidak dibutuhkan sikat maupun pasta gigi. Anda dapat mengikuti langkah-langkah sederhana berikut ini:

  • Carilah kain lembut atau kain kasa sebagai alat pembersihnya.
  • Basahkan sedikit dan usaplah secara lembut pada permukaan gusi dan gigi yang baru tumbuh.
  • Waktu yang tepat untuk membersihkan gusi dan gigi baru untuk kesehatan anak ini adalah setelah pemberian makan dan sebelum waktu tidur.

 

Periode tumbuh gigi (teething) sangatlah tidak nyaman untuk bayi sehingga ia akan lebih rewel dari biasanya. Tanda-tanda giginya akan tumbuh adalah produksi air liur yang lebih banyak, gusi terlihat merah dan bengkak, biasanya dibarengi dengan suhu tubuh yang sedikit meningkat. Berikan ia mainan yang bisa digigit atau kain yang sudah dibasahi dengan air es untuk mengurangi rasa sakitnya.

Membersihkan gigi

Begitu gigi pertama muncul, kita perlu membersihkannya. Dan harus semakin rutin ketika gigi selanjutnya bermunculan. Umumnya gigi bayinya akan tumbuh secara lengkap di usia 2 tahun.

 

Berikut cara membersihkan atau menyikat gigi bayi secara benar:

  • Bersihkan secara teratur dua kali sehari, pagi dan malam yang baik untuk kesehatan anak. Pilih sikat gigi berbahan lembut, dan pasta gigi khusus batita/anak.
  • Sikat dengan lembut seluruh permukaan gigi si kecil serta gusi di sekitarnya, gunakan pasta gigi sedikit saja (sebesar kacang polong). 
  • Libatkan anak saat membersihkan gigi. Jika ia ingin mencobanya sendiri, beri ia kesempatan dan ajarkan cara menyikat gigi yang benar. 

Memilih Sikat Gigi untuk Si Kecil

Demi mendukung kesehatan anak, terutama kesehatan daerah gusi dan giginya dengan baik, pilihlah sikat gigi anak yang benar. Berikut kriterianya:

  • Pilih bulu sikat dari nilon berbahan lembut agar tidak melukai gusinya.
  • Permukaan sikat gigi harus rata dan kepala sikatnya kecil sehingga mempermudah membersihkan gigi hingga bagian paling belakang.
  • Pilih pegangan sikat yang ‘mantap’ (tidak licin).
  • Gunakan air matang untuk kumur sebagai antisipasi bila air kumurnya tertelan.

 

Kedisiplinan Mam dalam membesihkan gusi dan gigi si Kecil akan sangat bermanfaat bagi kesehatan anak.

 

Sumber:

  • Nowak AJ, Warren JJ. Infant oral health and oral habits. Pediatr Clin North Am 2000;47(5):1043-66. 
  • Benaroch R. (2016) Caring for your baby’s teeth. Diambil dari http://www.webmd.com/parenting/baby/caring-babies-teeth#1
 
Cara Mengasuh

Merawat Bayi Baru Lahir

By: Alia An Dhiva 2017-09-14 20:33:11 (UTC)
Merawat bayi yang baru lahir tentu saja memerlukan persiapan yang matang ya, Mam. Apalagi bagi first time Mam yang akan menjalani ini sebagai pengalaman pertama yang mendebarkan, sekaligus menyenangkan. Apa saja yang perlu dipersiapkan? Pada dasarnya, newborn atau bayi yang baru lahir biasanya hanya akan melakukan tiga hal ini: eat, sleep and repeat. Tentu saja, dengan diselingi pipis, pup, menangis, atau sendawa. Nah, saya hendak berbagi sedikit pengalaman saat merawat bayi dulu, ya. 
 
Memandikan
Idealnya, bayi yang baru lahir dimandikan dengan air suam-suam kuku. Karena kita tinggal di negara tropis yang cenderung lembap, bayi sebaiknya dimandikan minimal sehari sekali. Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, adalah: 
  • Gunakan bak mandi yang bersih dan nyaman. Saya dulu menggunakan bak jenis tafel, sehingga tidak harus repot berjongkok atau membungkuk.
  • Mandikan bayi dengan santai dan tidak tergesa-gesa. Gunakan momen memandikan bayi sebagai ajang komunikasi, misalnya dengan mengajaknya mengobrol atau bersenandung. 
  • Pilih jenis produk perawatan bayi dengan formula yang aman dan lembut untuk kulit bayi, dan sebaiknya tidak mengandung bahan berbahaya seperti paraben. 
  • Selalu ganti popok bayi setiap kali ia pipis maupun pup. Sediakan kapas bulat dan air hangat untuk bersih-bersih dan amati juga apakah bayi mengalami ruam popok. 
  • Cek selalu kebersihan genital, tali pusar (jika belum puput), telinga, dan kuku jari si kecil ya, Mam. Jangan ragu untuk berkonsultasi atau meminta nasihat atau bantuan mereka yang lebih ahli (dokter, bidan) jika Mam memiliki pertanyaan. 
 
Menyusui
Seperti yang sudah Mam ketahui, WHO menganjurkan pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. Memberi ASI pada bayi baru lahir memang memerlukan adaptasi ya, Mam. Berikut beberapa tips yang mungkin berguna: 
  • Pelajari berbagai kiat sukses menyusui, bahkan sebelum melahirkan. Mam dapat mengikuti kelas laktasi, membaca kisah-kisah sukses menyusui, serta mengonsumsi berbagai makanan bernutrisi yang dipercaya membantu mengoptimalkan volume dan kandungan ASI. 
  • Saat bayi baru lahir, beri ia ASI setiap dua jam sekali, atau kapanpun dia menghendakinya.
  • Buat bayi bersendawa setelah ia minum ASI, untuk mencegah perut kembung. Cara yang paling sederhana adalah dengan menopang bayi pada posisi berdiri sehingga dagunya berada pada pundak Mam. Sangga badan bayi, dan tepuk-tepuk ringan punggungnya hingga bersendawa.  
 
Istirahat
Bayi yang baru lahir biasanya tidur hingga 16 jam sehari. Beruntung, bayi saya tipe yang cukup mudah ditidurkan, yakni setelah kenyang menyusui. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: 
  • Pastikan bayi telah kenyang sebelum tertidur. Ciri bayi yang kenyang, adalah badan dan ekspresi wajahnya terlihat tenang dan rileks, serta kedua tangannya terbuka atau tidak dalam posisi mengepal. 
  • Jika bayi rewel, coba tenangkan dengan meniru kondisi bayi di dalam rahim, misalnya dengan membuatnya merasa hangat seperti dibedong, atau mengayunkannya sejenak. Keduanya dapat memberinya reflek yang menenangkan. 
  • Sediakan tempat tidur/boks bayi yang nyaman, dilengkapi dengan kelambu. Hindari meletakkan terlalu banyak aksesori seperti boneka yang besar karena berbahaya untuk bayi yang baru lahir ya, Mam. 
  • Apabila Mam terbiasa memperdengarkan musik pada bayi sejak di dalam kandungan, Mam bisa menjadikannya musik pengiring tidur, lho. Dulu saat hamil, saya sering memperdengarkan Jazz for Babies untuk si kecil, dan sampai sekarang pun ia tidur nyenyak sambil mendengarkan album tersebut. 
 
Salah satu hal yang saya pelajari saat merawat bayi baru lahir, terlebih sebagai Mam baru, adalah agar mempercayai insting dan memiliki rasa percaya diri. Beberapa minggu pertama mungkin akan melelahkan, tapi begitu Mam melihat senyum pertama si Kecil dan melihatnya selalu menjadi anak sehat, maka semua rasa lelah itu akan hilang. Selamat merawat bayi Anda, ya! Jangan lupa, baca juga informasi menarik lainnya seputar pengasuhan si Kecil di sini
 
Source: 
http://www.parents.com/baby/care/newborn/newborn-tips-first-30-days/
(diakses pada 21 Agustus 2017)
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top