Kesehatan

Memilih Dokter Kandungan

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 20:32:48 (UTC)
Kehamilan adalah proses yang banyak ditunggu oleh pasangan. Memiliki momongan biasanya sudah ada dalam rencana mereka saat melangsungkan pernikahan. Hadirnya buah hati tentu menjadi suasana rumah semakin semarak.

Namun, masih banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Biasanya, mereka mengetahuinya setelah terlambat datang bulan. Padahal, mengetahui kehamilan sejak dini sangat penting bagi kesehatan si bayi.

Saat menyadari bahwa sedang hamil, sebaiknya Mam segera memeriksakan diri ke dokter atau bidan. Tidak perlu menunggu telat datang bulan atau mual-mual. Sebab, zaman sekarang banyak virus dan penyakit lain yang dapat dengan mudah menggagalkan rencana memiliki sang buah hati.

Ada beberapa petunjuk yang bisa dijadikan sebagai patokan untuk memeriksakan diri ke dokter, yaitu:
  1. Muncul bercak darah. Tanda ini diakibatkan adanya implantasi, yakni proses penempelan calon janin ke dinding rahim. Bercak darah yang muncul biasanya tidak banyak, berbeda dengan saat haid. Tapi, saat sudah dipastikan hamil dan masih muncul flek atau bercak darah, maka Mam sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
  2. Perubahan pada payudara. Wanita yang sedang hamil akan merasa sangat sensitif saat dadanya dipegang. Bahkan, saat mengenakan bra saja mereka sudah merasa sedikit nyeri. Selain itu, terjadi juga perubahan ukuran payudara.
  3. Saat kehamilan berusia satu pekan, umumnya wanita akan merasa mual dan sakit pada perut. Rasa ini bisa datang secara tiba-tiba. Mam juga akan lebih sering buang air kecil, karena rahim semakin membesar dan mempersempit ruang kandung kemih.
Nah, jika tanda-tanda tersebut sudah muncul, maka sebaiknya Mam segera memeriksakan diri ke dokter. Lantas, bagaimana cara memilih dokter yang sesuai dengan keinginan?

​Banyak wanita yang lebih memilih dokter kandungan wanita, karena mereka bisa bicara lebih bebas. Namun, tidak sedikit dokter kandungan pria yang lebih jago dalam memberikan bantuan selama kehamilan. Tidak masalah dokter mana yang dipilih, asalkan memenuhi beberapa syarat berikut ini:
 
  1. Jika Mam memiliki riwayat penyakit, ada baiknya memilih dokter kandungan yang telah berpengalaman dalam penyakit tersebut. Hal ini untuk memudahkan diagnosa dan membantu Mam mendapatkan kehamilan yang sehat.
  2. Pastikan jadwal praktiknya sesuai dengan waktu senggang. Akan lebih baik jika klinik atau rumah sakit tempat ia bekerja dekat dengan rumah, atau berada di jalur yang Mam lewati sehari-hari.
  3. Jangan lupa, dokter bekerja untuk klinik atau rumah sakit. Jadi, pastikan bahwa klinik atau rumah sakit tersebut menerima asuransi yang Mam miliki, agar proses kehamilan tidak terganggu gara-gara masalah biaya.
 
Saat memilih dokter kandungan, referensi dari rekan kerja atau keluarga terkadang bisa jadi solusi yang jitu. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang cocok dengan dokter tersebut.
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top