Mempersiapkan Program Bayi Tabung

oleh: Myra Anastasia 2018-01-17 16:02:47
Tidak semua Mam bisa mengalami proses program hamil dengan cara yang normal. Beberapa wanita membutuhkan waktu dan proses yang panjang supaya bisa hamil. Berbagai penyebabnya bisa karena sudah berusia di atas 40 tahun, atau ada catatan medis lain. Setelah lebih dari satu tahun mencoba hamil secara intensif tetapi belum berhasil juga, biasanya dokter akan menyarankan cara lain. Salah satunya adalah dengan cara IVF (In Vitro Fertilization) atau lebih dikenal dengan istilah bayi tabung.

In Vitro” berarti “Berada di luar tubuh”. Dalam bahasa Latin juga berarti “berada di cawan/tabung”. Fertilization ber arti “pembuahan”. Proses kehamilan dengan IVF berarti melakukan pembuahan di luar rahim Mam. Sel telur Mam yang sudah matang dibuahi oleh sperma Pap dalam sebuah media berupa tabung. Jika berhasil, embrio tersebut dimasukkan kembali ke dalam rahim Mam.


Setelah embrio dimasukkan ke dalam rahim, dokter memberikan obat agar dinding rahim terus bertahan. Apalagi bagi Mam yang menjalani program hamil dengan cara IVF, besar kemungkinan peluang untuk mendapatkan bayi kembar[1] . Namun, sebelum proses pembuahan dianggap berhasil hingga Mam dan Pap dikaruniai si Kecil, ada beberapa tahapan yang harus diketahui terlebih dahulu untuk menjalankan IVF.
  1. Tes awal: Tidak semua pasangan dianggap layak untuk menjalankan program hamil bayi tabung. Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk Mam dan Pap. Untuk Mam, dokter akan menguji kualitas dan kuantitas sel telur serta berbagai hormon dan kondisi uterus. Sedangkan untuk Pap, kualitas sperma yang akan diuji.
  2. Merangsang ovarium/indung telur: Hanya dibutuhkan 1 sel telur saja untuk dibuahi pada kehamilan alami. Namun, untuk proses bayi tabung, butuh beberapa sel telur. Oleh karena itu, dokter akan memberikan berbagai rangsangan kepada Mam, seperti memberikan pil dan suntikan.
  3. Memonitor kemajuan: Dokter akan memonitor seberapa banyak sel telur yang bisa diambil melalui tes darah dan USG.
  4. Injeksi hormon hCG: Dokter akan memberikan suntikan hormone hCG untuk mematangkan sel telur bila sejumlah folikel sudah terlihat.
  5. Pengambilan sel telur: Sel telur dari folikel akan diangkat dengan operasi minor dalam jangka 34-36 jam setelah pemberian suntikan hCG. Mam jangan kaget jika mengalami pendarahan pada vagina selama beberapa hari setelah proses tersebut.
  6. Pengambilan sperma: Pada hari yang sama saat Mam melakukan operasi minor, Pap akan diminta sel spermanya melalui proses masturbasi.
  7. Pembuahan pada sebuah wadah: Dalam tahap ini, sperma Pap akan dipertemukan dengan sel telur Mam dalam sebuah wadah hingga menghasilkan embrio.
  8. Transfer embrio: Setelah pembuahan berhasil, dokter akan mentransfer 2-3 embrio ke dalam uterus. Proses ini memakan waktu 3-6 hari setelah pengambilan sel telur. Setelah proses transfer selesai, diharapkan kehamilan akan terjadi. Bila perlu, dokter akan  akan memrikan suplemen progesteron agar embrio tetap kuat menempel di uterus.
Setelah serangkaian proses tersebut selesai dilakukan, butuh waktu 9-12 hari lagi untuk kemudian Mam melakukan tes kehamilan. Bila dihitung secara total, butuh waktu yang panjang hingga program hamil IVF berhasil. Proses ini tidak hanya membutuhkan persiapan fisik yang matang, tetapi juga psikis, terutama bagi Mam. Oleh karena itu, Mam butuh mendapatkan dukungan, terutama dari Pap, agar terhindar dari stress selama proses kehamilan IVF hingga hadirnya si Kecil yang sudah dinantikan.
 
SOURCES :
https://www.starthealthystayhealthy.in/assisted-pregnancy-ivf

Cek Informasi Lainnya

Hubungi Kami
Hubungi Kami di Parenting Club ID Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top