Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Kesehatan

Tips Merawat Kulit Saat Hamil

By: Alia An Dhiva 2017-04-12 22:06:55 (UTC)
Sepanjang kehamilan, Mam akan mengalami sejumlah keluhan pada kulit. Biasanya, keluhan akan bertambah banyak seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Apa saja keluhan umum pada kulit yang mungkin akan dialami Mam selama masa kehamilan? Dan, bagaimana cara mengatasinya, ya?
 
Stretch Mark
Menurut American Academy of Dermatology, sekitar 90% ibu hamil akan memiliki stretch mark pada saat usia kehamilannya memasuki bulan ke-6 atau ke-7. Selain di perut, guratan berupa garis merah ini juga bisa muncul di sekitar bokong, paha, dan payudara. Stretch mark muncul akibat perut Mam membesar sepanjang kehamilan, sehingga jaringan kolagen kulit meregang. Perubahan kolagen ini tidak dapat kembali seperti semula. Terkadang, munculnya stretch mark juga disertai dengan gatal-gatal. Stretch mark di tubuh Mam akan memudar setelah si Kecil dilahirkan, namun, guratan tersebut tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.
 

Tips: Untuk memudarkan stretch mark, Mam dapat mengolesi area kulit tempat timbulnya stretch mark dengan losion atau krim yang mengandung aloe vera dan vitamin E secara rutin. Langkah ini juga baik untuk menjaga kelembapan kulit, sehingga Mam terhindar dari gatal-gatal.
 
Hiperpigmentasi
Michele S. Green, MD, ahli dermatologi dari New York, Amerika Serikat, menjelaskan, hiperpigmentasi adalah warna kulit yang menjadi lebih gelap akibat peningkatan pigmen melanin. Perubahan warna ini biasanya terjadi pada wajah, areola payudara, ketiak, vagina, paha, dan pusar. Hiperpigmentasi akan terlihat lebih nyata pada Mam yang berkulit gelap, serta yang sebelum hamil menggunakan kontrasepsi hormonal.
 
Tips: Lindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung. Setiap kali berada di luar ruangan, olesi kulit dengan tabir surya dengan spektrum perlindungan luas (anti UV-A dan UV-B).
 
Varises
Varises muncul akibat pengaruh hormon progesteron yang menyebabkan pembuluh darah di tubuh Mam melebar dan membengkak. Varises tidak hanya muncul di kaki, tetapi bisa juga pada gusi atau vagina. Mam mungkin akan menyadari kemunculan varises pada saat usia kehamilan memasuki trimester kedua.
 
Tips: Agar sirkulasi darah semasa hamil tetap lancar, Mam perlu rajin berolahraga. Cukup lakukan aktivitas fisik selama kurang lebih 30 menit setiap hari. Mam dapat mengetahui beragam manfaat olahraga selama hamil di sini. Dengan berolahraga, Mam akan mencegah berat badan naik terlalu banyak. Kenaikan berat badan secara berlebihan saat hamil juga dapat memicu munculnya varises.

Jerawat
Kehamilan turut meningkatkan produksi hormon androgen di tubuh Mam. Hormon ini kemudian merangsang kulit untuk menghasilkan lebih banyak minyak yang disebut sebum. Bila sebum bercampur dengan sel-sel kulit mati, maka timbullah jerawat. Bila kulit Mam tergolong mudah berjerawat sejak sebelum hamil, kemungkinan besar masalah ini akan memburuk sepanjang kehamilan.
 
Tips: Jaga kebersihan wajah dengan mencucinya dua kali sehari menggunakan pembersih wajah yang ringan dan lembut. Hindari memencet jerawat agar tidak membuatnya lebih parah ya, Mam. Bila ingin menggunakan obat jerawat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau dokter kulit.
 
Linea Nigra
Setiap ibu hamil pasti memiliki garis hitam memanjang di perutnya. Garis yang terletak tepat di tengah perut dan memanjang dari ujung tulang kemaluan hingga di bawah tulang dada ini disebut linea nigra. Garis ini biasanya mulai terlihat jelas pada saat usia kehamilan Mam memasuki bulan ke-4 atau ke-5. Mam tidak memerlukan perawatan khusus untuk mengatasinya karena usai melahirkan, garis ini akan hilang dengan sendirinya secara bertahap.
 
Secara umum, masalah yang muncul pada kulit Mam semasa hamil tidak berbahaya, kok. Meski kini tengah berbedan dua, tetap lakukan berbagai perawatan kulit untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya ya, Mam.


Sumber:
  • acog.org/~/media/For%20Patients/faq169.pdf
  • webmd.com/baby/features/stretch-marks#1
  • tabloid-nakita.com/Kehamilan/Aneka-Masalah-Kulit-Saat-Hamil
  • alodokter.com/cara-aman-mengatasi-jerawat-saat-hamil
  • tabloid-nakita.com/Kehamilan/6-Cara-Mencegah-Varises-Saat-Hamil
  • motherandbaby.co.id/article/2015/4/5/3959/Hiperpigmentasi-Saat-Hamil-Bisa-Hilang
Diakses pada 27 Desember 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top