Stimulasi

5 Cara Mudah Mengatasi dan Menghilangkan Cegukan Bayi

By: RAMONITA BARADJA 2016-12-20 22:10:57 (UTC)
Melihat si Kecil tiba-tiba cegukan pasti timbul rasa khawatir ya, Mam. Bisa dibayangkan si Kecil pasti merasa kurang nyaman. Penelitian menunjukkan cegukan juga merupakan hal yang umum terjadi pada bayi, terutama di bawah usia 1 tahun. Bahkan, bayi pun cegukan saat masih di dalam kandungan lho, Mam.
Sebenarnya apa penyebab cegukan, dan bagaimana mengatasinya?


Penyebab Bayi Cegukan

Secara teori, cegukan didefinisikan sebagai kontraksi refleks yang terjadi pada diafragma. Kondisi ini bisa disebabkan adanya udara yang masuk ke diafragma, atau stimulasi pada otot. Dalam situasi lain, misalnya kedinginan, si Kecil pun bisa mengalami cegukan.
Lalu bagaimana hal ini bisa terjadi pada bayi?

Menurut Profesor bidang Pediatric di University of Texas Health Science Center di Houston, Lynnette Mazur, cegukan pada bayi umum terjadi saat makan atau minum. Cegukan pada bayi juga bisa disebabkan karena ia kekenyangan setelah menyusu. Lambung yang terlalu penuh menekan diafragma ke atas sehingga bayi mengalami cegukan.

Faktor lain yang bisa menyebabkan bayi cegukan adalah posisi menyusu yang salah. Posisi laktasi yang kurang pas bisa menyebabkan si Kecil lebih banyak menelan udara. Si Kecil menelan ASI berbarengan dengan udara yang masuk. Hal ini menyebabkan udara menumpuk di dalam lambung si Kecil sehingga menyebabkan bayi cegukan.


Cara Mengatasi Bayi Cegukan

Meski cegukan merupakan hal yang normal, tentu Mam ingin si Kecil kembali merasa nyaman. Berikut beberapa cara yang bisa Mam lakukan untuk membantu mengatasi cegukan si Kecil.
  1. Susui si Kecil Bila si Kecil cegukan saat sedang menyusu, mungkin ada yang salah dengan posisi menyusui. Coba ubah posisi menyusui dan terus susui sampai cegukan hilang. Posisi menyusui yang tepat dapat membuat diafragma si Kecil akan lebih rileks sehingga cegukan cepat reda.
  2. Sendawakan Setelah selesai menyusui atau menyuapi MPASI, biasakan untuk menyendawakan si Kecil. Bersendawa di antara suapan makan atau setelah menyusu dapat membantu mengeluarkan gas dan gelembung udara di dalam perut. Hal ini bisa menghindari terjadinya cegukan.
  3. Gendong Saat bayi mengalami cegukan, cobalah untuk menggendong si Kecil dalam posisi tegak berdiri. Tepuk-tepuk lembut punggung si Kecil untuk membantu mengeluarkan gas dari dalam perutnya. Dalam posisi ini, udara mengalir lancar dari dalam perut si Kecil dan mengurangi cegukannya.
  4. Beri sesuatu untuk diisap Mengisap sesuatu seperti dot, empeng, atau puting Mam bisa membantu mengurangi dan meredakan cegukan si Kecil. Gerakan mulut saat mengisap memberi tipuan sedotan di perut bayi. Hal ini dipercaya bisa merangsang sendawa dan meredakan si Kecil yang mengalami cegukan.
  5. Bawa ke ruangan hangat Si Kecil bisa saja mengalami cegukan karena merasa kedinginan. Saat bayi cegukan, coba matikan AC dalam ruangan tempat ia berada atau bawa ke ruangan yang lebih hangat. Setelah itu, selimuti tubuh si Kecil agar ia merasa lebih hangat dan nyaman.
Selama tidak mengganggu tidur atau terjadi secara berlebihan, cegukan bukanlah suatu hal yang mengindikasikan situasi yang serius kok, Mam. Jadi tak perlu panik saat menghadapi si Kecil yang cegukan.

Meski demikian, Mam sebaiknya mencermati bila cegukan si Kecil terjadi terlalu lama atau sering. Jika cegukan si Kecil sudah tidak terkendali dan menyebabkan ia muntah, batuk, rewel, atau tidak mau minum ASI, sebaiknya Mam segera konsultasi ke dokter.
 
Source:
Ayahbunda.co.id
Parentherald.com
hamil.co.id/bayi/kesehatan-bayi/penyebab-cegukan-pada-bayi
hellosehat.com/parenting/tips-parenting/mengatasi-cegukan-bayi/
Penulis
RAMONITA BARADJA

Ramonita Baradja sudah aktif menulis selama kurang lebih 15 tahun. Sehari-hari selain menghabiskan waktu di depan laptop untuk menulis artikel dan materi publikasi, ibu berputra satu ini juga sedang belajar menggambar, karena bias meningkatkan mood positif dan membuat nya lebih kreatif. Saat libur adalah saat nya jalan-jalan atau menonton film bersama-bersama buah hatinya, Farrell (9 tahun).

Stimulasi

Ayo Nak, Kita Belajar Makan!

By: Wyeth Nutrition 2018-01-02 23:37:31 (UTC)
Ketika si Kecil memasuki usia enam bulan, setiap Mam dan Pap harus mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). Seiring dengan pertumbuhan si Kecil, gizi yang dibutuhkan juga turut bertambah dan air susu ibu (ASI) saja tidak akan cukup. Bagi beberapa Mam dan Pap, memperkenalkan MPASI merupakan masa yang menyenangkan, tetapi untuk beberapa orang tua lain hal tersebut juga bisa menjadi begitu menegangkan.
 
Saat sudah melewati masa enam bulan ASI eksklusif, si Kecil perlu diperkenalkan pada makanan padat lainnya. Makanan yang tepat akan membantu pertumbuhan dan perkembangan dengan baik. Ini juga merupakan masa dimana si Kecil berada dalam fase pertumbuhan yang paling cepat sehingga membutuhkan nutrisi tinggi. Bisa dibilang, si Kecil siap untuk makanan pelengkap saat mereka bisa duduk tanpa dukungan dan memiliki kontrol kepala dan leher yang baik.
 
Kebutuhan gizi si Kecil yang semakin besar mungkin tidak sebanding dengan kemampuan perut mereka yang terbatas. Karena itulah mereka harus mendapat makanan bergizi yang seimbang untuk menopang pertumbuhannya. Makanan pendamping pun tidak berarti si Kecil berhenti meminum ASI. Makanan ini diperlukan untuk mengisi kesenjangan antara kebutuhan gizi total dan jumlah yang bisa diberikan oleh ASI. Si Kecil yang mulai bertumbuh membutuhkan makanan yang relatif tinggi kalori atau energi bersama dengan jumlah protein, lemak, vitamin dan mineral yang seimbang.
 
Agar si Kecil tidak terlalu kaget dengan MPASI pertamanya, hal yang perlu Mam perhatikan adalah tekstur makanan. Karena jika sebelumnya si Kecil hanya mengonsumsi asupan berupa ASI yang berbentuk cairan, sekarang saatnya ia mencoba asupan berbentuk makanan padat. Selain itu, tahap ini adalah saat di mana si Kecil baru mengenal makanan dan belajar mengunyah untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, tekstur makanannya harus dimulai dengan makanan yang lebih cenderung berbentuk cair, seperti bubur atau makanan lain yang dilumat sempurna.
 
Untuk jenis MPASI, Mam bisa mulai dengan memberikan bubur saring bertekstur halus yang terbuat dari beras, kedelai, atau buah-buahan. Namun, jangan lupa juga untuk tetap memerhatikan nutrisi yang terkandung dalam makanan. Di samping nutrisi dalam ASI, si Kecil membutuhkan zat besi, kalsium, vitamin C, vitamin A, vitamin D, dan asam lemak omega 3 untuk dapat bertumbuh kembang dengan baik. Pastikan Mam memberinya pilihan menu bubur untuk bayi enam bulan yang bergizi di awal perkenalannya dengan makanan padat.
 
Mulailah dengan satu jenis makanan setiap hari dan setiap kali si Kecil tidak terlalu lelah, lapar, atau rewel. Si Kecil mungkin tidak makan banyak pada awalnya, tapi beri dia waktu untuk membiasakan diri dengan pengalaman tersebut. Beberapa bayi perlu berlatih agar mau memasukkan makanan ke mulut dan menelannya.
 
Setiap bayi memiliki kebiasaan dan sifat yang berbeda, jadi bicarakan dengan dokter anak tentang makanan padat mana yang harus diperkenalkan dan kapan harus memulainya. Dengan mengetahui kebutuhan nutrisi yang tepat, Mam dan Pap bisa menunjang perkembangan si Kecil secara maksimal.
 
Sumber :
https://www.starthealthystayhealthy.in/introducing-foods-your-babys-diet
https://www.starthealthystayhealthy.in/e-learning/your-guide-starting-solids
https://www.babycenter.com/0_introducing-solids_113.bc
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top