Kesehatan

Mengenal 4 Tahapan Persalinan Normal

By: Alia An Dhiva 2017-04-12 21:02:46 (UTC)
Bila kehamilan Mam berjalan normal dan sehat, maka kemungkinan besar Mam akan menjalani persalinan normal. Agar proses tersebut berjalan lancar dan baik, pastikan Mam telah melakukan berbagai persiapan melahirkan normal, ya, seperti memahami cara membedakan kontraksi asli atau palsu . Selain itu, ada baiknya juga Mam mengenali tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam persalinan normal, yaitu:
 
Kala 1
Tahap ini menandakan proses persalinan normal telah dimulai. Pada tahap ini terjadi pematangan dan pembukaan mulut rahim (serviks) hingga melebar sampai 10 cm untuk jalan keluar janin. Pada umumnya, tahap ini berlangsung antara 10 hingga 18 jam.

Tahap ini terdiri dari 2 fase, yaitu:
  1. Fase laten. Pada fase ini, pembukaan mulai dari 0 sampai 3 cm, Mam merasakan mulas tetapi belum terlalu kuat, serta keluar lendir bercampur darah.
  2. Fase aktif. Fase ini terjadi ketika pembukaan sudah sebesar 3 cm dan melebar terus sampai 10 cm. Rasa mulas yang Mam rasakan semakin kuat, dan frekuensinya pun terus meningkat hingga 2-4 kali tiap 10 menit dengan durasi 60-90 detik dan terkadang disertai pecahnya ketuban.

Kala 2
Fase ini dimulai saat mulut rahim sudah terbuka secara penuh (10 cm) dan berakhir ketika bayi berhasil dilahirkan. Pada tahap ini, Mam baru boleh mengejan untuk mendorong bayi keluar. Bila sebelumnya Mam rajin mengikuti kelas melahirkan sebagai persiapan melahirkan normal, maka Mam pasti dapat mengejan dengan benar dan efektif. Selain itu, pada tahap ini juga biasanya ditemukan komplikasi persalinan yang mendorong dokter harus melakukan tindakan Caesar. 
 
Kala 3
Tahap yang juga disebut kala uri ini dimulai setelah bayi lahir dan berakhir saat plasenta keluar seluruhnya. Bila tidak ada hambatan, plasenta dapat lepas secara spontan dan tahap ini berakhir dalam waktu 15-30 menit. Namun, bila ternyata terjadi kondisi yang disebut retensio plasenta (seluruh atau sebagian plasenta masih tertinggal di dalam rahim setelah lebih dari 30 menit), maka dokter akan mengeluarkannya secara manual (ditarik dan dirogoh) atau melalui operasi. Plasenta yang berada di dalam rahim terlalu lama dapat membuat Mam berisiko mengalami perdarahan.

 
Kala 4
Setelah bayi dan plasenta berhasil dikeluarkan, maka Mam akan memasuki tahap Kala 4. Pada 2 jam pertama pascapersalinan, Mam masih berisiko terhadap sejumlah masalah pascapersalinan, seperti perdarahan pada robekan jalan lahir atau munculnya penggumpalan darah. Oleh karena itu, Mam akan dipantau secara ketat untuk memastikan tidak adanya komplikasi pascapersalinan. Fase ini berlangsung selama 1-2 jam usai persalinan.
 
Nah, itulah tahapan persalinan normal yang akan Mam lalui. Agar Mam lebih tenang menanti datangnya waktu melahirkan, cek kembali daftar persiapan melahirkan normal di sini . Selamat menyambut kehadiran si Kecil ya, Mam.


Sumber:
tabloid-nakita.com/Kehamilan/Tahapan-Persalinan-Normal
tabloid-nakita.com/Kehamilan/Persalinan-Normal-Ini-Tahapannya
hellosehat.com/proses-cara-melahirkan-normal/
hellosehat.com/apa-itu-retensio-plasenta/
Diakses pada 26 Desember 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top