Kesehatan

Mengenal Istilah pada Hasil USG Kehamilan di Trimester Pertama

By: Alia An Dhiva 2017-08-09 23:53:50 (UTC)
Tidak sembarang orang bisa menginterpretasikan hasil USG kehamilan. Hanya sonografer seperti dokter spesialis kandungan dan kebidanan atau dokter spesialis radiologilah yang dapat mengartikan citra (image) yang terekam serta menganalisis data pada hasil USG. Namun, tak ada salahnya Mam mengetahui singkatan yang umum terdapat pada hasil USG beserta artinya supaya dapat ‘membaca’ hasil USG sendiri. Apalagi, pemeriksaan kandungan dengan alat USG sangat penting untuk memantau perkembangan janin. Simak alasannya di sini  mengapa Mam perlu melakukan pemeriksaan USG.

Baca Juga : 5 Tanda Tanda Persalinan Sudah Sangat Dekat
 
Pada trimester pertama, biasanya pemeriksaan USG dilakukan saat usia kehamilan mencapai 5-12 minggu. Pemeriksaan dilakukan melalui vagina dengan alat USG trans-vaginal yang antara lain berfungsi untuk:
  • Mendeteksi keberadaan denyut atau gerakan jantung janin. Pada usia kehamilan sangat awal, umumnya USG hanya bisa mendeteksi embrio dan kantung kehamilan. Baru setelah masuk usia kehamilan 5-7 minggu, denyut jantung janin bisa terdeteksi.
  • Memastikan kehamilan terjadi di dalam rahim. Pemeriksaan USG dapat melihat jika ada kelainan seperti hamil anggur atau ektopik. Hamil anggur adalah tumor jinak yang tumbuh dalam rahim. Kondisi ini terjadi ketika sel telur sudah dibuahi dan plasenta tidak berkembang normal. Sedangkan kehamilan ektopik adalah saat sel telur yang sudah dibuahi tidak menempel pada rahim melainkan pada organ lain seperti tuba falopi, rongga perut, ovarium atau leher rahim.     
  • Mendeteksi adanya kelainan pada janin. Kelainan pada janin yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan USG antara lain kelainan kromosom (sindroma Down), hidrosefalus, bibir sumbing dan kelainan jantung.
  • Memperkirakan usia janin.
Berikut ini singkatan yang umum terdapat pada hasil USG kehamilan trimester pertama dan artinya:
  • LMP (Last Menstrual Period): hari pertama haid terakhir (HPHT).
  • EDD (Estimated Date of Delivery): tanggal perkiraan persalinan.
  • GS (Gestational Sac): kantung kehamilan. Kantung kehamilan mulai bisa terdeteksi USG pada usia kehamilan 5 minggu.
  • GA (Gestational Age): perkiraan usia kehamilan.
  • CRL (Crown Rump Length): ukuran panjang janin dari kepala hingga bokong. Ukuran ini mulai bisa diketahui saat usia kehamilan 7-13 minggu. Estimasi usia kehamilan akan lebih akurat dengan mengukur CRL dibandingkan dengan menghitung berdasarkan HPHT.
  • FHR (Fetal Heart Rate): frekuensi denyut jantung janin.
  • NT (Nuchal Translucency): ketebalan kulit belakang kepala. Pemeriksaan ini mulai bisa dilakukan pada usia kehamilan 11-13 minggu dan berfungsi untuk mendeteksi adanya kelainan pada janin, khususnya kelainan genetik seperti Down syndrome. NT yang lebih besar dari 3 mm mengindikasikan adanya kelainan pada janin. Untuk memastikan adanya kelainan pada janin, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan.
 
Jadi, sekarang Mam sudah lebih memahami bagaimana membaca USG kehamilan trimester pertama, kan? Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan Mam apabila ada hal yang masih ingin ditanyakan seputar hasil USG. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Mam. 
 
 
Sumber:
medlineplus.gov/ency/article/003778.htm
ayahbunda.co.id/kehamilan-gizi-kesehatan/periksa-usg-di-trimester-1l
livestrong.com/article/277225-how-to-read-a-baby-sonogram/
Diakses pada 9 November 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top