Stimulasi

Mengenali Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia Batita

By: Alia An Dhiva 2016-12-20 02:36:25 (UTC)
Proses tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Menurut Ketua Unit Kerja Kelompok Tumbuh Kembang, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat, orang tua perlu memenuhi kebutuhan dasar anak, di antaranya nutrisi, stimulasi, imunisasi, aktivitas bermain, dan cukup tidur.
 
Mam perlu tahu bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak adalah dua hal yang berbeda, tetapi selalu berkaitan dan sulit dipisahkan. Pertumbuhan (growth) adalah perubahan yang bersifat kuantitatif atau dapat diukur. Pertumbuhan biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis pada tubuh anak. Sementara yang dimaksud dengan perkembangan (development) adalah perubahan kuantitatif dan kualitatif yang meliputi bertambahnya kemampuan (skill) struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Perkembangan terjadi dalam pola yang teratur seiring dengan proses pematangan/maturitas anak.

 
Agar Mam dapat lebih memahami proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada diri si Kecil, yuk, ketahui lebih jauh tahapan tumbuh kembang anak yang berlangsung pada fase batita.

Pertumbuhan Fisik
Tahapan tumbuh kembang anak ini meliputi bentuk tubuh, dan dapat dengan mudah dilihat oleh mata. Ukuran tubuh si Kecil bertambah, mulai dari berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar lengan, dan lain sebagainya.
 
Untuk memperkirakan berat badan normal anak (dalam kilogram), Mam dapat menggunakan rumus dari Richard E. Behrman, yaitu:

Lahir                     : 3,25  kg
3-12 bulan          : umur (bulan) + 9) : 2
1-6 tahun            : umur (tahun) x 2 + 8
 
Sementara, perkiraan tinggi badan si Kecil, adalah:
1 tahun: 1,5 x tinggi badan saat lahir
4 tahun: 2 x tinggi badan saat lahir
6 tahun: 1,5 x tinggi badan saat umur 1 tahun

Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik dibagi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan si Kecil. Contoh perkembangan motorik kasar yaitu kemampuan berguling, telungkup, duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga, melompat, dan sebagainya.

 
Sementara, yang dimaksud dengan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu. Misalnya, kemampuan menggengggam benda, memindahkan benda dari tangan, mencorat-coret, menggunting, menyusun balok, dan lain sebagainya.
 
Tahapan tumbuh kembang anak yang baik dan sehat adalah yang berlangsung sesuai dengan tahapan usianya (milestones). Misalnya, saat si Kecil berusia 12-18 bulan ia sudah bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan. Atau, pada usia 18 bulan ia sudah mampu bertepuk dan melambaikan tangan.

Perkembangan Kognitif
Perkembangan ini berkaitan dengan pengetahuan, atau bagaimana si Kecil mempelajari dan memikirkan lingkungannya. Proses tumbuh kembang anak ini sudah berlangsung sejak si Kecil dilahirkan lho, Mam. Bayi memiliki kemampuan menyimpan informasi yang berasal dari penglihatan, pendengaran, dan melalui indera lainnya. Bukan hanya itu, si Kecil juga mampu merespon berbagai informasi tersebut secara sistematis.
 
Beberapa ciri perkembangan kognitif pada batita:
●    0-12 bulan
Mulai mengembangkan konsep (misalnya sadar akan  rasa lapar), senang bermain, minat terhadap lingkungan meningkat, memahami sebab akibat, memahami objek, mengeksplorasi sekitar, mengeksplorasi benda dengan bermacam cara (misalnya memasukkan benda ke dalam mulut), dan dapat bermain dengan pola yang simpel.
●    12-24 bulan
Dapat menemukan objek yang disembunyikan, dapat merespon instruksi sederhana, mengetahui bagian-bagian tubuhnya, dapat bermain pura-pura, belajar makan-minum sendiri, dan menirukan pekerjaan rumah tangga.
●    24-36 bulan
Dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya bila diminta, dapat menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih, mampu menggabungkan dua kata menjadi kalimat, dan menggunakan nama sendiri untuk menyebut dirinya.

Perkembangan Bahasa
Tahap tumbuh kembang anak juga meliputi kemampuan berbicara dan berbahasa. Kemampuan berbahasa dapat menjadi indikator seluruh perkembangan anak lho, Mam. Melalui kemampuan berbahasa si Kecil, Mam dapat mendeteksi keterlambatan ataupun kelainan pada sistem lain, seperti kemampuan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi, dan lingkungan di sekitar anak.
 
Beberapa ciri perkembangan bahasa pada batita:
●    0-12 bulan
Merespon terhadap suara, menunjukkan ketertarikan sosial terhadap wajah dan orang, babbling (mengulang konsonan/vokal), memahami perintah verbal, dan mampu menunjuk ke arah yang diinginkan.
●    12-24 bulan
Mampu memproduksi dan memahami kata-kata tunggal, mampu menunjuk bagian-bagian tubuh, perbendaharaan kata meningkat pesat, dan mampu mengucapkan kalimat yang terdiri dari 2 kata atau lebih.
●    24-36 bulan
Memiliki pemahaman yang baik terhadap percakapan yang familiar (misalnya oleh keluarga), mampu melakukan percakapan melalui tanya-jawab, dan mampu bertanya “mengapa”.

 


Perkembangan Psikososial
Perkembangan psikososial berkaitan dengan aspek-aspek psikologis, seperti emosi, motivasi, perkembangan diri pribadi, serta bagaimana si Kecil berhubungan dengan orang lain. Pada fase tumbuh kembang anak ini, si Kecil juga mulai belajar bertanggung jawab dan mengendalikan perasaannya.
 
Beberapa ciri perkembangan psikososial pada batita:

●    0-12 bulan
Bonding antara orang tua dan bayi, tersenyum, berceloteh, lebih menyukai ibu, merespon bila namanya dipanggil, senang diajak bermain, dan memahami perintah sederhana.
●    12-24 bulan
Meminta sesuatu dengan menunjuk (tanpa menangis/merengek), memeluk orang tua, meniru aktivitas di rumah, dan mulai berbagi mainan dengan anak lain.
●    24-36 bulan
Menunjukkan kemarahan bila terhalang, mampu bermain pura-pura, mulai membentuk hubungan sosial dan bermain bersama anak lain.
 
Tumbuh kembang anak usia dini sering disebut berjalan sangat cepat. Maka dari itu, pastikan Mam selalu memantau proses ini sehingga tidak ada perkembangan yang terlewatkan, ya. Bila ada sinyal hambatan pada proses tumbuh kembang si Kecil, Mam dapat segera mencari tahu permasalahannya dan melakukan penanganan untuk mengatasinya sejak dini.


Sumber:
Soetjiningsih, dkk. (2013). Tumbuh Kembang Anak, Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC hal. 21-22, 25-37, 47-48, 54-56, 98-101,
health.kompas.com/read/2016/06/02/160000123/cara.memastikan.tumbuh.kembang.anak.sesuai.tahapannya
juonorp.blogspot.co.id/2013/10/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-usia_20.html
Diakses pada 22 November 2016
 
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Stimulasi

Ayo Nak, Kita Belajar Makan!

By: Wyeth Nutrition 2018-01-02 23:37:31 (UTC)
Ketika si Kecil memasuki usia enam bulan, setiap Mam dan Pap harus mulai memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). Seiring dengan pertumbuhan si Kecil, gizi yang dibutuhkan juga turut bertambah dan air susu ibu (ASI) saja tidak akan cukup. Bagi beberapa Mam dan Pap, memperkenalkan MPASI merupakan masa yang menyenangkan, tetapi untuk beberapa orang tua lain hal tersebut juga bisa menjadi begitu menegangkan.
 
Saat sudah melewati masa enam bulan ASI eksklusif, si Kecil perlu diperkenalkan pada makanan padat lainnya. Makanan yang tepat akan membantu pertumbuhan dan perkembangan dengan baik. Ini juga merupakan masa dimana si Kecil berada dalam fase pertumbuhan yang paling cepat sehingga membutuhkan nutrisi tinggi. Bisa dibilang, si Kecil siap untuk makanan pelengkap saat mereka bisa duduk tanpa dukungan dan memiliki kontrol kepala dan leher yang baik.
 
Kebutuhan gizi si Kecil yang semakin besar mungkin tidak sebanding dengan kemampuan perut mereka yang terbatas. Karena itulah mereka harus mendapat makanan bergizi yang seimbang untuk menopang pertumbuhannya. Makanan pendamping pun tidak berarti si Kecil berhenti meminum ASI. Makanan ini diperlukan untuk mengisi kesenjangan antara kebutuhan gizi total dan jumlah yang bisa diberikan oleh ASI. Si Kecil yang mulai bertumbuh membutuhkan makanan yang relatif tinggi kalori atau energi bersama dengan jumlah protein, lemak, vitamin dan mineral yang seimbang.
 
Agar si Kecil tidak terlalu kaget dengan MPASI pertamanya, hal yang perlu Mam perhatikan adalah tekstur makanan. Karena jika sebelumnya si Kecil hanya mengonsumsi asupan berupa ASI yang berbentuk cairan, sekarang saatnya ia mencoba asupan berbentuk makanan padat. Selain itu, tahap ini adalah saat di mana si Kecil baru mengenal makanan dan belajar mengunyah untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, tekstur makanannya harus dimulai dengan makanan yang lebih cenderung berbentuk cair, seperti bubur atau makanan lain yang dilumat sempurna.
 
Untuk jenis MPASI, Mam bisa mulai dengan memberikan bubur saring bertekstur halus yang terbuat dari beras, kedelai, atau buah-buahan. Namun, jangan lupa juga untuk tetap memerhatikan nutrisi yang terkandung dalam makanan. Di samping nutrisi dalam ASI, si Kecil membutuhkan zat besi, kalsium, vitamin C, vitamin A, vitamin D, dan asam lemak omega 3 untuk dapat bertumbuh kembang dengan baik. Pastikan Mam memberinya pilihan menu bubur untuk bayi enam bulan yang bergizi di awal perkenalannya dengan makanan padat.
 
Mulailah dengan satu jenis makanan setiap hari dan setiap kali si Kecil tidak terlalu lelah, lapar, atau rewel. Si Kecil mungkin tidak makan banyak pada awalnya, tapi beri dia waktu untuk membiasakan diri dengan pengalaman tersebut. Beberapa bayi perlu berlatih agar mau memasukkan makanan ke mulut dan menelannya.
 
Setiap bayi memiliki kebiasaan dan sifat yang berbeda, jadi bicarakan dengan dokter anak tentang makanan padat mana yang harus diperkenalkan dan kapan harus memulainya. Dengan mengetahui kebutuhan nutrisi yang tepat, Mam dan Pap bisa menunjang perkembangan si Kecil secara maksimal.
 
Sumber :
https://www.starthealthystayhealthy.in/introducing-foods-your-babys-diet
https://www.starthealthystayhealthy.in/e-learning/your-guide-starting-solids
https://www.babycenter.com/0_introducing-solids_113.bc
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top