Cara Mengasuh

Merawat Bayi Baru Lahir

By: Alia An Dhiva 2017-09-14 20:33:11 (UTC)
Merawat bayi yang baru lahir tentu saja memerlukan persiapan yang matang ya, Mam. Apalagi bagi first time Mam yang akan menjalani ini sebagai pengalaman pertama yang mendebarkan, sekaligus menyenangkan. Apa saja yang perlu dipersiapkan? Pada dasarnya, newborn atau bayi yang baru lahir biasanya hanya akan melakukan tiga hal ini: eat, sleep and repeat. Tentu saja, dengan diselingi pipis, pup, menangis, atau sendawa. Nah, saya hendak berbagi sedikit pengalaman saat merawat bayi dulu, ya. 
 
Memandikan
Idealnya, bayi yang baru lahir dimandikan dengan air suam-suam kuku. Karena kita tinggal di negara tropis yang cenderung lembap, bayi sebaiknya dimandikan minimal sehari sekali. Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, adalah: 
  • Gunakan bak mandi yang bersih dan nyaman. Saya dulu menggunakan bak jenis tafel, sehingga tidak harus repot berjongkok atau membungkuk.
  • Mandikan bayi dengan santai dan tidak tergesa-gesa. Gunakan momen memandikan bayi sebagai ajang komunikasi, misalnya dengan mengajaknya mengobrol atau bersenandung. 
  • Pilih jenis produk perawatan bayi dengan formula yang aman dan lembut untuk kulit bayi, dan sebaiknya tidak mengandung bahan berbahaya seperti paraben. 
  • Selalu ganti popok bayi setiap kali ia pipis maupun pup. Sediakan kapas bulat dan air hangat untuk bersih-bersih dan amati juga apakah bayi mengalami ruam popok. 
  • Cek selalu kebersihan genital, tali pusar (jika belum puput), telinga, dan kuku jari si kecil ya, Mam. Jangan ragu untuk berkonsultasi atau meminta nasihat atau bantuan mereka yang lebih ahli (dokter, bidan) jika Mam memiliki pertanyaan. 
 
Menyusui
Seperti yang sudah Mam ketahui, WHO menganjurkan pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. Memberi ASI pada bayi baru lahir memang memerlukan adaptasi ya, Mam. Berikut beberapa tips yang mungkin berguna: 
  • Pelajari berbagai kiat sukses menyusui, bahkan sebelum melahirkan. Mam dapat mengikuti kelas laktasi, membaca kisah-kisah sukses menyusui, serta mengonsumsi berbagai makanan bernutrisi yang dipercaya membantu mengoptimalkan volume dan kandungan ASI. 
  • Saat bayi baru lahir, beri ia ASI setiap dua jam sekali, atau kapanpun dia menghendakinya.
  • Buat bayi bersendawa setelah ia minum ASI, untuk mencegah perut kembung. Cara yang paling sederhana adalah dengan menopang bayi pada posisi berdiri sehingga dagunya berada pada pundak Mam. Sangga badan bayi, dan tepuk-tepuk ringan punggungnya hingga bersendawa.  
 
Istirahat
Bayi yang baru lahir biasanya tidur hingga 16 jam sehari. Beruntung, bayi saya tipe yang cukup mudah ditidurkan, yakni setelah kenyang menyusui. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: 
  • Pastikan bayi telah kenyang sebelum tertidur. Ciri bayi yang kenyang, adalah badan dan ekspresi wajahnya terlihat tenang dan rileks, serta kedua tangannya terbuka atau tidak dalam posisi mengepal. 
  • Jika bayi rewel, coba tenangkan dengan meniru kondisi bayi di dalam rahim, misalnya dengan membuatnya merasa hangat seperti dibedong, atau mengayunkannya sejenak. Keduanya dapat memberinya reflek yang menenangkan. 
  • Sediakan tempat tidur/boks bayi yang nyaman, dilengkapi dengan kelambu. Hindari meletakkan terlalu banyak aksesori seperti boneka yang besar karena berbahaya untuk bayi yang baru lahir ya, Mam. 
  • Apabila Mam terbiasa memperdengarkan musik pada bayi sejak di dalam kandungan, Mam bisa menjadikannya musik pengiring tidur, lho. Dulu saat hamil, saya sering memperdengarkan Jazz for Babies untuk si kecil, dan sampai sekarang pun ia tidur nyenyak sambil mendengarkan album tersebut. 
 
Salah satu hal yang saya pelajari saat merawat bayi baru lahir, terlebih sebagai Mam baru, adalah agar mempercayai insting dan memiliki rasa percaya diri. Beberapa minggu pertama mungkin akan melelahkan, tapi begitu Mam melihat senyum pertama si Kecil dan melihatnya selalu menjadi anak sehat, maka semua rasa lelah itu akan hilang. Selamat merawat bayi Anda, ya! Jangan lupa, baca juga informasi menarik lainnya seputar pengasuhan si Kecil di sini
 
Source: 
http://www.parents.com/baby/care/newborn/newborn-tips-first-30-days/
(diakses pada 21 Agustus 2017)
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Cara Mengasuh

Kiat-kiat Menyusui

By: DR Dr Rini Sekartini SpA K 2018-01-02 23:20:23 (UTC)
Menyusui adalah cara terbaik untuk memberi si kecil nutrisi dan energi yang dibutuhkan. Selain untuk memberi makanan pada si kecil, menyusui juga merupakan saat dimana Mam dan si Kecil mendapatkan momen kedekatan. Pahami serba-serbi dalam menyusui, apa jenis makanan yang baik dikonsumsi saat menyusui, dan bagaimana mengetahui apakah si Kecil sudah cukup mendapatkan ASI.

Menempelkan si Kecil di dada Mam telah terbukti memiliki banyak manfaat. Serta memberi Mam momen berharga untuk menikmati ikatan khusus dengannya, posisi ini juga dapat membantu mengatur suhu tubuh si Kecil, mendorong kesiapannya untuk memberi makan setelah terjaga, serta meningkatkan produksi susu Mam. Posisi yang baik akan membantu memastikan si Kecil menyusu dengan benar dan sering menjadi kunci untuk mendapatkan ASI yang nyaman dan memuaskan.

Ikuti kiat berikut untuk memastikan posisi si Kecil sudah tepat dan siap menerima ASI dari Mam:
  • Beri kode

    Saat si Kecil berada di payudara Mam dan siap untuk makan, gelitik bibirnya dengan puting susu sampai mulut terbuka lebar dan siap menerima ASI.

  • Pelukan hangat

    Bawa si Kecil dekat dengan payudara Mam (daripada menyodorkan payudara Mam ke arahnya) dan pastikan dagu dan rahang bawahnya menyentuh payudara Anda terlebih dahulu. Pastikan perut si Kecil dan Mam menempel untuk kenyamanan saat menyusui.

  • Ajak bicara atau bersenandung

    Si kecil telah mendengarkan suara Mam selama beberapa bulan terakhir di dalam rahim. Jadi baginya, suara Mam adalah suara terindah di dunia. Cobalah nyanyikan lagu atau bersenandung saat menyusui. Atau bicaralah tentang perasaan atau kegiatan menyenangkan yang Mam sering lakukan, ini akan membuat Mam lebih relaks dan ia akan menyusu dengan tenang.

Jangan lupa, saat masa menyusui Mam pasti merasa cepat lapar. Mencukupi asupan sehat akan memberi Mam lebih banyak energi untuk merawat si Kecil, terutama dengan mengonsumsi protein. Kacang-kacangan, yogurt, selai kacang atau sandwich ayam, dan telur rebus adalah kudapan ringan yang bisa Anda makan dengan satu tangan, dan semuanya merupakan sumber protein yang baik. Tidak perlu mewah, namun pastikan makan dari asupan bernutrisi seimbang yang disarankan pakar kesehatan.

Simpanlah segelas atau botol air tepat di samping Mam saat menyusui. Proses menyusui menciptakan reaksi hormonal yang bisa membuat Mam cepat merasa haus. Jangan sampai dehidrasi ya, Mam!
 
Refeensi:
  • https://www.babycenter.com/0_positions-and-tips-for-making-breastfeeding-work_8784.bc
  • https://www.babycenter.com/breastfeeding
  • https://www.womenshealth.gov/itsonlynatural/fitting-it-into-your-life/10-things-moms-can-do-while-breastfeeding.html
Penulis
DR Dr Rini Sekartini SpA K

Dokter Spesialis Anak Konsultan alumni Fakultas Kedokteran UI Jakarta dan saat ini praktek sebagai Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top