Stimulasi

Faktor Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini 15 Bulan-5 Tahun

By: Alia An Dhiva 2015-06-07 17:00:00 (UTC)

"Tumbuh kembang si kecil sudah maksimal belum ya?" Pertanyaan ini pastinya sering muncul dalam benak Mam. Bahkan, ada orang tua yang sangat cemas saat melihat perkembangan anak 5 tahun lainnya lebih aktif. Perlu Mam ketahui, pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini memang berbeda-beda pada setiap anak. Namun, Mam bisa kok memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang si kecil.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini

Kasih sayang adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak akan berjalan optimal. Anak yang mendapat perhatian serta kasih sayang lebih dari orang tuanya dapat tubuh lebih baik. Perhatian, sentuhan, dan bonding antara orang tua dan anak harus terjalin baik. Ini agar si kecil dapat tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri dan akal pintar.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak 5 Tahun

Bermain adalah dunia anak-anak yang sangat menyenangkan. Selain untuk kesenangan saja, bermain merupakan media si kecil untuk belajar banyak hal. Bermain puzzle misalnya, si kecil tidak hanya ditantang menyusun gambar dengan benar. Saat bermain puzzle si kecil juga melakukan proses berpikir dan logika untuk menentukan gambar mana yang sesuai. 

Nutrisi Tepat untuk Perkembangan Anak 15 Bulan

​Asupan makanan setiap harinya merupakan salah satu faktor penting dalam masa perkembangan anak 15 bulan. Dalam masa pertumbuhan, si kecil sangat membutuhkan nutrisi. Asupan protein, kalsium, vitamin, karbohidrat, dan mineral akan mendukung gerak aktif, perkembangan otak, serta pertumbuhan fisik anak. Jadi, pastikan Mam selalu menyajikan makanan lezat dan bergizi.



Jangan dulu cemas jika si kecil belum se-aktif anak teman Mam. Terus hujani si kecil dengan kasih sayang, asupan nutrisi yang baik, dan ajak bermain aneka permainan edukatif untuk tumbuh kembangnya yang optimal. Semoga bermanfaat ya, Mam.

Sumber:
webmd.com/parenting/baby/infant-development-9/brain-development
babycenter.com/0_5-secrets-to-raising-a-smart-baby_10370985.bc

Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Stimulasi

I Have a Great Pap!

By: NITA SUSILAWATI 2017-11-01 03:24:07 (UTC)
Menurut penelitian Kalter and Rember (2014) dari Children’s Psychiatric Hospital, University of Michigan, minimnya peran Pap dalam pengasuhan berdampak pada psikologi anak, sebanyak 63% mengalami masalah kegelisahan, cemas, depresi dan fobia dan moody. 56% memiliki kemampuan di bawah rata-rata dan 43% anak melakukan agresi pada orang tuanya. Data ini tentu mengejutkan sekaligus menjadi pengingat kita mengenai pentingnya peran Pap dalam tumbuh kembang anak. 
Budaya di Indonesia memang kerap menitikberatkan pengasuhan anak kepada Mam. Hal ini terjadi karena sering kali muncul stigma negatif terhadap Pap yang ikut terlibat dalam pengasuhan anak. Namun banyaknya informasi dan beragam penelitian yang menunjukan pentingnya peran Pap dalam pengasuhan anak, kini tren pun mulai bergeser. Pap modern kini tidak lagi takut akan “label” yang mungkin akan menyertainya ketika ikut mengurus si buah hati. Selain bonding yang kuat, menurut sebuah penelitian hal ini juga dapat meningkatkan nilai akademis anak di sekolah hingga 39% (American Intitutes of Research 2013). Anak pun akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Jika ia laki-laki maka anak akan mendapatkan sosok panutan/ idola yang kelak akan membentuk karakter maskulinnya. Sementara itu, si anak perempuan yang dekat dengan Pap akan mendapatkan perlindungan dan rasa aman sehingga ia bisa tumbuh jadi pribadi yang mampu menghargai dirinya. 
 
Beberapa aktivitas di bawah ini akan menambah kedekatan Pap dan si Kecil. Pastikan Pap menjauhkan ponsel dan cobalah untuk 100% berada di dekat anak baik fisik maupun pikiran Anda. 
  • Setidaknya habiskan waktu bermain dan ngobrol selama 30 menit bersama anak. 
  • Terlibat sejak awal kelahiran anak. Sejak bayi sempatkan untuk bergantian bersama Mam menggantikan popok, bermain atau memberikan susu anak. 
  • Ajari anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya. Beri arahan tetapi bukan batasan agar anak belajar lebih mandiri. 
  • Bacakan mereka cerita pengantar tidur. Selain menjadi momen kedekatan dengan anak, melalui cerita banyak nilai dan pelajaran yang bisa diberikan.
  • Kembangkan imajenasinya dengan ikut bermain peran bersama anak. Menjadi konyol sesekali dan masuk ke dunia anak akan membuatnya semakin mencintai Anda. 
  • Rencanakan sebuah kejutan manis untuk Mam bersama anak. Ia akan melihat dan belajar bagaimana cara mencintai dan menghargai seseorang seperti yang Pap lakukan.  
Ada banyak cara untuk membuat pola asuh yang seru untuk si Kecil; segera dapatkan informasinya di sini agar si Kecil pintarnya beda. 
 
Sumber
  • http://childrightsngo.com/crfdata/download_section/1Effects%20on%20Children%20Research%20Report.pdf
  • Majalah Femina no.19/2017 “Ayah ada, Ayah Tiada”
  • http://www.artofmanliness.com/2008/08/03/18-tips-for-being-a-great-dad/
  • https://www.brighthorizons.com/family-resources/e-family-news/2012-the-art-of-being-a-father
Penulis
NITA SUSILAWATI

Hal rutin yang dilakukan Nita Susilawati sebelum berangkat kerja adalah menyiapkan kebutuhan sekolah si Kecil dan mengantarkannya ke sekolah. Sebagai copy writer Pusat Kreatif Femina, Nita sudah menulis banyak artikel seputar anak dan balita. Kesibukan lain wanita yang tinggal di Bekasi ini adalah mengelola bisnis online ontologi dan komunitas crafting jelicraft bersama teman temannya.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top