Tumbuh Kembang

Permainan Edukatif Anak SD yang Mendidik

By: Annisa Steviani 2017-11-14 13:25:02
Bicara mainan edukatif, biasanya yang terbesit adalah mainan untuk balita. Padahal, sampai usia SD, anak masih perlu bermain. Apa saja permainan anak SD yang mendidik? Yuk, cari tahu pilihan permainan anak yang dapat mendukung sinergi kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial si Kecil!

Usia 0-6 tahun adalah periode emas tumbuh kembang si Kecil yang harus dioptimalkan. Dalam fase ini, si Kecil memiliki kemampuan menyerap informasi sangat tinggi. Karena itu, berbagai stimulasi, baik sensorik maupun motorik harus terus diberikan untuk perkembangan otak si Kecil.


Supaya tetap menyenangkan, stimulasi bisa dilakukan dengan berbagai permainan anak yang mendidik sesuai usianya. Ini karena kebutuhan anak 2 tahun tentu berbeda dengan anak 6 tahun. Anak 2 tahun masih fokus pada aktivitas fisik sementara 6 tahun sudah bisa diajak untuk lebih menggunakan akalnya. Untuk tahu lebih jelas tentang apa saja yang perlu Mam pertimbangkan sebelum membelikan mainan bagi si Kecil, klik laman ini.

Menentukan apa mainannya pun susah-susah gampang ya, Mam! Kadang niat bermain jadi hilang karena bingung mainan apa yang harus dimainkan. Padahal sebetulnya bisa apa saja, hanya pastikan mainan itu bermanfaat untuk perkembangan Akal, Fisik, dan Sosialnya, ya.

Kepintaran Akal berkaitan dengan kemampuan kognitif yang meliputi Word Smart, Number Smart, Picture Smart, dan Music Smart. Kepintaran Fisik meliputi Body Smart dan Nature Smart. Di sisi lain, Kepintaran Sosial si Kecil meliputi Self Smart dan People Smart.

Berikut ini adalah sejumlah ide permainan anak SD yang mendidik yang dapat Mam dan Pap berikan kepada si Kecil sesuai jenis kepintarannya:

Kepintaran Akal
  • Puzzle angka, bentuk geometrik, kalkulator, balok susun, origami sederhana, stacking ring, kereta api, mobil-mobilan, monopoli, sempoa (Number Smart).
  • Aneka alat musik mainan, mikrofon mainan, perekam suara, kotak musik, buku audio (Music Smart).
  • Buku cerita, stempel alfabet, buku audio, boneka, mainan karakter, telepon, rumah-rumahan, laptop mainan (Word Smart).
  • Buku gambar, alat menggambar/mewarnai, balok susun, papan tulis kecil, adonan/tanah liat mainan (Picture Smart).
  • Tebak-tebak deskripsi juga bisa jadi permainan seru, lho! Permainan ini sudah bisa dilakukan saat si Kecil berusia 3 tahun. Mam dan Pap menyebut deskripsi suatu benda untuk ditebak si Kecil. Cocok dilakukan saat terjebak macet!


Kepintaran Fisik
  • Bola, tali untuk lompat tali, kuda-kudaan, ayunan, perosotan, sepeda roda tiga, gelembung sabun (Body Smart).
  • Mainan alat berkebun, karakter/boneka hewan, tenda mainan, teropong (Nature Smart).
  • Permainan tradisional seperti galasin, petak umpet, atau engklek juga bisa sekalian mengenalkannya pada budaya Indonesia.

Kepintaran Sosial
  • Buku diary, alat tulis/gambar, adonan/tanah liat mainan (Self Smart).
  • Monopoli, tenda mainan, rumah-rumahan, bola, boneka, karakter/figur miniatur (People Smart).
  • Bermain role play seperti dokter-dokteran atau penjual dan pembeli juga meningkatkan imajinasi dan kemampuan berbahasa si Kecil.
Banyak ya! Jadi jangan takut kehabisan ide! Ayo stimulasi si Kecil melalui permainan anak yang mendidik dan sesuai umurnya untuk mengembangkan otaknya pada periode emas.

Source:
  • anakku.net/permainan-yang-mencerdaskan.html
  • lifestyle.kompas.com/read/2013/04/21/07384075/Pilih.Mainan.Sesuai.Usia.Agar.Anak.Cerdas
  • ayahbunda.co.id/balita-tips/memilih-mainan-untuk-anak-0-5-tahun-
  • ayahbunda.co.id/balita-tips/memilih-mainan-sesuai-usia-
  • gemalaananda.sch.id/2014/06/02/bermain-dan-perkembangan-anak-6-12-tahun/
Penulis
Annisa Steviani

Ibu satu anak yang rutin menulis kesehariannya, terutama suka duka menjadi ibu. Ia pernah bekerja sebagai jurnalis di media online terbesar di Indonesia (2011-2013) dan Social Media & Community Manager di sebuah edisi online surat kabar berbahasa Inggris (2013-sekarang). Selain berisi keseharian sebagai ibu, blognya juga berisi tentang lifestyle dan beauty.

Tumbuh Kembang

Menyapih Anak dari ASI, Ini Tips Jitunya

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 14:39:38
Menyapih anak atau menghentikan anak dari ASI memang tidak mudah. Perlu beberapa persiapan agar Mam dan si Kecil sama-sama siap dan tidak melewati drama saat proses penyapihan.

Kadang si Kecil sebetulnya sudah siap untuk berhenti menyusu, tetapi Mam sendiri yang tidak rela karena takut kehilangan momen bonding. Mam juga mungkin takut merasa tidak dibutuhkan lagi setelah si Kecil berhenti menyusu.

Jangan khawatir, Mam. Banyak cara untuk tetap bonding dengan si Kecil meski sudah disapih. Kini Mam bisa menemukan cara lain untuk menenangkan si Kecil saat ia rewel seperti memeluk, bernyanyi, atau membacakannya buku cerita.

Waktu Menyapih Anak yang Tepat
Tidak ada waktu yang paling tepat atau paling benar untuk menyapih anak dari ASI. Keputusan berada di tangan Mam dan tidak ada alasan khusus tentang seberapa lama anak sebaiknya disusui.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan para ibu untuk menyusui minimal satu tahun. Bahkan, Mam disarankan untuk menyusui lebih lama lagi jika bayi masih menginginkannya dan Mam masih sanggup menyusui.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan ASI eksklusif selama 6 bulan. Mam juga disarankan tetap memberikan ASI hingga si Kecil berusia 2 tahun untuk tumbuh kembang anak yang lebih optimal dan tidak mudah sakit.

Perhatikan juga usia anak saat akan disapih, jika masih di usia 6 bulan hingga sebelum 1 tahun, tandanya Mam harus menyiapkan susu formula. Ini karena di usia itu bayi belum siap makan.

Harus diingat ketika memberikan susu formula dengan dot, Mam suatu hari akan harus menyapihnya juga dari dot. Sebaiknya berikan ASI perah atau susu formula melalui gelas atau sippy cup.

Menyapih anak akan lebih mudah ketika anak sudah tidak tertarik menyusu dan memilih makan makanan lain. Banyak bayi yang memang sudah kehilangan keinginan menyusu dan lebih suka makan makanan keluarga sehingga menyapih pun jadi lebih gampang.

Ada pula bayi yang jadi sangat rewel ketika tidak diberi ASI. Jika sudah merasa sangat lelah dan tidak mampu lagi untuk selalu menyusui, Mam bisa memutuskan untuk mengurangi frekuensi menyusui sampai akhirnya berhenti total.

Jangan langsung berhenti total ya, Mam. Menghentikan susu tiba-tiba bisa jadi sangat traumatis bagi bayi dan bisa menyebabkan plugged duct atau saluran ASI tersumbat. Hal ini bisa menyebabkan demam tinggi pada ibu.

Cara Menyapih Anak dari ASI
Tidak ada cara menyapih anak dari ASI yang saklek dan bisa diikuti oleh semua ibu. Setiap ibu berbeda, anak juga merespons pada proses penyapihan dengan cara berbeda. Cara yang bisa dicoba adalah mengurangi jadwal menyusu. Perhatikan respons si Kecil ketika Mam mencoba mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi.

Setelah satu minggu, anak biasanya sudah terbiasa dengan jadwal menyusu yang sudah berkurang. Produksi ASI  pada payudara juga seharusnya sudah berkurang. Mam bisa menguranginya lagi hingga berhenti sama sekali.

Mam bisa menggunakan distraksi lain seperti bermain saat si Kecil minta menyusu. Pastikan juga si Kecil selalu kenyang sehingga tidak lapar dan tidak ada keinginan untuk menyusu lagi.

Hal tersulit biasanya menghentikan menyusui jelang waktu tidur. Anak sudah ada dalam kebiasaan ini seumur hidupnya sehingga wajar jika sulit dilepaskan. Akan ada beberapa hari bahkan beberapa minggu anak jadi kesulitan tidur dan jadi rewel. Itu merupakan hal yang wajar dan sebuah fase yang memang harus dilalui.

Jika anak sudah lebih besar dan bisa berkomunikasi dua arah, jangan lupa untuk memberitahunya, ya Mam! Ulangi terus kenapa ia harus berhenti menyusu untuk memudahkan si Kecil benar-benar berhenti.

Mam juga bisa membuat deadline dengan perjanjian. Misalnya Mam bisa menjanjikan pesta ulang tahun kalau si Kecil bisa berhenti menyusu. Ceritakan betapa serunya pesta ulang tahun dan ingatkan terus tentang syarat berhenti menyusu. Banyak Mam yang berhasil dengan cara seperti ini.

Jangan lupa minta dukungan keluarga, ya! Suami yang sigap menemani bermain saat anak rewel minta menyusu bisa jadi bantuan yang memudahkan proses menyapih.
Cara menyapih anak dari ASI ini bisa saja gagal ketika saat proses penyapihan, anak jatuh sakit. Anak sakit biasanya butuh cairan lebih banyak agar tidak dehidrasi sehingga mereka kembali sering menyusu.

Pastikan juga si Kecil tidak sedang menjalani perubahan lain. Balita hanya sanggup menghadapi perubahan satu per satu. Jadi jika ia baru selesai toilet training, Mam mungkin bisa menunda penyapihan hingga beberapa minggu ke depan.

Atau mungkin momennya bersamaan dengan keluarga baru pindah rumah, anak pindah daycare, atau Mam kembali bekerja di kantor biasanya proses menyapih jadi lebih sulit. Tunggu saja dulu dengan sabar. Cepat atau lambat, ia akan berhenti juga, kok.
 
Source:
babycenter.com/0_weaning-when-and-how-to-stop-breastfeeding_3272.bc
medicinenet.com/7_signs_its_time_to_wean_your_baby_from_breastfee/article.htm#what_are_the_best_foods_to_start_weaning_a_baby_with
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top