Tumbuh Kembang

Permainan Edukatif Anak SD yang Mendidik

By: Annisa Steviani 2017-11-13 23:25:02 (UTC)
Bicara mainan edukatif, biasanya yang terbesit adalah mainan untuk balita. Padahal, sampai usia SD, anak masih perlu bermain. Apa saja permainan anak SD yang mendidik? Yuk, cari tahu pilihan permainan anak yang dapat mendukung sinergi kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial si Kecil!

Usia 0-6 tahun adalah periode emas tumbuh kembang si Kecil yang harus dioptimalkan. Dalam fase ini, si Kecil memiliki kemampuan menyerap informasi sangat tinggi. Karena itu, berbagai stimulasi, baik sensorik maupun motorik harus terus diberikan untuk perkembangan otak si Kecil.


Supaya tetap menyenangkan, stimulasi bisa dilakukan dengan berbagai permainan anak yang mendidik sesuai usianya. Ini karena kebutuhan anak 2 tahun tentu berbeda dengan anak 6 tahun. Anak 2 tahun masih fokus pada aktivitas fisik sementara 6 tahun sudah bisa diajak untuk lebih menggunakan akalnya. Untuk tahu lebih jelas tentang apa saja yang perlu Mam pertimbangkan sebelum membelikan mainan bagi si Kecil, klik laman ini.

Menentukan apa mainannya pun susah-susah gampang ya, Mam! Kadang niat bermain jadi hilang karena bingung mainan apa yang harus dimainkan. Padahal sebetulnya bisa apa saja, hanya pastikan mainan itu bermanfaat untuk perkembangan Akal, Fisik, dan Sosialnya, ya.

Kepintaran Akal berkaitan dengan kemampuan kognitif yang meliputi Word Smart, Number Smart, Picture Smart, dan Music Smart. Kepintaran Fisik meliputi Body Smart dan Nature Smart. Di sisi lain, Kepintaran Sosial si Kecil meliputi Self Smart dan People Smart.

Berikut ini adalah sejumlah ide permainan anak SD yang mendidik yang dapat Mam dan Pap berikan kepada si Kecil sesuai jenis kepintarannya:

Kepintaran Akal
  • Puzzle angka, bentuk geometrik, kalkulator, balok susun, origami sederhana, stacking ring, kereta api, mobil-mobilan, monopoli, sempoa (Number Smart).
  • Aneka alat musik mainan, mikrofon mainan, perekam suara, kotak musik, buku audio (Music Smart).
  • Buku cerita, stempel alfabet, buku audio, boneka, mainan karakter, telepon, rumah-rumahan, laptop mainan (Word Smart).
  • Buku gambar, alat menggambar/mewarnai, balok susun, papan tulis kecil, adonan/tanah liat mainan (Picture Smart).
  • Tebak-tebak deskripsi juga bisa jadi permainan seru, lho! Permainan ini sudah bisa dilakukan saat si Kecil berusia 3 tahun. Mam dan Pap menyebut deskripsi suatu benda untuk ditebak si Kecil. Cocok dilakukan saat terjebak macet!


Kepintaran Fisik
  • Bola, tali untuk lompat tali, kuda-kudaan, ayunan, perosotan, sepeda roda tiga, gelembung sabun (Body Smart).
  • Mainan alat berkebun, karakter/boneka hewan, tenda mainan, teropong (Nature Smart).
  • Permainan tradisional seperti galasin, petak umpet, atau engklek juga bisa sekalian mengenalkannya pada budaya Indonesia.

Kepintaran Sosial
  • Buku diary, alat tulis/gambar, adonan/tanah liat mainan (Self Smart).
  • Monopoli, tenda mainan, rumah-rumahan, bola, boneka, karakter/figur miniatur (People Smart).
  • Bermain role play seperti dokter-dokteran atau penjual dan pembeli juga meningkatkan imajinasi dan kemampuan berbahasa si Kecil.
Banyak ya! Jadi jangan takut kehabisan ide! Ayo stimulasi si Kecil melalui permainan anak yang mendidik dan sesuai umurnya untuk mengembangkan otaknya pada periode emas.

Source:
  • anakku.net/permainan-yang-mencerdaskan.html
  • lifestyle.kompas.com/read/2013/04/21/07384075/Pilih.Mainan.Sesuai.Usia.Agar.Anak.Cerdas
  • ayahbunda.co.id/balita-tips/memilih-mainan-untuk-anak-0-5-tahun-
  • ayahbunda.co.id/balita-tips/memilih-mainan-sesuai-usia-
  • gemalaananda.sch.id/2014/06/02/bermain-dan-perkembangan-anak-6-12-tahun/
Penulis
Annisa Steviani

Ibu satu anak yang rutin menulis kesehariannya, terutama suka duka menjadi ibu. Ia pernah bekerja sebagai jurnalis di media online terbesar di Indonesia (2011-2013) dan Social Media & Community Manager di sebuah edisi online surat kabar berbahasa Inggris (2013-sekarang). Selain berisi keseharian sebagai ibu, blognya juga berisi tentang lifestyle dan beauty.

Tumbuh Kembang

9 Cara Kembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak

By: Wyeth Nutrition 2018-01-19 00:43:50 (UTC)
Setiap anak memiliki cara yang unik dalam menyerap informasi. Mam mungkin merasa bingung dengan si Kecil yang lebih cenderung bergerak aktif dan berkesan kurang berkonsentrasi dalam hal pelajaran sekolah. Padahal belum tentu si Kecil tidak memperhatikan materi pelajaran, Mam. Bisa jadi si Kecil termasuk anak yang perkembangannya mengacu pada kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik ditandai dengan kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola obyek. Si Kecil suka berekspresi dalam mimik atau gaya, atletik, menari, kuat, dan terampil dalam motorik halus, koordinasi tangan dan mata, motorik kasar dan daya tahan.

Anak dengan kecerdasan kinestetik lebih cepat bosan dengan gaya belajar yang hanya duduk diam dan mendengarkan pelajaran. Anak dengan kecerdasan kinestetik menyukai gaya belajar dengan menggunakan obyek, melakukan eksperimen dan tugas fisik yang dilakukan secara berulang. Mam bisa mengembangkan kecerdasan kinestetiknya di rumah sehingga bisa memaksimalkan proses belajar si Kecil dengan 9 gaya belajar berikut ini:
  1. Bermain peran dan terlibat bermain dengan si Kecil. Mam bisa bermain sebagai penjual pembeli, atau dokter dan pasien bersama si Kecil. Minta si Kecil menceritakan perasaannya setelah melakukan kegiatan tersebut. 
  2. Latih keseimbangan. Kegiatan menari mampu melatih keseimbangan gerak si Kecil, melatih keselarasan gerak, kekuatan dan kelenturan ototnya. 
  3. Terlibat dengan alam. Dari pada melihat gambar, ajak si Kecil ke kebun rumah dan biarkan ia menyentuh dan melihat langsung jenis tumbuhan yang Mam ingin perkenalkan pada si Kecil. 
  4. Yuk, bikin kelas drama bersama si Kecil! Si Kecil kurang tertarik jika harus duduk dan mendengarkan dongeng, namun akan berbeda ketika Anda memerankannya dengan gerak bersama si Kecil. 
  5. Dukung hobi si Kecil. Libatkan ia dalam kompetisi maupun seni pertunjukan yang juga akan mengasah kepercayaan dirinya. 
  6. Ajak si Kecil dalam kegiatan yang memperbaiki atau membuat sesuatu. Ia akan belajar memecahkan masalah dengan cara belajar yang disukainya. 
  7. Libatkan si Kecil dalam kegiatan ekstrakurikuler. Salurkan kecerdasan kinestetik anak dengan memilih kegiatan yang banyak mengandalkan fisik seperti karate, menari, futsal, basket, dan sebagainya. Kegiatan ini dapat membantu anak bersosialisasi dengan teman sebaya.
  8. Kenalkan konsep bentuk dengan gerak. Si Kecil akan lebih mudah mengenali huruf dengan menggunakan gerakan, begitu juga dengan konsep panjang pendek yang dipraktekan dengan lengan. 
  9. Berikan ruang belajar yang variatif. Bebaskan si Kecil memilih tempat dan gaya belajarnya seperti duduk di karpet, duduk di meja belajar, atau belajar di halaman rumah. 
Perkaya wawasan tentang pengasuhan anak agar Mam dan Pap makin termotivasi dalam mengasuh si Kecil yang makin aktif, dengan berkunjung ke sini

Sumber:

https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/permainan-kinestetik 
http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/gaya+belajar+anak+tipe+kinestetik
http://pauddikmaskalsel.kemdikbud.go.id/index.php/produk-bp-paudni/jurnal-bp-paudni/312-mengoptimalkan-kecerdasan-kinestetik-anak-usia-dini-dengan-brain-gym
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top