Kesehatan

Persiapan Melahirkan Ini Bikin Mam Lebih Tenang Menjalani Persalinan

By: Alia An Dhiva 2016-12-20 02:23:54 (UTC)

Memasuki bulan terakhir kehamilan, Mam bisa menjadi semakin sibuk. Selain mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi persalinan, Mam juga mungkin tengah melengkapi berbagai kebutuhan si Kecil untuk pascakelahirannya nanti. Nah, sudah sejauh mana persiapan melahirkan yang Mam lakukan?

Di samping mempersiapkan diri untuk persiapan melahirkan, ada beberapa hal lain yang juga tak kalah penting untuk dipikirkan lho, Mam. Yuk, lihat daftarnya di sini.

  • Tempat melahirkan

    Sejak awal kehamilan, Mam tentu telah beberapa kali berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan. Bila Mam sudah cocok dengan bidan atau dokter tersebut, mulailah membicarakan tentang rencana melahirkan Mam. Tanyakan apa saja persiapan melahirkan yang perlu Mam lakukan. Tanyakan di mana saja dokter atau bidan itu berpraktik, lalu utarakan keinginan Mam untuk melahirkan di bawah pengawasannya. Saat memilih tempat melahirkan, sebaiknya pilih klinik atau rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari rumah atau tempat kerja Mam. Dengan begitu, bila waktu melahirkan tiba, Mam tidak akan menemui banyak hambatan untuk sampai ke sana.

  • Metode melahirkan

    Bila kondisi kehamilan Mam sehat, kemungkinan besar Mam akan melahirkan secara normal. Namun, jika ada kondisi tertentu atau timbul komplikasi di akhir masa kehamilan yang mengancam keselamatan Mam atau si Kecil, bisa saja dokter akan merekomendasikan persalinan secara Caesar. Sebagai persiapan melahirkan, ada baiknya Mam mengetahui seperti apa tahapan melahirkan secara normal maupun Caesar. Dengan begitu, Mam memiliki bayangan seperti apa proses yang akan dilalui pada masing-masing metode tersebut. Mam juga tidak akan kaget ketika rencana melahirkan secara normal mendadak harus diganti dengan metode Caesar.

  • Tenaga ahli yang membantu persalinan

    Persiapan melahirkan yang satu ini jangan sampai terlewatkan ya, Mam. Menentukan siapa yang akan membantu Mam bersalin dapat membantu Mam lebih tenang dalam menyambut datangnya hari melahirkan. Pastikan dokter atau bidan yang akan membantu persalinan Mam memahami kebutuhan dan keinginan Mam. Misalnya, bersedia memfasilitasi praktik IMD, merekomendasikan rawat gabung dengan bayi, dan lain sebagainya.

  • Pendamping persalinan

    Menentukan siapa yang akan mendampingi Mam pada saat persalinan juga termasuk persiapan melahirkan yang penting. Bicarakan dengan Pap tentang hal ini ya, Mam. Termasuk siapa yang dapat menemani Mam di dalam ruang bersalin bila ternyata pada hari H Pap tidak dapat datang tepat waktu. Tanyakan juga kepada rumah sakit atau klinik tempat Mam berencana melahirkan, seperti apa kebijakan mengenai orang yang dapat mendampingi pada saat proses persalinan berlangsung. Apakah pendamping haruslah bagian dari keluarga, berapa jumlah orang yang dapat menemani Mam di dalam ruang bersalin, dan lain-lain.

  • Tas untuk dibawa ke rumah sakit

    Memasuki bulan terakhir kehamilan, sebaiknya Mam sudah mempersiapkan tas yang berisi berbagai keperluan Mam dan si Kecil selama di rumah sakit. Jadi, apabila tiba-tiba gejala melahirkan timbul lebih awal dari jadwal yang seharusnya, Mam tidak akan kerepotan lagi mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa, dan dapat langsung pergi ke rumah sakit membawa tas tersebut. Beberapa keperluan penting untuk persiapan melahirkan misalnya, baju untuk melahirkan dan menyusui, pakaian dalam, peralatan mandi, dan kelengkapan administrasi rumah sakit (kartu rumah sakit, kartu asuransi, uang tunai). Sementara, barang-barang yang dibutuhkan bayi di antaranya popok, pakaian, selimut, sarung tangan dan kaki, serta topi.

  • Mencari informasi tentang IMD

    Mencari informasi tentang IMD juga termasuk ke dalam salah satu persiapan melahirkan lho, Mam. IMD dilakukan dengan cara meletakkan bayi di atas perut dan dada Mam tepat setelah ia lahir. Selanjutnya, ia akan merangkak dan mencari sendiri puting susu Mam hingga akhirnya mengisap ASI. Proses IMD ini dilakukan selama kurang lebih 1 jam. Pastikan Mam mencari informasi yang lengkap tentang IMD, ya. Pasalnya, setiap rumah sakit memiliki kebijakan yang berbeda mengenai praktik IMD. Dan, tidak semua dokter bersedia memfasilitasi praktik IMD. Maka dari itu, sebelum melahirkan, sebaiknya Mam sudah membicarakan dengan dokter kandungan mengenai keinginan untuk melakukan IMD.

  • Mempelajari teknik menyusui yang benar

    Persiapan melahirkan yang satu ini dapat Mam lakukan sejak jauh-jauh hari. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai teknik menyusui yang benar. Mam perlu memahami bahwa tidak semua bayi langsung menyusu begitu lahir. Dan, tidak semua ASI langsung keluar begitu proses persalinan usai. Jadi, tak perlu panik bila pada hari pertama atau kedua setelah melahirkan, ASI Mam masih belum banyak keluar. Jika Mam sudah pernah mempelajari teknik menyusui yang benar, maka bayi dapat mengisap ASI dengan nyaman, dan produksi ASI pun akan meningkat dengan sendirinya. Jika ada kesulitan, Mam dapat meminta bantuan perawat atau konselor laktasi di rumah sakit.


Semakin mendekati hari persalinan, bisa saja Mam semakin waswas. Untuk membantu meringankan pikiran Mam, mintalah bantuan Pap dalam mempersiapkan berbagai keperluan melahirkan. Minta ia menyusun daftar persiapan melahirkan yang sudah siap serta yang masih perlu diselesaikan. Selamat menanti kelahiran si Kecil, Mam.


Sumber:
babycenter.com/0_ten-smart-ways-to-prepare-for-your-babys-birth_10328975.bc
alodokter.com/bekal-persiapan-melahirkan-bagi-calon-ibu
ayahbunda.co.id/kelahiran-gizi-kesehatan/inisiasi-menyusui-dini-

Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top