Persiapan Melahirkan Ini Bikin Mam Lebih Tenang Menjalani Persalinan

Selasa, 20 Desember 2016, 16:23 WIB3 Shares
Memasuki bulan terakhir kehamilan, Mam bisa menjadi semakin sibuk. Selain mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi persalinan, Mam juga mungkin tengah melengkapi berbagai kebutuhan si Kecil untuk pascakelahirannya nanti. Nah, sudah sejauh mana persiapan melahirkan yang Mam lakukan?
 
Di samping mempersiapkan diri untuk persalinan, ada beberapa hal lain yang juga tak kalah penting untuk dipikirkan lho, Mam. Yuk, lihat daftarnya di sini.

Tempat melahirkan
Sejak awal kehamilan, Mam tentu telah beberapa kali berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan. Bila Mam sudah cocok dengan bidan atau dokter tersebut, mulailah membicarakan tentang rencana melahirkan Mam. Tanyakan apa saja persiapan melahirkan yang perlu Mam lakukan. Tanyakan di mana saja dokter atau bidan itu berpraktik, lalu utarakan keinginan Mam untuk melahirkan di bawah pengawasannya. Saat memilih tempat melahirkan, sebaiknya pilih klinik atau rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari rumah atau tempat kerja Mam. Dengan begitu, bila waktu melahirkan tiba, Mam tidak akan menemui banyak hambatan untuk sampai ke sana.

Metode melahirkan
Bila kondisi kehamilan Mam sehat, kemungkinan besar Mam akan melahirkan secara normal. Namun, jika ada kondisi tertentu atau timbul komplikasi di akhir masa kehamilan yang mengancam keselamatan Mam atau si Kecil, bisa saja dokter akan merekomendasikan persalinan secara Caesar. Sebagai persiapan melahirkan, ada baiknya Mam mengetahui seperti apa tahapan melahirkan secara normal maupun Caesar. Dengan begitu, Mam memiliki bayangan seperti apa proses yang akan dilalui pada masing-masing metode tersebut. Mam juga tidak akan kaget ketika rencana melahirkan secara normal mendadak harus diganti dengan metode Caesar.

Tenaga ahli yang membantu persalinan
Persiapan melahirkan yang satu ini jangan sampai terlewatkan ya, Mam. Menentukan siapa yang akan membantu Mam bersalin dapat membantu Mam lebih tenang dalam menyambut datangnya hari melahirkan. Pastikan dokter atau bidan yang akan membantu persalinan Mam memahami kebutuhan dan keinginan Mam. Misalnya, bersedia memfasilitasi praktik IMD, merekomendasikan rawat gabung dengan bayi, dan lain sebagainya.

Pendamping persalinan
Menentukan siapa yang akan mendampingi Mam pada saat persalinan juga termasuk persiapan melahirkan yang penting. Bicarakan dengan Pap tentang hal ini ya, Mam. Termasuk siapa yang dapat menemani Mam di dalam ruang bersalin bila ternyata pada hari H Pap tidak dapat datang tepat waktu. Tanyakan juga kepada rumah sakit atau klinik tempat Mam berencana melahirkan, seperti apa kebijakan mengenai orang yang dapat mendampingi pada saat proses persalinan berlangsung. Apakah pendamping haruslah bagian dari keluarga, berapa jumlah orang yang dapat menemani Mam di dalam ruang bersalin, dan lain-lain.

Tas untuk dibawa ke rumah sakit
Memasuki bulan terakhir kehamilan, sebaiknya Mam sudah mempersiapkan tas yang berisi berbagai keperluan Mam dan si Kecil selama di rumah sakit. Jadi, apabila tiba-tiba gejala melahirkan timbul lebih awal dari jadwal yang seharusnya, Mam tidak akan kerepotan lagi mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa, dan dapat langsung pergi ke rumah sakit membawa tas tersebut. Beberapa keperluan penting untuk persiapan melahirkan misalnya, baju untuk melahirkan dan menyusui, pakaian dalam, peralatan mandi, dan kelengkapan administrasi rumah sakit (kartu rumah sakit, kartu asuransi, uang tunai). Sementara, barang-barang yang dibutuhkan bayi di antaranya popok, pakaian, selimut, sarung tangan dan kaki, serta topi.

Mencari informasi tentang IMD
Mencari informasi tentang IMD juga termasuk ke dalam salah satu persiapan melahirkan lho, Mam. IMD dilakukan dengan cara meletakkan bayi di atas perut dan dada Mam tepat setelah ia lahir. Selanjutnya, ia akan merangkak dan mencari sendiri puting susu Mam hingga akhirnya mengisap ASI. Proses IMD ini dilakukan selama kurang lebih 1 jam. Pastikan Mam mencari informasi yang lengkap tentang IMD, ya. Pasalnya, setiap rumah sakit memiliki kebijakan yang berbeda mengenai praktik IMD. Dan, tidak semua dokter bersedia memfasilitasi praktik IMD. Maka dari itu, sebelum melahirkan, sebaiknya Mam sudah membicarakan dengan dokter kandungan mengenai keinginan untuk melakukan IMD.

Mempelajari teknik menyusui yang benar
Persiapan melahirkan yang satu ini dapat Mam lakukan sejak jauh-jauh hari. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai teknik menyusui yang benar. Mam perlu memahami bahwa tidak semua bayi langsung menyusu begitu lahir. Dan, tidak semua ASI langsung keluar begitu proses persalinan usai. Jadi, tak perlu panik bila pada hari pertama atau kedua setelah melahirkan, ASI Mam masih belum banyak keluar. Jika Mam sudah pernah mempelajari teknik menyusui yang benar, maka bayi dapat mengisap ASI dengan nyaman, dan produksi ASI pun akan meningkat dengan sendirinya. Jika ada kesulitan, Mam dapat meminta bantuan perawat atau konselor laktasi di rumah sakit.

Semakin mendekati hari persalinan, bisa saja Mam semakin waswas. Untuk membantu meringankan pikiran Mam, mintalah bantuan Pap dalam mempersiapkan berbagai keperluan melahirkan. Minta ia menyusun daftar persiapan melahirkan yang sudah siap serta yang masih perlu diselesaikan. Selamat menanti kelahiran si Kecil, Mam.


Sumber:
babycenter.com/0_ten-smart-ways-to-prepare-for-your-babys-birth_10328975.bc
alodokter.com/bekal-persiapan-melahirkan-bagi-calon-ibu
ayahbunda.co.id/kelahiran-gizi-kesehatan/inisiasi-menyusui-dini-
Diakses pada 19 November 2016
 

0 Komentar

Artikel Terkait

Cara Mengasuh

Apa Itu Kehamilan Kosong?

Baca selengkapnya

Cara Mengasuh

10 Persiapan Menjadi Orang Tua Baru

Baca selengkapnya

Cara Mengasuh

Mengenal Istilah pada Hasil USG Kehamilan di Trimester Pertama

Baca selengkapnya
Hubungi Kami
Hubungi KamiHubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top