Tumbuh Kembang

Pertumbuhan Berat Badan Ideal Bayi pada Tahun Pertama

By: Wyeth Nutrition 2019-05-08 10:36:25
Berat badan bayi merupakan salah satu hal penting yang harus diperiksa secara rutin untuk memastikan tumbuh kembang bayi  sesuai usianya. Bayi yang terlalu kecil atau terlalu besar malah bisa mengindikasikan adanya masalah atau penyakit.

Faktor yang Memengaruhi Berat Badan Bayi

Beberapa hari setelah lahir, berat badan bayi akan menyusut beberapa gram dibandingkan saat baru lahir. Hal ini merupakan hal yang sangat wajar, Mam. Ada beberapa faktor yang memengaruhi berat badan bayi saat baru lahir, yaitu:

1. Usia Kandungan
Bayi yang lahir di atas 36 minggu biasanya akan memiliki berat badan normal. Sebaliknya, ketika bayi lahir prematur, berat badan bayi akan lebih ringan. Itu sebabnya, penghintungan tinggi dan berat badan bayi prematur berbeda dengan bayi pada umumnya. Di sisi lain, bayi yang lahir dengan berat badan lebih berat biasanya lahir di usia kehamilan lebih dari 42 minggu.

2. Jenis Kelamin
Jenis kelamin juga menentukan berat badan bayi ideal. Itu sebabnya, WHO mengeluarkan grafik pertumbuhan dan standar yang berbeda untuk bayi laki-laki dan perempuan. Ini karena bayi laki-laki cenderung lebih berat.

3. Berat Badan dan Kesehatan Gizi Mam
Berat badan Mam juga dapat memengaruhi berat badan bayi. Ini erat kaitannya dengan kesehatan serta asupan gizi Mam saat hamil. Ibu yang gizinya tercukupi akan melahirkan bayi dengan berat badan lebih besar dibandingkan jika Mam mengalami kurang gizi.

Jika Mam memiliki diabetes juga punya kemungkinan melahirkan bayi yang lebih besar. Di sisi lain, kondisi darah tinggi, sakit jantung, atau gangguan ginjal bisa melahirkan bayi yang lebih kecil.

4. Kondisi kesehatan bayi
Selain kondisi kesehatan Mam, kesehatan bayi juga tentu berpengaruh terhadap berat badan idealnya. Meski tidak semua, bayi dengan bawaan sakit (atau punya kelainan kromosom) lebih mungkin punya berat badan yang kecil.

5. Bayi kembar
Bayi kembar harus berbagi nutrisi selama di dalam kandungan. Tak heran jika berat lahirnya akan lebih rendah dibandingkan bayi tunggal. Apalagi bayi kembar tiga, berat badan salah satu bayi pasti lebih kecil dibandingkan dua bayi lainnya.

Mam patut mengingat, bayi yang lahir terlalu besar kemungkinan punya masalah metabolisme seperti gula darah dan kalsium rendah. Selain itu, berat badan bayi juga bisa disebabkan trauma yang terjadi saat proses kelahiran atau level hemoglobin lebih tinggi. Sepertiga dari bayi yang lahir dengan berat lebih besar dari normal umumnya punya masalah asupan makanan.

Sebaliknya, bayi yang lebih kecil harus diperiksa suhu kadar glukosa dan hemoglobinnya. Bayi yang lahir dengan kadar glukosa rendah biasanya sangat lemah. Jika ASI belum keluar, dokter akan menyarankan pemberian susu formula.

Menentukan Berat Badan Bayi Ideal
Berat badan bayi diperiksa menggunakan standar growth chart atau grafik pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin bayi. Dari grafik ini akan terlihat apakah berat badan bayi ideal, lebih, atau kurang.

Dari situ akan muncul angka rata-rata berat badan bayi dibandingkan bayi lain seusianya. Misalnya, jika si Kecil ada di 50th percentile, ia termasuk bayi tengah-tengah. Jika si Kecil ada di 10th percentile, ia termasuk 10% bayi dengan berat badan terkecil dibandingkan bayi seusianya.

Percentile ini yang biasanya membuat Mam dan Pap khawatir. Padahal, angka percentile yang kecil atau di bawah rata-rata bukan berarti ada masalah. Selama grafiknya terus naik, artinya si Kecil tetap tumbuh berapa pun percentile-nya.

Jangan pula mudah membandingkan dengan anak lain, bahkan dengan kakak atau adiknya sendiri. Ini karena setiap anak tumbuh dan berkembang sesuai kecepatannya masing-masing. Setiap anak punya bentuk tubuh sehat yang berbeda.

Saat baru lahir hingga 6 bulan, bayi harus dicek berat badannya setiap bulan, Dari 6 bulan hingga usia 1 tahun, bayi harus dicek minimal 2 bulan sekali. Di atas 1 tahun, berat badan harus ditimbang setiap 3 bulan.

Pada 6 bulan pertama, berat badan bayi akan naik secara signifikan. Idealnya, berat badan bayi perempuan di usia 1-3 bulan akan berkisar di angka 5,4-6,5 kg. Bayi laki-laki beratnya akan ada di angka 5,8-7 kg.

Pertumbuhan berat ini akan berkurang seiring usia. Saat usia 4-6 bulan, bayi masih akan bertumbuh dengan cepat. Berat badan bayi akan bertambah menjadi dua kali lipat dari berat saat lahir. Idealnya, berat badan bayi perempuan di usia 4-6 bulan adalah 6,8-8 kg, dan berat bayi laki-laki akan berada di angka 7,8-8,5 kg.

Dari 6 bulan hingga usia 1 tahun, berat badan bayi akan mencapai tiga kali beratnya saat lahir. Idealnya, di usia ini bayi perempuan akan mencapai berat 8,2-9,7 kg, sementara berat bayi laki-laki akan mencapai 9-10,3 kg.

Setelah si Kecil bisa berjalan dan memasuki usia toddler atau balita, ia akan sudah lebih punya banyak aktivitas sehingga kenaikan berat badannya tidak secepat saat bayi. Berat badan bayi juga bisa turun drastis saat ia sakit, namun akan kembali normal setelah 2-3 minggu.

Tak punya timbangan bayi di rumah untuk selalu mengecek berat badan bayi? Mam bisa menggunakan timbangan biasa. Pertama, gendong bayi kemudian timbang. Kedua, timbang berat badan Mam dan hitung selisihnya.

Nutrisi untuk Memenuhi Kebutuhan Gizi Bayi
Agar berat badan bayi ideal dan sesuai dengan grafik pertumbuhan, salah satu faktor pendukungnya adalah nutrisi. Pada 6 bulan pertama, bayi hanya butuh ASI atau susu formula. Mam bisa menyusui bayi sesering  mungkin hingga bayi merasa kenyang.

Perhatikan juga frekuensi buang air kecil bayi karena bayi baru lahir dan kurang minum ASI biasanya bilirubinnya menjadi rendah sehingga mengakibatkan bayi kuning. Frekuensi buang air besar juga punya efek pada kenaikan berat badan bayi

Pada 3 bulan pertama, bayi bisa saja buang air besar sehari 3 kali dan itu hal yang normal. Sampai usia 6 bulan, ada bayi yang bisa tidak buang air besar hingga 20 hari dan tidak mengalami sakit apa pun selama bentuk tinja masih wajar dan bayi tidak mengalami sembelit.

Memasuki usia 6 bulan, nutrisi dalam ASI sudah tidak mencukupi lagi untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Pada usia ini si Kecil sudah boleh diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Di awal MPASI, perkenalkan berbagai jenis makanan dalam porsi kecil serta sudah dihaluskan. Jangan lupa perkenalkan berbagai rasa agar bayi terbiasa dengan ragam jenis makanan.

Pastikan makanan mengandung karbohidrat, protein, serat, dan lemak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Perhatikan pula makanan yang membuat bayi sembelit. Pada bayi, makanan berserat bisa membuat sembelit dan menambahkan lemak tambahan seperti minyak zaitun atau unsalted butter bisa membuat pencernaan bayi lebih lancar dan membantu kenaikan berat badan bayi.

Jangan lupa tetap berikan ASI ya, Mam! Hingga usia 1 tahun, bayi masih tetap membutuhkan ASI karena makanan masih sebagai pendamping tambahan untuk ASI. Memasuki usia 1 tahun, makanan yang diberikan sudah harus lebih kasar. Si Kecil juga sudah bisa diberi snack sehat 3 kali dalam sehari. Jangan lupa tetap perhatikan komposisi karbohidrat, serat, lemak, dan protein serta buah-buahan.

Berat badan ideal bayi memang membuat khawatir banyak orang tua. Namun, kalau Mam dan Pap selalu memperhatikan kebutuhan nutrisi serta rajin mencatat tumbuh kembangnya, kekurangan akan cepat terdeteksi dan ditemukan solusinya. Konsultasikan pada dokter anak atau dokter tumbuh kembang untuk bertanya langsung tentang berat badan bayi ideal.
 
Source:
healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Tracking-Your-Babys-Weight-and-Measurements.aspx
babycenter.com/0_growth-charts-taking-your-babys-measurements_1620.bc
nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/baby-weight-and-height/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Tumbuh Kembang

Menyapih Anak dari ASI, Ini Tips Jitunya

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 14:39:38
Menyapih anak atau menghentikan anak dari ASI memang tidak mudah. Perlu beberapa persiapan agar Mam dan si Kecil sama-sama siap dan tidak melewati drama saat proses penyapihan.

Kadang si Kecil sebetulnya sudah siap untuk berhenti menyusu, tetapi Mam sendiri yang tidak rela karena takut kehilangan momen bonding. Mam juga mungkin takut merasa tidak dibutuhkan lagi setelah si Kecil berhenti menyusu.

Jangan khawatir, Mam. Banyak cara untuk tetap bonding dengan si Kecil meski sudah disapih. Kini Mam bisa menemukan cara lain untuk menenangkan si Kecil saat ia rewel seperti memeluk, bernyanyi, atau membacakannya buku cerita.

Waktu Menyapih Anak yang Tepat
Tidak ada waktu yang paling tepat atau paling benar untuk menyapih anak dari ASI. Keputusan berada di tangan Mam dan tidak ada alasan khusus tentang seberapa lama anak sebaiknya disusui.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan para ibu untuk menyusui minimal satu tahun. Bahkan, Mam disarankan untuk menyusui lebih lama lagi jika bayi masih menginginkannya dan Mam masih sanggup menyusui.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan ASI eksklusif selama 6 bulan. Mam juga disarankan tetap memberikan ASI hingga si Kecil berusia 2 tahun untuk tumbuh kembang anak yang lebih optimal dan tidak mudah sakit.

Perhatikan juga usia anak saat akan disapih, jika masih di usia 6 bulan hingga sebelum 1 tahun, tandanya Mam harus menyiapkan susu formula. Ini karena di usia itu bayi belum siap makan.

Harus diingat ketika memberikan susu formula dengan dot, Mam suatu hari akan harus menyapihnya juga dari dot. Sebaiknya berikan ASI perah atau susu formula melalui gelas atau sippy cup.

Menyapih anak akan lebih mudah ketika anak sudah tidak tertarik menyusu dan memilih makan makanan lain. Banyak bayi yang memang sudah kehilangan keinginan menyusu dan lebih suka makan makanan keluarga sehingga menyapih pun jadi lebih gampang.

Ada pula bayi yang jadi sangat rewel ketika tidak diberi ASI. Jika sudah merasa sangat lelah dan tidak mampu lagi untuk selalu menyusui, Mam bisa memutuskan untuk mengurangi frekuensi menyusui sampai akhirnya berhenti total.

Jangan langsung berhenti total ya, Mam. Menghentikan susu tiba-tiba bisa jadi sangat traumatis bagi bayi dan bisa menyebabkan plugged duct atau saluran ASI tersumbat. Hal ini bisa menyebabkan demam tinggi pada ibu.

Cara Menyapih Anak dari ASI
Tidak ada cara menyapih anak dari ASI yang saklek dan bisa diikuti oleh semua ibu. Setiap ibu berbeda, anak juga merespons pada proses penyapihan dengan cara berbeda. Cara yang bisa dicoba adalah mengurangi jadwal menyusu. Perhatikan respons si Kecil ketika Mam mencoba mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi.

Setelah satu minggu, anak biasanya sudah terbiasa dengan jadwal menyusu yang sudah berkurang. Produksi ASI  pada payudara juga seharusnya sudah berkurang. Mam bisa menguranginya lagi hingga berhenti sama sekali.

Mam bisa menggunakan distraksi lain seperti bermain saat si Kecil minta menyusu. Pastikan juga si Kecil selalu kenyang sehingga tidak lapar dan tidak ada keinginan untuk menyusu lagi.

Hal tersulit biasanya menghentikan menyusui jelang waktu tidur. Anak sudah ada dalam kebiasaan ini seumur hidupnya sehingga wajar jika sulit dilepaskan. Akan ada beberapa hari bahkan beberapa minggu anak jadi kesulitan tidur dan jadi rewel. Itu merupakan hal yang wajar dan sebuah fase yang memang harus dilalui.

Jika anak sudah lebih besar dan bisa berkomunikasi dua arah, jangan lupa untuk memberitahunya, ya Mam! Ulangi terus kenapa ia harus berhenti menyusu untuk memudahkan si Kecil benar-benar berhenti.

Mam juga bisa membuat deadline dengan perjanjian. Misalnya Mam bisa menjanjikan pesta ulang tahun kalau si Kecil bisa berhenti menyusu. Ceritakan betapa serunya pesta ulang tahun dan ingatkan terus tentang syarat berhenti menyusu. Banyak Mam yang berhasil dengan cara seperti ini.

Jangan lupa minta dukungan keluarga, ya! Suami yang sigap menemani bermain saat anak rewel minta menyusu bisa jadi bantuan yang memudahkan proses menyapih.
Cara menyapih anak dari ASI ini bisa saja gagal ketika saat proses penyapihan, anak jatuh sakit. Anak sakit biasanya butuh cairan lebih banyak agar tidak dehidrasi sehingga mereka kembali sering menyusu.

Pastikan juga si Kecil tidak sedang menjalani perubahan lain. Balita hanya sanggup menghadapi perubahan satu per satu. Jadi jika ia baru selesai toilet training, Mam mungkin bisa menunda penyapihan hingga beberapa minggu ke depan.

Atau mungkin momennya bersamaan dengan keluarga baru pindah rumah, anak pindah daycare, atau Mam kembali bekerja di kantor biasanya proses menyapih jadi lebih sulit. Tunggu saja dulu dengan sabar. Cepat atau lambat, ia akan berhenti juga, kok.
 
Source:
babycenter.com/0_weaning-when-and-how-to-stop-breastfeeding_3272.bc
medicinenet.com/7_signs_its_time_to_wean_your_baby_from_breastfee/article.htm#what_are_the_best_foods_to_start_weaning_a_baby_with
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top