Kesehatan

Positif Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2017-04-20 12:41:19
Setelah berkonsultasi dengan bidan atau dokter ahli kandungan dan Mam merasa benar-benar sudah pasti hamil, Mam bisa menyampaikan berita gembira ini kepada orang tua, kerabat, dan teman-teman. 

Berkonsultasi kepada bidan atau dokter ahli kandungan.
Walaupun hasil test pack sudah menunjukkan bahwa Mam positif hamil, untuk memastikan kehamilan, buatlah janji konsultasi dengan bidan atau dokter ahli kandungan. Awalnya, ibu hamil mungkin belum mendapatkan dokter yang dirasa pas. Dokter yang satu terlalu galak, dokter yang lain kurang komunikatif, dan banyak lagi alasan lain yang membuat sang dokter kurang mengena di hati Mam. Jangan ragu untuk berganti dokter sampai Mam benar-benar mendapatkan dokter yang “pas di hati”, yang akan menemani di sepanjang masa kehamilan. 

Untuk konsultasi pertama, pastikan Mam memiliki data tentang hari pertama menstruasi terakhir. Data ini dokter perlukan untuk menentukan perkiraan tanggal kelahiran bayi. Susun juga daftar pertanyaan yang ingin Anda sampaikan kepada dokter.

Menyusun to-do list
Berdasarkan hasil konsultasi dengan bidan atau dokter, Mam bersama pasangan bisa mulai menentukan apa-apa saja yang harus dikerjakan sehubungan dengan kehamilan dan kelahiran buah hati. 

Misalnya, menyusun kembali pola makan, menyesuaikan rutinitas olahraga dengan kehamilan, menentukan kapan harus membeli baju-baju dan bra khusus ibu hamil, memeriksa asuransi kesehatan, bertanya kepada kantor tempat kerja tentang tunjangan kelahiran, atau menentukan di mana nanti Mam akan melahirkan dan dengan cara apa. To-do list ini akan membantu Anda tetap terorganisasi dalam melakukan semuanya selama kehamilan.

Terapkan hidup sehat
Dengan janin di dalam kandungan, mulailah menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Kalau selama ini Mam sering melewatkan waktu makan pagi, jangan lakukan lagi. Makanlah lima kali dalam sehari; yaitu waktu makan pagi, makan selingan pagi, makan siang, makan selingan sore, dan makan malam. Kalau Mam merokok dan minum minuman beralkohol, hentikan selama masa kehamilan ini. Mulailah rutin berolahraga untuk mengurangi risiko kehamilan yang bermasalah dan melancarkan proses kelahiran nantinya.

Rencanakan proses kelahiran
Rencanakan dengan sebaik mungkin, tidak hanya secara fisik dan finansial, tetapi juga secara mental. Proses melahirkan adalah suatu proses yang sangat berat. Tidak heran jika banyak ibu yang sangat khawatir menghadapinya. 


Untuk mengatasinya, carilah sebanyak mungkin informasi mengenai proses melahirkan ini, antara lain di sini. Memahami setiap tahap yang harus Mam jalani dalam proses melahirkan dan mempersiapkannya sebaik mungkin akan membuat Mam lebih tenang saat melahirkan. 

Minimal dua bulan sebelum proses melahirkan, pastikan Mam sudah memesan tempat di rumah sakit, memastikan dana sudah tersedia, dan pastikan juga bahwa pasangan tahu apa yang harus dilakukannya selama proses itu dan sesudahnya. 
Welcome to the club, Mam!

Sumber:
The Early Dayshttp://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/finding-out-pregnant.aspx
Your Pregnancy To-do Listhttp://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/to-do-list-pregnant.aspx
The Ultimate Pregnancy To-do List: First Trimesterhttp://www.babycenter.com/0_the-ultimate-pregnancy-to-do-list-first-trimester_10341205.bc
Symptoms of pregnancy: What happens firsthttp://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/symptoms-of-pregnancy/art-20043853?pg=2
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Kesehatan

Keluar Flek Cokelat saat Hamil Muda? Begini Cara Tepat Penanganannya

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 13:55:43
Masa kehamilan tentu menjadi salah satu masa membahagiakan bagi Mam dan Pap. Meski dipenuhi suka dan duka, bayang-bayang akan segera hadirnya si Kecil tentunya membuat bahagia.

Apa yang terjadi jika Mam mengalami flek saat trimester pertama? Tentu ada timbul rasa cemas dalam benak Mam dan Pap. Khawatir flek cokelat yang keluar saat hamil muda adalah tanda-tanda keguguran.
 

Flek Cokelat saat Hamil Muda

Cemas saat mendapati flek cokelat saat hamil muda adalah hal wajar, Mam. Kendati demikian, sebaiknya Mam tetap berusaha tenang. Usahakan jangan panik demi kebaikan si Kecil. Langsung menghubungi dokter kandungan adalah langkah yang baik. Namun, ternyata tidak semua flek merupakan tanda bahaya pada kehamilan loh, Mam. ada baiknya Mam dan Pap juga mengetahui apa saja penyebab terjadinya flek cokelat saat hamil muda.
 

Penyebab Flek Cokelat Saat Hamil

Ada berbagai penyebab keluarnya flek cokelat saat hamil yang sebaiknya Mam dan Pap ketahui. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Berhubungan Intim
Saat hamil, volume darah dalam tubuh Mam meningkat. Ketika Mam dan Pap melakukan hubungan intim, terjadi penekanan pada serviks. Risiko adalah akan terjadi iritasi dan akhirnya timbul flek cokelat.

Sebetulnya iritasi tidak hanya terjadi saat berhubungan intim saja. Saat dilakukan pemeriksaan rutin atau terjadi infeksi juga bisa menyebabkan timbulnya flek cokelat. Itu karena kondisi serviks saat hamil lebih lembut dan sensitif sehingga ketika terjadi iritasi akan mudah mengeluarkan darah.

2. Proses Implantasi
Flek yang dialami Mam juga bisa menandakan sedang terjadi proses implantasi. Itu artinya embrio yang sudah dibuahi sedang menempel di leher rahim Mam. Proses implantasi menjadi sangat penting untuk tahap berikutnya. Bila proses ini tidak terjadi dengan baik akan berisiko terhadap perkembangan janin.

Saat terjadi proses implantasi, Mam mungkin akan mengalami flek atau merasa sedikit kram. Ini sebetulnya hal yang normal pada proses ini. Flek yang keluar pun bisa memiliki tiga warna yang berbeda, bisa berupa bercak berwarna merah, cokelat, bahkan hitam.

Flek warna hitam memang lebih jarang ditemui. Namun, ini bisa saja terjadi karena pengaruh alat KB atau kondisi rahim. Semuanya ini normal Mam, selama tidak terjadi pendarahan dalam jumlah banyak. Ketika bercak berwarna hitam, pastikan juga darah yang keluar bukan berupa gumpalan.

3. Hamil Ektopik
Bila proses Implantasi tidak terjadi sempurna, hamil ektopik bisa saja terjadi. Embrio yang sudah dibuahi seharusnya menempel pada dinding rahim. Namun, karena ada masalah tertentu, embrio malah tetap menetap di tuba falopi atau organ lain. Karena itu, hamil ektopik juga sering disebut dengan istilah hamil di luar kandungan.

Sebaiknya Mam segera memeriksakan kondisi ini ke dokter kandungan untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Kehamilan ektopik memang membutuhkan penanganan darurat. Bila tidak segera ditangani, bisa mengakibatkan terjadinya komplikasi lain yang lebih berat.

4. Hamil Anggur
Hamil anggur atau hamil molar adalah proses kehamilan yang gagal. Mam akan merasakan ciri-ciri seperti hamil, tetapi sebenarnya tidak ada janin yang terbentuk. Itu karena tumbuhnya jaringan abnormal saat pembuahan. Mam yang mengalami hamil anggur juga harus segera ditangani. Bila tidak, kondisi ini dapat berisiko berkembangnya menjadi sel kanker.

5. Polip Serviks
Meningkatnya kadar estrogen saat hamil juga bisa menimbulkan polip serviks. Umumnya Mam tidak perlu khawatir bila mengalami polip serviks. Bila tidak ada indikasi lain yang mengkhawatirkan, polip bisa hilang dengan sendirinya saat melahirkan.

Jika Mam memiliki gejala polip serviks, sebaiknya memang mulai mengurangi beberapa aktivitas yang mengakibatkan gesekan terhadap polip. Salah satu aktivitas yang sebaiknya dikurangi adalah berhubungan intim. Ini karena tekanan pada serviks serta kondisinya yang sensitif akan memicu keluarnya pendarahan.

6. Kelainan Plasenta
Plasenta memiliki peran penting selama masa kehamilan. Plasenta menjadi penghubung antara Mam dan si Kecil yang berada dalam kandungan. Nutrisi yang dikonsumsi Mam akan disalurkan melalui plasenta kepada si Kecil. Begitu juga dengan oksigen.

Plasenta yang normal seharusnya menempel di bagian atas dinding rahim. Namun, dalam beberapa kasus ada kelainan plasenta yang menutupi jalan lahir (plasenta previa). Kelainan ini bisa diketahui melalui pemeriksaan fisik dan USG oleh bidan atau dokter kandungan.

Bila Mam mengalami plasenta previa, dokter akan memberikan beberapa larangan seperti tidak melakukan aktivitas berat atau berhubungan intim untuk menghindari pendarahan. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga bisa mengharuskan bed rest. Biasanya ibu hamil yang mengalami plasenta previa disarankan untuk melahirkan dengan cara operasi Caesar.

7. Keguguran
Pada kehamilan muda, biasanya keguguran terjadi karena janin tidak bertumbuh kembang dengan semestinya. Ini mungkin karena fungsi plasenta yang tidak berjalan baik atau terjadi masalah pada kromosom si Kecil.
 

Langkah Penanganan saat Keluar Flek Cokelat


1. Berusaha Tetap Tenang
Keluar flek memang bisa membuat cemas. Apalagi, bagi Mam yang baru pertama kali hamil atau memiliki riwayat kehamilan berisiko. Ketika flek muncul, tetaplah berusaha tenang. Pap bisa ikut andil agar Mam tidak menjadi panik. Ini karena keluarnya flek cokelat saat hamil muda tidak selalu menjadi pertanda adanya sesuatu yang berbahaya.

Flek cokelat di awal kehamilan banyak dialami ibu hamil. Membedakan apakah flek tersebut normal atau abnormal bisa dilihat dari warna darah yang keluar. Flek yang abnormal biasanya berwarna merah segar. Volume flek normal juga biasanya hanya sedikit.

Kebalikannya, flek abnormal akan keluar dalam volume yang banyak. Meski keluar sedikit, tetapi terus-menerus juga harus mulai diwaspadai. Flek yang abnormal juga akan diikuti gejala lain misalnya kram pada bagian perut. Bila hal ini terjadi, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

2. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Ketika Mam mulai merasakan gejala kehamilan, bisa juga dari hasil tes kehamilan, saatnya melakukan pemeriksaan rutin. Bidan atau dokter akan memantau kesehatan Mam selama masa kehamilan.

Melakukan pemeriksaan rutin bisa membantu Mam dan Pap mengetahui tahapan perkembangan janin serta kesehatan kehamilan Mam.

3. Banyak Istirahat dan Hindari Aktivitas Berat
Saat sedang hamil, Mam akan lebih mudah lelah. Dalam keadaan hamil yang sehat pun sebaiknya Mam mengurangi aktivitas berat. Bila sampai harus bed rest, Mam harus mematuhinya demi kebaikan Mam dan si Kecil dalam kandungan.

4. Hindari Stres
Sebetulnya stres tidak berisiko menyebabkan keguguran. Namun, jika Mam mengalami stres artinya ada gangguan psikologis. Gangguan ini akan dikhawatirkan membuat kondisi Mam terganggu, misalnya jadi kurang beristirahat atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Ini juga bisa berakibat mengganggu tumbuh kembang si Kecil dan kemudian keluar flek.

Setelah mengetahui penyebab dan penanganan keluarnya flek cokelat, Mam dan Pap kini lebih tenang menjalani kehamilan, kan? Perhatikan juga konsumsi makanan ya, Mam. Hamil bukan berarti porsi makan menjadi dobel. Namun, tetap mengacu pada pola makan gizi seimbang agar selama kehamilan Mam tetap sehat dan si Kecil bisa tumbuh dengan baik.
 
Source:
webmd.com/baby/guide/bleeding-during-pregnancy#1
babycentre.co.uk/a3081/vaginal-spotting-or-bleeding-in-early-pregnancy
medicinenet.com/pregnancy_bleeding_during_the_first_trimester/article.htm#what_are_other_common_causes_of_bleeding_during_the_first_trimester_of_pregnancy
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top