Kesehatan

Pra Konsepsi, Perlukah?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-04 01:00:51 (UTC)
Memiliki buah hati adalah impian bagi setiap pasangan di dunia. Sebelum masa kehamilan (pra konsepsi) tidak ada salahnya bagi Mam dan Pap untuk melakukan pemeriksaan khusus. Melalui pemeriksaan ini, Mam dan Pap bisa mengetahui riwayat medis masing-masing. Hal itu akan membantu dokter atau tenaga medis untuk mempersiapkan semua kebutuhan Mam saat sedang hamil.

Sebelum merencanakan kehamilan, Mam dan Pap biasanya disarankan terlebih dahulu untuk berkonsultasi dengan ahli kandungan atau ginekolog. Nantinya, dokter akan bertanya seputar riwayat medis, seperti apakah Mam memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, asma, lupus atau epilepsi. Tak hanya itu, dokter juga akan menanyakan apakah Mam memiliki riwayat diabetes yang bisa menyebabkan bayi memiliki risiko tiga kali lipat mengalami cacat lahir.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan perihal penggunaan obat dan apakah  Mam pernah menggunakan obat yang bisa membahayakan sang buah hati. Contohnya antibiotik (tetrasiklin), pengencer darah, anti-kejang, obat-obatan pencegah jerawat, dan anti-hipertensi. Obat lain yang mungkin mengganggu kondisi bayi di dalam kandungan juga termasuk aspirin, antihistamin, dan obat diet. Karena itulah Mam, begitu Mam hamil, yang terbaik adalah memberi tahu dokter semua obat yang Mam konsumsi.

Pemeriksaan pra konsepsi juga bisa mendeteksi lebih dini faktor risiko cacat lahir lho, Mam! Dokter mungkin akan melihat, apakah buah hati berisiko mengalami kejang, cacat mental atau cacat lahir.

Dengan pemeriksaan pra konsepsi ini, dokter juga akan memberi resep vitamin prenatal yang mengandung 500 mikrogram asam folat, yaitu suplemen penting untuk membantu mencegah cacat pada tulang belakang pada bayi. Bila diperlukan, dokter juga akan memberikan vaksin baru. Vaksin itu bisa terdiri dari vaksin campak, gondok, tetanus, polio, rubela, atau hepatitis B.


Berat badan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Jika Mam memiliki kelebihan berat badan lebih dari sembilan kilogram, maka ia perlu menguranginya.

Terakhir dan tidak kalah penting adalah informasi seputar makanan dan olahraga yang baik untuk si Kecil. Dengan memberi asupan yang cukup, maka kesehatan Mam dan calon bayi bisa terjaga dengan baik.

Pastikan Mam merasa nyaman berbicara secara terbuka dengan dokter kandungan tentang masalah kesehatan apa pun. Jika Mam dan dokter menjadi tim yang kompak, hal itu akan membantu untuk mendapatkan bayi yang sehat.
 
Referensi:
https://www.starthealthystayhealthy.in/tips-your-preconception-checkup
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top