Cara Mengasuh

Proteksi si Kecil Lewat Imunisasi

By: DR Dr Rini Sekartini SpA K 2017-09-25 03:34:32 (UTC)
Mam, perlindungan kesehatan tubuh untuk si Kecil harus selalu dipikirkan dengan matang. Mulai dari lahir hingga dewasa nanti, ia harus mendapatkan imunisasi lengkap untuk mencegah serangan penyakit. Ketahui seluruh pro dan kontra tentang imunisasi, sebagai bekal informasi yang Mam dan Pap perlukan untuk memastikan si Kecil mendapatkan perlindungan yang terbaik. Dengan memerhatikan apa yang diberikan untuk si Kecil, kita bisa memastikan sejak dini bahwa si Kecil mendapat proteksi terbaik di tubuhnya.


Menurut riwayatnya, imunisasi merupakan sebagai salah satu pencapaian kesehatan masyarakat terbesar pada abad ke-20, bahkan para ahli sepakat bahwa imunisasi adalah kunci untuk tetap sehat. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, si Kecil harus diimunisasi lengkap dan harus tepat waktu. Penyakit memang tidak 100% diberantas, namun dengan perlindungan ini, si Kecil mendapat proteksi dari bahaya penyakit yang akan menyerang, sehingga tingkat bahayanya bisa dikendalikan. 


Mam dan Pap mungkin berpikir bahwa dengan sekali imunisasi dapat melindungi kesehatan tubuh si Kecil dari Tetanus, Difteri, Tipus, Pertusis, Hepatitis, dan lain-lain seumur hidup. Hal ini yang perlu diluruskan kembali, bahwa untuk menjamin efektivitasnya, imunisasi jenis tertentu perlu diulang hingga masa dewasa. Oleh sebab itu, penting bagi Mam dan Pap untuk mengecek pada daftar imunisasi yang biasanya dibagian secara gratis di klinik atau rumah sakit, kapan saatnya melakukan vaksin ulangan. 


Diketahui, ada beberapa imunisasi dasar yang diberikan saat anak berusia 0-1 tahun, yaitu Hepatitis B, BCG, DPT, Polio, Hib, dan Campak. Vaksin dasar merupakan program pemerintah, terdiri dari 3 vaksin yang harus diulang di usia balita, yaitu DPT, polio, dan campak. Sedangkan vaksin BCG dan Hepatitis B cukup diberikan pada usia kurang dari 1 tahun. 


Pengulangan vaksin, nantinya dilakukan lewat imunisasi MR (Measles - Rubella), karena selain untuk mencegah campak (Measles), juga mencegah Rubella yang juga merupakan sejenis campak. Jadi pengulangan vaksin ini sangat penting untuk kita semua. Dengan melakukan imunisasi lanjutan, kita akan memastikan bahwa imunisasi yang kita terima bekerja sesuai dengan kapasitasnya, sehingga kita bisa merasa aman dari serangan virus atau penyakit yang berbahaya. Saat ini Pemerintah sedang menyelenggarakan pemberian vaksinasi MR untuk seluruh anak mulai dari usia 9 bulan sampai 15 tahun, tanpa memperhatikan status imunisasi sebelumnya. Pemberian imunisasi ini diberikan baik di sekolah, maupun di Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya.


Menjaga kesehatan si Kecil sangatlah penting. Untuk mengetahui tips untuk menjaga kesehatan anak, lihatlah di sini.


Sumber :
http://www.immunizeforgood.com/fact-or-fiction/benefits-vs.-risks
https://www.healthlinkbc.ca/healthlinkbc-files/benefits-immunizing-your-child
http://lifestyle.kompas.com/read/2010/11/01/12324224/mengapa.imunisasi.harus.diulang
Penulis
DR Dr Rini Sekartini SpA K

Dokter Spesialis Anak Konsultan alumni Fakultas Kedokteran UI Jakarta dan saat ini praktek sebagai Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Cara Mengasuh

Atasi 5 Masalah yang Sering Terjadi pada Bayi Baru Lahir

By: Wyeth Nutrition 2018-06-28 05:41:08 (UTC)
Menjadi seorang Ibu pasti luar biasa ya, Mam? Sembilan bulan hamil dan perjuangan dalam proses melahirkan seperti masih terbayang-bayang. Akhirnya Mam dan Pap bisa bertemu si Kecil dalam keadaan sehat.
Jangan ditanya bagaimana perasaan kita saat pertama kali melihat dan memegang si Kecil. Sampai berurai air mata karena tidak bisa berkata apa-apa karena saking senangnya. Rasanya bahagia dan haru campur menjadi satu dalam momen setelah melahirkan itu. Bayi yang tadinya ada dalam perut kita, sekarang sudah dalam dekapan.
Menjadi Ibu memang sebuah proses. Perjuangan masih berlanjut loh, Mam. Ternyata, ada beberapa kondisi bayi baru lahir yang kadang bikin Mam dan Pap bingung. Padahal, Mam sudah antisipasi harus bagaimana karena belajar banyak saat kehamilan. Namun, kadang kenyataannya Mam masih bingung harus bagaimana.
Tenang Mam, hampir semua Ibu di seluruh dunia mengalaminya, termasuk saya juga. Kalau boleh sharing, ada lima masalah yang terjadi pada bayi baru lahir dan sering membuat panik bukan main. Apalagi kalau anak pertama, biasanya bingung harus bagaimana. Tanya sana sini malah terlalu banyak input dan bikin Mam tambah panik biasanya.
Kuncinya sebenarnya cuma satu, agar Mam tidak bingung menghadapi masalah pada bayi baru lahir; tetap tenang, tarik napas. Ingat, Mam baru saja melewati proses melahirkan yang luar biasa. Jadi, jangan stres saat menghadapi masalah bayi baru lahir. Jangan lupakan support system yang solid (termasuk Pap), agar Mam bisa melewati masalah-masalah yang kerap terjadi pada bayi baru lahir ini.
Ini 5 kondisi yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan cara mengatasinya.

1. Bayi Sering Menangis
Selama 9 bulan, bayi merasa nyaman dalam kandungan Mam. Setelah proses melahirkan, bayi harus beradaptasi dengan lingkungan berbeda dari kandungan Mam. Bayi juga merasa bingung kenapa sekarang bisa ada di tempat ini.
Menangis adalah salah satu cara berkomunikasi si Kecil dengan Mam dan Pap. Saling adaptasi dan belajar bersama si Kecil dan coba semua yang kira-kira bisa meredakan tangisnya. Menangis bisa karena lapar, gerah, perut kembung, ingin digendong, buang air, atau merasa tidak nyaman.
Cara mengatasinya: Coba cek satu-satu badan si Kecil dan coba semua cara agar ia tenang kembali. Apakah dia buang air? Kalau iya, Mam dan Pap tinggal mengganti popoknya. Atau misalnya coba langsung disusui, apakah tangisnya berhenti? Jika iya, berarti si Kecil lapar dan haus.

2. Menyusui Bayi
ASI eksklusif adalah yang terbaik untuk diberikan pada bayi. Karena itu, Mam wajib memberikannya pada si Kecil yang baru lahir. Jangan lupa Mam, ASI yang keluar setelah melahirkan namanya Kolostrum. Manfaatnya sangat besar untuk tumbuh kembang bayi.
Usahakan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) pada si Kecil sesaat setelah melahirkan. Bantu si Kecil mendapatkan perlekatan yang baik saat menyusui. Mungkin saat awal-awal memang terlihat malas-malasan. Tenang Mam, namanya juga belajar adaptasi.
“Breastfeeding isn’t just about milk. It’s also about LOVE”
Mam juga bisa mulai memompa payudara dengan breast-pump untuk melancarkan pemberian ASI. Ini karena pencernaan bayi masih belum sempurna dan kadang gumoh. Satu-satunya cara adalah jangan lupa menyendawakan bayi setelah menyusui ya, Mam.

3. Masalah pencernaan bayi
Rata-rata masalah pencernaan bayi baru lahir itu adalah bayi kolik, feses hitam, dan berat badan terus turun. Jika si Kecil menangis tidak berhenti bisa jadi bayi kolik. Tidak apa-apa Mam, karena pencernaan belum sempurna Mam-lah yang harus membantu si Kecil. Pijat perut si Kecil agar tidak terjadi kolik. Biasanya bayi baru lahir akan sering mengalami kolik, apalagi kalau tidak menyendawakannya, perut si Kecil bisa kembung.
Selain itu, pencernaan bayi yang belum sempurna biasanya akan membuat feses menjadi hitam (mekonium). Mam harus lebih sering menyusui si Kecil. Perlahan fesesnya akan berubah Mam. Oh iya Mam, jangan khawatir kalau si Kecil sering pup. Hal ini wajar selama masih ada ampasnya dan bukan diare.
Untuk bayi baru lahir, berat badan pasti akan berkurang. Setelah beberapa waktu, berat badan si Kecil akan melesat tajam. Asal jangan lupa manajemen ASI yang tepat untuk si Kecil ya, Mam!

4. Bayi Kuning
Biasanya ini yang bikin panik, bayi jadi kuning sampai mata juga jadi agak berwarna kuning. Tenang Mam, jangan panik. Mam harus lebih sering menyusui si Kecil. Kedua, jangan lupa menjemur si Kecil setiap hari agar terkena sinar matahari pukul 8-10 pagi.
Bila masih berlanjut, Mam bisa mengubungi dokter anak untuk dicek kadar Bilirubinnya, perlu terapi sinar apa tidak. Sekadar sharing, saat baru lahir anak saya mengalami bayi kuning pada hari ke-4 sampai ke-8 tapi tidak perlu sampai disinar. Cukup sering disusui dan dijemur. Hari ke-9 kembali normal.

5. Membersihkan Bayi
Ini yang membuat deg-degan Mam dan Pap, ya. Edisi memandikan bayi, apalagi saat tali pusar masih ada, memang perlu hati-hati. Namun, jangan sampai tidak memandikan bayi ya, Mam. Pakai bak mandi dengan air hangat. Jangan lupa bersihkan kelopak mata dengan air hangat. Tidak perlu mandi lama-lama. Setelah seluruh tubuh si Kecil sudah disabuni, langsung bilas dan keringkan badan bayi.
Bersihkan tali pusar perlahan dengan bola kapas steril dan keringkan lalu bungkus dengan kain kasa. Potong kuku bayi secara berkala karena tumbuhnya sangat cepat. Kalau masih takut memotong kuku bayi, lakukan saat si Kecil tidur. Ini agar si Kecil tidak menggaruk muka dan bagian tubuh lainnya.
Setelah buang air, bersihkan area dari depan ke belakang dengan tisu atau kapas basah. Jaga bagian tersebut selalu kering agar tidak muncul ruam.
Bayi baru lahir membutuhkan proses adaptasi dengan lingkungan barunya bersama Mam dan Pap. Tugas orang tua untuk membantu si Kecil merasa nyaman di dunia barunya. Saling belajar ya, Mam dan Pap. Tetap semangat memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Selamat atas kehadiran bayi baru lahirnya, Mam dan Pap! Selamat menikmati menjadi orang tua.
 
Source:
babycenter.com/0_top-newborn-problems-and-how-to-solve-them_10357996.bc
ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/11-kondisi-bayi-baru-lahir-yang-membuat-ibu-panik
parents.com/baby/care/newborn/10-things-to-know-about-newborns/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top