Cara Mengasuh

Ruam Pada Popok Bayi

By: NITA SUSILAWATI 2017-06-13 23:35:09 (UTC)
Mam, ruam popok biasanya muncul di daerah sekitar bokong dan kelamin bayi yang biasanya diakibatkan gesekan atau infeksi jamur. Sebagai salah satu dari macam-macam penyakit kulit, ruam popok sering kali membuat Mam khawatir karena membuat bayi rewel. 

Baca Juga : Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Bayi berusia 9-12 bulan paling sering menderita ruam popok karena pada saat itu ia sudah bisa duduk sendiri dan mulai terbiasa makan makanan padat. Hal ini menyebabkan popok yang ia kenakan menggesek-gesek kulitnya. Selain itu, kadar keasaman dalam pencernaannya pun meningkat dan menyebabkan air seni maupun fesesnya dapat menginfeksi kulit. 


Penyebab Ruam Popok 
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan ruam popok ini, yaitu:
  • Gesekan. Kulit bayi yang sensitif bergesekan dengan popok basah. Ruam yang terlihat berwarna merah mengilat.
  • Iritasi. Ada bahan-bahan yang mengiritasi kulit pada popok, air kemih dan feses atau kotoran bayi. Ruam muncul di daerah di mana popok mengenai kulit namun tidak pada lipatan.
  • Infeksi Jamur Candida. Ruam yang juga disebut infeksi jamur ini berwarna merah terang, mirip daging mentah dan biasanya muncul saat bayi diberi antibiotik. 
  • Reaksi alergi. Reaksi ini dapat terjadi pada berbagai alergen seperti bahan pembersih di tisu basah, bahan popok, deterjen, sabun, losion atau karet.
  • Seborrhea. Peradangan yang biasanya berbentuk sisik kekuningan. Biasanya muncul di daerah kulit kepala, wajah dan kadang pada bagian tubuh lainnya.

Kenali Tanda Ruam Popok 
Agar Mam dapat segera mengatasinya, sebaiknya Mam tahu tanda-tanda anak terkena ruam popok, antara lain: 
  • Ruam kemerahan di daerah pantat, kelamin yang semakin lama semakin melebar.  
  • Ruam kemerahan dan bersisik di bawah buah zakar dan penis pada bayi laki-laki.
  • Ruam kemerahan dan bersisik di bibir vagina pada bayi perempuan.
  • Jerawat, bintil-bintil, bisul, benjol, bentol bernanah.
  • Bercak-bercak merah kecil yang tumbuh dan berkembang di antara bercak-bercak lainnya.

Cara Mengatasi Ruam Popok
Mam tak perlu khawatir, karena macam-macam penyakit kulit pada bayi umumnya dapat diobati atau dicegah dengan cara mudah. Berikut beberapa tip mengatasi ruam popok:
  • Cuci tangan sebelum dan setelah mengganti popok bayi.
  • Jaga kulit tetap bersih dan kering. Biarkan bayi sesekali tidak mengenakan popoknya. 
  • Segeralah mengganti popok bayi jika ia baru saja pup atau pipis. Gunakan air dan kapas bersih sebagai pembersih, jangan menggosok-gosok kulit bayi terlalu keras dan keringkan dengan cara ditepuk-tepuk.
  • Kenakan popok bayi agak longgar agar popok tidak menggesek kulit bayi dan udara bisa bebas masuk ke dalam popok. Pilihlah popok yang berdaya serap tinggi.
  • Hindari menggunakan tisu beralkohol dan berparfum untuk menghindari iritasi, begitu juga dengan penggunaan bedak karena material bedak dapat masuk ke dalam saluran pernapasan bayi.

Sebagai pencegahan agar macam-macam penyakit kulit seperti ruam popok ini tidak semakin meluas, Mam bisa bertanya pada dokter anak Mam apakah si Kecil perlu diberi obat untuk ruamnya, yang biasanya berbentuk losion atau krim. 


Referensi:
  • Ericson J, Smith PB, Benjamin DK. Candida. In: Kliegman RM, Stanton BF, St Geme JW III, Schor NF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 20th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2016:chap 234.
  • https://medlineplus.gov/ency/article/000964.htm
  • http://www.webmd.com/children/guide/diaper-rash#1
Penulis
NITA SUSILAWATI

Hal rutin yang dilakukan Nita Susilawati sebelum berangkat kerja adalah menyiapkan kebutuhan sekolah si Kecil dan mengantarkannya ke sekolah. Sebagai copy writer Pusat Kreatif Femina, Nita sudah menulis banyak artikel seputar anak dan balita. Kesibukan lain wanita yang tinggal di Bekasi ini adalah mengelola bisnis online ontologi dan komunitas crafting jelicraft bersama teman temannya.

Cara Mengasuh

Atasi 5 Masalah yang Sering Terjadi pada Bayi Baru Lahir

By: Wyeth Nutrition 2018-06-28 05:41:08 (UTC)
Menjadi seorang Ibu pasti luar biasa ya, Mam? Sembilan bulan hamil dan perjuangan dalam proses melahirkan seperti masih terbayang-bayang. Akhirnya Mam dan Pap bisa bertemu si Kecil dalam keadaan sehat.
Jangan ditanya bagaimana perasaan kita saat pertama kali melihat dan memegang si Kecil. Sampai berurai air mata karena tidak bisa berkata apa-apa karena saking senangnya. Rasanya bahagia dan haru campur menjadi satu dalam momen setelah melahirkan itu. Bayi yang tadinya ada dalam perut kita, sekarang sudah dalam dekapan.
Menjadi Ibu memang sebuah proses. Perjuangan masih berlanjut loh, Mam. Ternyata, ada beberapa kondisi bayi baru lahir yang kadang bikin Mam dan Pap bingung. Padahal, Mam sudah antisipasi harus bagaimana karena belajar banyak saat kehamilan. Namun, kadang kenyataannya Mam masih bingung harus bagaimana.
Tenang Mam, hampir semua Ibu di seluruh dunia mengalaminya, termasuk saya juga. Kalau boleh sharing, ada lima masalah yang terjadi pada bayi baru lahir dan sering membuat panik bukan main. Apalagi kalau anak pertama, biasanya bingung harus bagaimana. Tanya sana sini malah terlalu banyak input dan bikin Mam tambah panik biasanya.
Kuncinya sebenarnya cuma satu, agar Mam tidak bingung menghadapi masalah pada bayi baru lahir; tetap tenang, tarik napas. Ingat, Mam baru saja melewati proses melahirkan yang luar biasa. Jadi, jangan stres saat menghadapi masalah bayi baru lahir. Jangan lupakan support system yang solid (termasuk Pap), agar Mam bisa melewati masalah-masalah yang kerap terjadi pada bayi baru lahir ini.
Ini 5 kondisi yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan cara mengatasinya.

1. Bayi Sering Menangis
Selama 9 bulan, bayi merasa nyaman dalam kandungan Mam. Setelah proses melahirkan, bayi harus beradaptasi dengan lingkungan berbeda dari kandungan Mam. Bayi juga merasa bingung kenapa sekarang bisa ada di tempat ini.
Menangis adalah salah satu cara berkomunikasi si Kecil dengan Mam dan Pap. Saling adaptasi dan belajar bersama si Kecil dan coba semua yang kira-kira bisa meredakan tangisnya. Menangis bisa karena lapar, gerah, perut kembung, ingin digendong, buang air, atau merasa tidak nyaman.
Cara mengatasinya: Coba cek satu-satu badan si Kecil dan coba semua cara agar ia tenang kembali. Apakah dia buang air? Kalau iya, Mam dan Pap tinggal mengganti popoknya. Atau misalnya coba langsung disusui, apakah tangisnya berhenti? Jika iya, berarti si Kecil lapar dan haus.

2. Menyusui Bayi
ASI eksklusif adalah yang terbaik untuk diberikan pada bayi. Karena itu, Mam wajib memberikannya pada si Kecil yang baru lahir. Jangan lupa Mam, ASI yang keluar setelah melahirkan namanya Kolostrum. Manfaatnya sangat besar untuk tumbuh kembang bayi.
Usahakan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) pada si Kecil sesaat setelah melahirkan. Bantu si Kecil mendapatkan perlekatan yang baik saat menyusui. Mungkin saat awal-awal memang terlihat malas-malasan. Tenang Mam, namanya juga belajar adaptasi.
“Breastfeeding isn’t just about milk. It’s also about LOVE”
Mam juga bisa mulai memompa payudara dengan breast-pump untuk melancarkan pemberian ASI. Ini karena pencernaan bayi masih belum sempurna dan kadang gumoh. Satu-satunya cara adalah jangan lupa menyendawakan bayi setelah menyusui ya, Mam.

3. Masalah pencernaan bayi
Rata-rata masalah pencernaan bayi baru lahir itu adalah bayi kolik, feses hitam, dan berat badan terus turun. Jika si Kecil menangis tidak berhenti bisa jadi bayi kolik. Tidak apa-apa Mam, karena pencernaan belum sempurna Mam-lah yang harus membantu si Kecil. Pijat perut si Kecil agar tidak terjadi kolik. Biasanya bayi baru lahir akan sering mengalami kolik, apalagi kalau tidak menyendawakannya, perut si Kecil bisa kembung.
Selain itu, pencernaan bayi yang belum sempurna biasanya akan membuat feses menjadi hitam (mekonium). Mam harus lebih sering menyusui si Kecil. Perlahan fesesnya akan berubah Mam. Oh iya Mam, jangan khawatir kalau si Kecil sering pup. Hal ini wajar selama masih ada ampasnya dan bukan diare.
Untuk bayi baru lahir, berat badan pasti akan berkurang. Setelah beberapa waktu, berat badan si Kecil akan melesat tajam. Asal jangan lupa manajemen ASI yang tepat untuk si Kecil ya, Mam!

4. Bayi Kuning
Biasanya ini yang bikin panik, bayi jadi kuning sampai mata juga jadi agak berwarna kuning. Tenang Mam, jangan panik. Mam harus lebih sering menyusui si Kecil. Kedua, jangan lupa menjemur si Kecil setiap hari agar terkena sinar matahari pukul 8-10 pagi.
Bila masih berlanjut, Mam bisa mengubungi dokter anak untuk dicek kadar Bilirubinnya, perlu terapi sinar apa tidak. Sekadar sharing, saat baru lahir anak saya mengalami bayi kuning pada hari ke-4 sampai ke-8 tapi tidak perlu sampai disinar. Cukup sering disusui dan dijemur. Hari ke-9 kembali normal.

5. Membersihkan Bayi
Ini yang membuat deg-degan Mam dan Pap, ya. Edisi memandikan bayi, apalagi saat tali pusar masih ada, memang perlu hati-hati. Namun, jangan sampai tidak memandikan bayi ya, Mam. Pakai bak mandi dengan air hangat. Jangan lupa bersihkan kelopak mata dengan air hangat. Tidak perlu mandi lama-lama. Setelah seluruh tubuh si Kecil sudah disabuni, langsung bilas dan keringkan badan bayi.
Bersihkan tali pusar perlahan dengan bola kapas steril dan keringkan lalu bungkus dengan kain kasa. Potong kuku bayi secara berkala karena tumbuhnya sangat cepat. Kalau masih takut memotong kuku bayi, lakukan saat si Kecil tidur. Ini agar si Kecil tidak menggaruk muka dan bagian tubuh lainnya.
Setelah buang air, bersihkan area dari depan ke belakang dengan tisu atau kapas basah. Jaga bagian tersebut selalu kering agar tidak muncul ruam.
Bayi baru lahir membutuhkan proses adaptasi dengan lingkungan barunya bersama Mam dan Pap. Tugas orang tua untuk membantu si Kecil merasa nyaman di dunia barunya. Saling belajar ya, Mam dan Pap. Tetap semangat memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Selamat atas kehadiran bayi baru lahirnya, Mam dan Pap! Selamat menikmati menjadi orang tua.
 
Source:
babycenter.com/0_top-newborn-problems-and-how-to-solve-them_10357996.bc
ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/11-kondisi-bayi-baru-lahir-yang-membuat-ibu-panik
parents.com/baby/care/newborn/10-things-to-know-about-newborns/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top