Gambar Saat Pap Tak Dapat Dampingi Persalinan, Siapa Pengganti yang Tepat?
Gambar Saat Pap Tak Dapat Dampingi Persalinan, Siapa Pengganti yang Tepat?

Saat Pap Tak Dapat Dampingi Persalinan, Siapa Pengganti yang Tepat?

oleh: Ayunda Pininta Kasih 2017-02-13 11:43:42
Adakalanya Pap tak bisa mendampingi Mam saat persalinan nanti. Bisa karena alasan pekerjaan, seperti terpaksa melakukan tugas di luar kota atau negeri, atau karena alasan mental, seperti tak siap melihat darah selama proses persalinan berlangsung. Terasa ada yang kurang ya, Mam? Namun, Mam tak perlu larut dalam rasa sedih karena masih ada figur lain yang bisa Mam percayai untuk mendampingi di ruang persalinan. Beberapa figur selain Pap yang umumnya dipilih saat usia kehamilan Mam sudah mendekati perkiraan lahir atau 35 minggu, yaitu:
 
  • Ibu kandung atau mertua. Lebih dulu memiliki pengalaman melahirkan, nasihat-nasihatnya bisa sangat membantu Mam.
  • Kakak atau sahabat perempuan yang pernah melahirkan. Dengan usia yang relatif dekat dengan Mam, kakak atau sahabat perempuan yang pernah melahirkan tentu lebih mengerti tentang perkembangan dunia persalinan. Komunikasi Mam dan mereka pun bisa terjalin lebih santai.
  • Doula. Di Indonesia, istilah doula mungkin belum begitu populer. Namun, di luar negeri, doula sudah menjadi sebuah profesi, yaitu perempuan pendamping persalinan yang telah memiliki sertifikat. Telah mendapatkan training tentang segala macam yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan, doula diharapkan tahu betul bagaimana membuat proses persalinan berjalan dengan nyaman, aman, dan lancar.


Namun, menentukan figur yang tepat selain Pap memang perlu pemikiran matang. Sebab, kehadiran figur yang tepat, tak hanya membuat Mam merasa ada yang menemani, tetapi juga memungkinkan Mam mendapatkan dukungan penuh sehingga proses kelahiran terasa lebih lancar dan menyenangkan. Berikut kriteria pendamping persalinan yang baik:
 
  • Tahu perkembangan kehamilan Mam. Tugas pendamping persalinan tak hanya berlangsung di ruang bersalin, namun juga mengetahui perkembangan apa saja yang Mam alami.
  • Bersedia mendukung apapun pilihan persalinan. Apakah Mam menginginkan metode melahirkan dengan cara normal atau Caesar, pendamping persalinan baiknya menghormati pilihan tersebut dan mendukung Mam secara penuh hingga pemulihan pascapersalinan.
  • Stabil secara emosi dan memiliki selera humor yang baik. Rasa bahagia, takut, dan haru bisa melebur jadi satu selama proses bersalin. Walau begitu, pendamping persalinan harus bisa menjaga suasana tetap menyenangkan bagi Mam. Sebaliknya, pendamping persalinan yang gampang cemas, berpotensi membuat Mam stres.
  • Sehat secara fisik. Proses dari bukaan 1 hingga lengkap bisa saja memakan waktu lebih dari 24 jam. Maka dari itu, pendamping juga harus sehat secara fisik maupun mental agar bisa senantiasa memberikan dukungannya kepada Mam.
  • Tidak takut darah. Bukan tak mungkin pendamping persalinan menjadi lemas setelah melihat darah selama proses bersalin. Kondisi ini tentu akan mengganggu aktivitas dokter dan bidan karena harus menangani 3 pasien, yaitu Mam, bayi, dan pendamping persalinan. Untuk itu, pastikan sejak awal bahwa pendamping persalinan yang dipilih siap secara fisik maupun mental untuk mendampingi Mam.
 
Ada baiknya Mam membicarakan hal ini dengan Pap sejak usia kehamilan memasuki minggu ke-35, termasuk membuat rencana kelahiran bersama. Persalinan bisa terjadi kapan pun saat usia kehamilan sudah memasuki minggu ke-37. Maka dari itu, yuk Mam, cari pendamping paling tepat dari sekarang.


Sumber:
alodokter.com/melahirkan-berdua-lebih-mudah
ayahbunda.co.id/kehamilan-psikologi/memilih-pendamping-persalinan-
motherandbaby.co.id/article/2013/7/6/690/Tugas-Pendamping-Persalinan
ayahbunda.co.id/kehamilan-gizi-kesehatan/kenal-lebih-jauh-dengan-doula?platform=hootsuite
Diakses pada 12 Oktober 2016

Cek Informasi Lainnya

Hubungi Kami
Hubungi Kami di Parenting Club ID Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top