Info Nutrisi

Saat Si Kecil Menolak Menyusu

By: RAMONITA BARADJA 2016-12-20 22:36:43 (UTC)
Salah satu momen yang membahagiakan bagi ibu adalah saat dapat menyusui si Kecil, apalagi secara eksklusif selama 6 bulan. Tapi kebahagiaan itu sepertinya terusik saat buah hati tercinta tiba-tiba on strike alias mogok atau menolak minum ASI. Mengapa bisa terjadi nursing strike ini? 
 
Sebelum mengecek faktor internal si Kecil, cobalah untuk mengecek faktor eksternalnya, misalnya apakah... 
  • Mam berganti deodoran, sabun, parfum, dan sebagainya, yang menyebabkan aroma tubuh Anda berbeda dari biasanya.
  • Mam sedang mengalami stres, misalnya baru saja pindah rumah, sedang dalam perjalanan, atau sedang menghadapi krisis dalam keluarga.
  • Mam mengubah pola menyusui si Kecil, misalnya karena kembali bekerja, si Kecil terpaksa harus minum ASI dari botol dan hanya menyusu langsung di pagi dan malam hari, atau perubahan yang lainnya.
  • Mam bereaksi keras saat si Kecil menggigit puting payudara saat menyusui, sehingga si Kecil merasa takut. 

Menolak menyusu juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor internal, di antaranya:
  • Sakit. Kondisi tubuh yang tidak fit bisa menyebabkan si Kecil enggan menyusu. Cobalah untuk memeriksa apakah dia mengalami infeksi telinga, hidung tersumbat, atau ada luka di bagian bibir dan mulut.
  • Sedang tumbuh gigi. Bayi yang sedang mengalami pembengkakan pada bagian gusinya karena akan tumbuh gigi biasanya juga merasa tidak nyaman untuk menyusu.
  • Bingung puting (nipple confusion). Ini biasanya terjadi pada bayi-bayi yang terbiasa menyusu dengan menggunakan dot. Dot membuat bayi cenderung keenakan, karena bisa minum dengan lebih mudah; sehingga saat harus menyusu langsung ke payudara, dia merasa enggan.

Lalu bagaimana mengatasinya?
  • Tetap tenang dan sabar. Usahakan untuk mengalihkan konsentrasi dari masalah yang menumpuk dan berfokus pada kepentingan si Kecil.
  • Jangan gunakan produk beraroma tajam saat menyusui. Tunda pemakaian deodoran, parfum, atau body lotion sampai selesai menyusui, atau basuh tubuh dan payudara Anda sehingga wangi-wangian yang melekat tak tercium lagi.
  • Hentikan pemberian susu melalui botol. Selama tidak ada masalah kesehatan ataupun keterbatasan fisik, tetaplah berusaha untuk menyusui si Kecil langsung melalui payudara.
  • Perkuat bonding dengan kontak skin-to-skin. Dekap si Kecil selama mungkin untuk mengembalikan semangatnya dan membangun kembali kepercayaannya kepada Anda.
  • Bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan (untuk si Kecil yang sakit), atau berkonsultasi dengan pakar laktasi agar situasi mogok menyusu tidak berkepanjangan.
  • Kembali ke pola menyusui yang sudah dikenal oleh si Kecil. Susui dia saat dirinya mengantuk. Bila ia tertidur, bangunkan perlahan dengan menepuk pipinya dan peluk dengan erat. 

Dengan mengenali sebab internal dan eksternal kenapa si Kecil menolak menyusu, Mam dapat segera melakukan tindakan untuk mengatasinya. Untuk menciptakan suasana yang nyaman saat menyusui, jangan lewatkan me time yang juga penting Mam lakukan, ya. 

Sumber: 
www.ayahbunda.co.id
https://m.tempo.co/read/news/2015/06/24/294678010/ini-penyebab-bayi-anda-mogok-menyusu
http://www.babycenter.com.au/a8490/when-your-baby-wont-breastfeed
Penulis
RAMONITA BARADJA

Ramonita Baradja sudah aktif menulis selama kurang lebih 15 tahun. Sehari-hari selain menghabiskan waktu di depan laptop untuk menulis artikel dan materi publikasi, ibu berputra satu ini juga sedang belajar menggambar, karena bias meningkatkan mood positif dan membuat nya lebih kreatif. Saat libur adalah saat nya jalan-jalan atau menonton film bersama-bersama buah hatinya, Farrell (9 tahun).

Info Nutrisi

5 Jenis Ikan yang Aman Untuk MPASI

By: Wyeth Nutrition 2017-12-06 08:50:36 (UTC)
Masuk usia 6 bulan, bayi harus memulai tahapan barunya dalam hal makan. Makanan yang lebih padat dari pada susu ini akan membantu bayi mencukupi kebutuhan gizinya yang kian bertambah banyak. ASI memang masih dapat memberikan energi pada bayi, namun, saat ini bayi juga membutuhkan zat gizi lain yang jumlahnya kian meningkat. Sama seperti makanan orang dewasa, MPASI atau makanan pendamping ASI juga sebaiknya disajikan dengan makanan yang bervariasi. Hanya saja teksturnya dibuat lebih halus.

MPASI yang bervariasi harus mencakup semua zat gizi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Salah satu sumber protein yang dapat dikenalkan pada bayi adalah ikan. Meskipun menjadi salah satu bahan makanan yang tergolong sebagai makanan alergen (makanan penyebab alergi), namun ikan tetap dapat dikenalkan pada bayi. Untuk melihat reaksi alergi, Anda dapat menerapkan aturan tunggu dan lihat (wait and see). Namun, jika Anda masih ragu, Anda dapat mengunjungi dokter terlebih dahulu untuk berkonsultasi tentang hal ini. 

BIla lampu hijau sudah didapat, Mam dapat mencoba ikan sebagai salah satu bahan MPASI. Beri jeda satu hingga dua hari untuk mencoba jenis ikan tertentu sebelum berganti ke jenis yang lain. Karena, pemicu alergi membutuhkan waktu untuk memperlihatkan gejalanya. Jika terburu-buru diganti, Mam akan kesulitan menerka jenis ikan yang mana yang menyebabkan alergi.

Tak perlu bingung memilih jenis ikan apa saja yang bisa dikenalkan pada bayi. Berikut beberapa jenis ikan yang bisa Anda kenalkan menurut saran dari Bebby Astrika SGz

1. Salmon
Kandungan omega 3 pada ikan salmon memang tak diragukan lagi. Zat gizi ini sangat  berguna untuk tumbuh kembang bayi. Memberikan satu porsi salmon pada bayi sudah memenuhi hampir 80% kebutuhan proteinnya. 

2. Gindara
Tekstur ikan gindara yang cukup lembut membuatnya cocok untuk dijadikan bahan MPASI.  Mam bisa membeli ikan ini  dalam bentuk fillet untuk memudahkan memasak. Kandungan asam lemak omega 3 ikan ini tak jauh berbeda dengan salmon. Ditambah lagi, ikan gindara juga mengandung asam lemak omega 6 yang penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

3. Kakap
Salah satu jenis ikan kakap yang favorit adalah ikan kakap merah. Pengolahannya dapat  dikukus atau dicampurkan ke dalam bubur beras merah saring. Keunggulannya, selain tidak berduri halus, daging kakap juga cukup tebal. Tiap kali memasak, gunakan 50 gram kakap untuk bisa memenuhi kebutuhan protein bayi sebanyak 10 gram.

4. Gurame
Ikan air tawar juga mengandung banyak zat gizi. Sekali pembuatan MPASI (50 gram), bayi akan mendapatkan protein dari ikan ini sebanyak 9 gram. Gurame memiliki tekstur yang kenyal dan tak terlalu banyak duri, sehingga mudah diolah sebagai bahan MPASI.

5. Kembung
Salah satu ikan yang banyak direkomendasikan oleh ahli gizi dan dokter anak untuk MPASI adalah ikan kembung. Pasalnya, tidak berbeda jauh dari ikan salmon, ikan kembung juga kaya akan kandungan DHA, asam lemak omega-3 yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil. Bahkan kandungan Omega-3 ikan kembung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ikan salmon, yaitu mencapai 2,6 gram per 1 ons, sementara salmon hanya 1,6 gram.

Variasikan pemberian ikan dengan bahan makanan lain seperti beras, tempe, atau sayuran agar bayi mendapatkan zat gizi yang cukup. Cek juga kesegaran ikan sebelum membeli untuk memastikan ikan tersebut masih layak dimakan.


Sumber: 
http://mommiesdaily.com/2017/04/14/bahan-makanan-yang-perlu-dihindari-untuk-mpasi/ - ( Tanggal akses: 24 September 2017, 15:30)
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top