Tumbuh Kembang

Saatnya Berbelanja Keperluan si Kecil

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 21:34:14 (UTC)
Membeli perlengkapan untuk bayi yang akan lahir memang menyenangkan. Namun Mam perlu memilih pakaian dengan lebih hati-hati, mengingat kulit bayi masih sangat sensitif dan lembut. Bayi cepat sekali tumbuh dan berkembang, jadi Mam sebaiknya lebih cermat memilih pakaian yang sesuai dengan usia dan kebutuhan si Kecil.
 
Siapkan perlengkapan dasar yang akan Mam bawa ketika waktu melahirkan tiba. Persiapkan dalam koper/tas sejak janin memasuki usia siap lahir (> 37 minggu) sehingga Mam tak perlu repot ketika waktunya tiba. Belilah pakaian untuk newborn agar pas di tubuh mungil, namun tak perlu membeli terlampau banyak karena si Kecil cepat bertumbuh. Berikut adalah daftar barang-barang penting yang perlu Mam persiapkan.
  • Bayi: pakaian katun, popok/diaper, kaos kaki, sarung tangan, selimut, kain bedong, topi dan tas bayi.
  • Mam: Baju satu stel (untuk persiapan pulang), kemeja/daster berkancing depan, gurita tali dan perekat, kain panjang, BH menyusui, alat mandi, pembalut dan pakaian dalam.
Untuk keperluan sehari-hari si Kecil, Mam tentu juga ingin memberikan yang terbaik. Namun model pakaian yang lucu belum tentu aman dan sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Sebelum berbelanja, yuk, pertimbangkan beberapa hal berikut ini agar si Kecil mendapatkan yang terbaik.
  • Cari pakaian yang berbahan dasar lembut dan terbuat dari serat alami seperti katun atau linen sehingga aman untuk si Kecil.
  • Pilih pakaian yang mudah dipakai dan dilepaskan. Hindari memilih celana yang menggunakan karet pada bagian pinggangnya, karena berisiko membuat kulit lecet.
  • Perhatikan kancing atau hook yang terdapat pada pakaian; pastikan tidak mudah lepas.
  • Hindari membeli pakaian rajut, karena jari si Kecil mudah tersangkut.
 
Sumber:
https://www.starthealthystayhealthy.in/shopping-tips-new-arrival-clothing
https://www.starthealthystayhealthy.in/shopping-tips-new-arrival-accessories
https://www.starthealthystayhealthy.in/hospital-packing-list
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Tumbuh Kembang

Kenali Tanda dan Proses Persalinan

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:29:16 (UTC)
Mam yang sedang di masa hamil tua biasanya dihinggapi perasaan-perasaan khawatir dan tegang seputar persalinan. Agar tidak terus menerus merasa bingung dan khawatir, para calon Mam perlu mengetahui tahap-tahapan apa saja yang akan mereka alami saat bersalin, yang bisa membantu memberikan gambaran yang jelas akan apa yang terjadi.
 
Tahap 1: Tahap Prodormal Labor
 
Pada tahap ini, permukaan rahim akan melunak dan mulai terbuka. Kontraksi yang terjadi biasanya sudah mulai terasa, meski tergolong ringan dan terasa ada tekanan pada punggung bagian bawah. Fase ini bisa berlangsung beberapa jam atau beberapa hari.
 
Yang bisa Mam lakukan:
  • Persiapkan diri dan mental dengan baik. Mam tetap harus makan, minum banyak cairan, dan beristirahat. Bila memungkinkan, cobalah untuk sering berjalan-jalan.
 
Tahap 2: Tahap Persalinan Awal
 
Pada tahap ini, mulut rahim biasanya sudah terbuka tiga sampai empat sentimeter. Selama beberapa jam ke depan, kontraksi akan terasa lebih panjang dan kuat, serta terjadi secara berdekatan, yaitu lima menit sekali dengan durasi sekitar 25-45 detik.
 
Yang bisa Mam lakukan:
  • Terus coba untuk berjalan-jalan – misalnya di sekitar klinik atau rumah sakit, juga mandi air hangat agar terasa lebih nyaman.
  • Saat kontraksi datang, cobalah untuk bernafas dengan baik dan teratur.
  • Pijatan pada bagian punggung atau bahu juga dapat memberi perasaan nyaman dan tenang.

Tahap 3: Tahap Persalinan Aktif
 
Kontraksi pada tahap ini terjadi lebih panjang dan kuat, biasanya berjarak tiga menit sekali dan terus terjadi selama satu menit atau lebih. Pembukaan mulut rahim biasanya sudah mencapai delapan sentimeter.
 
Yang bisa Mam lakukan:
  • Cari posisi tubuh yang paling nyaman untuk Mam.
  • Usahakan suasana di sekeliling Mam tetap tenang, kalau memungkinkan redupkan pencahayaan di dalam ruangan.
  • Bernafaslah secara teratur dan sadar, hal ini penting untuk mempersiapkan energi dan tenaga Mam.
 
Tahap 4: Transisi
 
Tahapan ini adalah tahap puncak persalinan, di mana mulut rahim sudah terbuka sempurna, yaitu 10cm. Kontraksi terjadi sangat kuat dan terus menerus.
 
Yang bisa Mam lakukan:
  • Terus berkonsentrasi; cobalah untuk bernafas secara teratur dan sadar.
  • Sedapat mungkin cobalah untuk tetap tenang.
 
Tahap 5: Persalinan
 
Pada tahap ini tubuh Mam secara insting akan melakukan tindakan mengejan. Posisi bayi sudah semakin turun dari panggul dan menuju jalan lahir. Fase ini berlangsung antara 15 menit hingga beberapa jam.
 
Yang bisa Mam lakukan:
  • Ikuti arahan dokter atau bidan yang membantu persalinan Mam. Jangan mengejan kecuali diperintahkan oleh dokter atau bidan.
  • Bernafaslah dengan baik; bila perlu Mam masih boleh berganti posisi tubuh. Berjongkok, posisi merangkak, atau berbaring miring mungkin cukup membantu.
  • Tarik nafas dalam-dalam di antara saat kontraksi, untuk mengumpulkan energi.
 
Tahap 6: Pemulihan
 
Saatnya memotong tali pusat dan si Kecil akan diposisikan pada dada Mam sebagai upaya inisiasi menyusui dini (skin-to-skin moment).
 
Sumber:
•    http://www.givingbirthwithconfidence.org/blog/labor-day-your-step-by-step-guide-to-birth
•    http://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/labor-and-delivery/labor-childbirth-phases/
•    https://www.babycentre.co.uk/a177/the-stages-of-childbirth
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top