Tumbuh Kembang

Si Kecil Belajar Bicara

By: Wyeth Nutrition 2018-01-03 00:01:25 (UTC)
Perkembangan si Kecil hari demi hari membuat Mam dan Pap penasaran. Salah satu tahap perkembangan yang dinanti adalah saat ia mulai belajar berbicara. Sebelum bisa bicara, si Kecil mulai berkomunikasi dengan cara menangis dan merengek. Namun lama kelamaan, ia akan mulai mempelajari kata-kata dan belajar menggunakannya.

Ada tahapan yang akan dilewati si Kecil dalam perkembangan komunikasinya. Yuk, simak tahapan-tahapannya agar Mam dan Pap lebih mudah memantau tumbuh kembang si Kecil.
  • Dimulai dengan tangisan

    Saat baru lahir hingga berusia dua bulan, si Kecil baru bisa menyampaikan perasaannya melalui tangisan, atau tersenyum dan tertawa. Lalu mulai usia tiga bulan, mereka sudah bisa mengajak Mam dan Pap berkomunikasi dengan mengeluarkan gumaman namun belum terlalu jelas. Si Kecil juga biasanya sudah mulai bisa merespon ketika Mam dan Pap mengajak bicara atau bermain. Semakin mendekati usia enam bulan, ia akan mulai bereksperimen dengan bunyi-bunyian dari mulutnya, seperti membuat busa dari air liurnya atau meniup-niupkan bibirnya.

  • Mulai bergumam

    Memasuki usia enam bulan ke atas, si Kecil akan mulai sering mengoceh dengan melakukan pengulangan kata seperti “mamama” atau “bababa”. Meskipun ucapannya tidak mengacu ke suatu hal yang spesifik, Mam dan Pap harus tetap merangsang kepekaan berbicaranya dengan rajin berkomunikasi dengannya. Karena ocehannya yang masih belum jelas ini adalah tanda ia sedang berusaha belajar mengikuti suara dan obrolan orang-orang di sekitarnya.

  • Belajarmerangkai kata

    Setelah memasuki usia satu tahun dan seterusnya, ocehan si Kecil akan semakin bervariasi, bahkan bisa mencapai sekitar 20 kata yang biasa digunakan sehari-hari. Kini ia sudah mulai bisa mengungkapkan keinginannya dengan kosa kata yang khusus. Misalnya, dengan mengulang kata-kata terakhir dalam satu kalimat seperti “gi” untuk “minta lagi” dan sebagainya.

  • Bimbing si Kecil berbicara

    Mam dan Pap punya peran penting dalam perkembangan komunikasi si Kecil, jadi bimbinglah mereka untuk berlatih komunikasi sejak awal. Beberapa cara yang bisa Mam dan Pap lakukan seperti mengajak mereka berbicara dengan membuat pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti “mana hidung Adik?” kemudian tuntun mereka untuk tahu di mana posisi hidungnya. Atau “Kucingnya di mana?” kemudian tunjukan mana hewan kucing sehingga mereka bisa mengenal kata dan benda di sekitar mereka.

    Mam dan Pap juga bisa memotivasi si Kecil untuk berbicara dengan menyanyikan lagu anak-anak, khususnya yang berima, untuk memperkenalkan berbagai perbedaan bunyi dan suara. Nada yang mudah diingat juga merangsangnya untuk belajar mengikuti lagu, baik dengan suara atau gerakan tangan.


Ketika si Kecil sudah bisa bermain sendiri, sebaiknya tetap dampingi dia dan ikut berpartisipasi dengan mengajaknya berbicara. Semakin aktif Mam dan Pap mengajak berbicara, semakin banyak pula kosa kata yang akan mereka dapatkan. Yuk, semakin rajin memotivasi si Kecil untuk tumbuh dan berkembang, salah satunya dengan memperbanyak informasi soal tumbuh kembang.

Sumber :
http://www.parenting.com/article/teach-baby-to-talk
https://www.babycentre.co.uk/a539841/helping-your-toddler-to-talk
https://www.awalsehat.nestle.co.id/apa-kata-pertamanya
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Tumbuh Kembang

Menyapih Anak dari ASI, Ini Tips Jitunya

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 00:39:38 (UTC)
Menyapih anak atau menghentikan anak dari ASI memang tidak mudah. Perlu beberapa persiapan agar Mam dan si Kecil sama-sama siap dan tidak melewati drama saat proses penyapihan.

Kadang si Kecil sebetulnya sudah siap untuk berhenti menyusu, tetapi Mam sendiri yang tidak rela karena takut kehilangan momen bonding. Mam juga mungkin takut merasa tidak dibutuhkan lagi setelah si Kecil berhenti menyusu.

Jangan khawatir, Mam. Banyak cara untuk tetap bonding dengan si Kecil meski sudah disapih. Kini Mam bisa menemukan cara lain untuk menenangkan si Kecil saat ia rewel seperti memeluk, bernyanyi, atau membacakannya buku cerita.

Waktu Menyapih Anak yang Tepat
Tidak ada waktu yang paling tepat atau paling benar untuk menyapih anak dari ASI. Keputusan berada di tangan Mam dan tidak ada alasan khusus tentang seberapa lama anak sebaiknya disusui.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan para ibu untuk menyusui minimal satu tahun. Bahkan, Mam disarankan untuk menyusui lebih lama lagi jika bayi masih menginginkannya dan Mam masih sanggup menyusui.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan ASI eksklusif selama 6 bulan. Mam juga disarankan tetap memberikan ASI hingga si Kecil berusia 2 tahun untuk tumbuh kembang anak yang lebih optimal dan tidak mudah sakit.

Perhatikan juga usia anak saat akan disapih, jika masih di usia 6 bulan hingga sebelum 1 tahun, tandanya Mam harus menyiapkan susu formula. Ini karena di usia itu bayi belum siap makan.

Harus diingat ketika memberikan susu formula dengan dot, Mam suatu hari akan harus menyapihnya juga dari dot. Sebaiknya berikan ASI perah atau susu formula melalui gelas atau sippy cup.

Menyapih anak akan lebih mudah ketika anak sudah tidak tertarik menyusu dan memilih makan makanan lain. Banyak bayi yang memang sudah kehilangan keinginan menyusu dan lebih suka makan makanan keluarga sehingga menyapih pun jadi lebih gampang.

Ada pula bayi yang jadi sangat rewel ketika tidak diberi ASI. Jika sudah merasa sangat lelah dan tidak mampu lagi untuk selalu menyusui, Mam bisa memutuskan untuk mengurangi frekuensi menyusui sampai akhirnya berhenti total.

Jangan langsung berhenti total ya, Mam. Menghentikan susu tiba-tiba bisa jadi sangat traumatis bagi bayi dan bisa menyebabkan plugged duct atau saluran ASI tersumbat. Hal ini bisa menyebabkan demam tinggi pada ibu.

Cara Menyapih Anak dari ASI
Tidak ada cara menyapih anak dari ASI yang saklek dan bisa diikuti oleh semua ibu. Setiap ibu berbeda, anak juga merespons pada proses penyapihan dengan cara berbeda. Cara yang bisa dicoba adalah mengurangi jadwal menyusu. Perhatikan respons si Kecil ketika Mam mencoba mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi.

Setelah satu minggu, anak biasanya sudah terbiasa dengan jadwal menyusu yang sudah berkurang. Produksi ASI  pada payudara juga seharusnya sudah berkurang. Mam bisa menguranginya lagi hingga berhenti sama sekali.

Mam bisa menggunakan distraksi lain seperti bermain saat si Kecil minta menyusu. Pastikan juga si Kecil selalu kenyang sehingga tidak lapar dan tidak ada keinginan untuk menyusu lagi.

Hal tersulit biasanya menghentikan menyusui jelang waktu tidur. Anak sudah ada dalam kebiasaan ini seumur hidupnya sehingga wajar jika sulit dilepaskan. Akan ada beberapa hari bahkan beberapa minggu anak jadi kesulitan tidur dan jadi rewel. Itu merupakan hal yang wajar dan sebuah fase yang memang harus dilalui.

Jika anak sudah lebih besar dan bisa berkomunikasi dua arah, jangan lupa untuk memberitahunya, ya Mam! Ulangi terus kenapa ia harus berhenti menyusu untuk memudahkan si Kecil benar-benar berhenti.

Mam juga bisa membuat deadline dengan perjanjian. Misalnya Mam bisa menjanjikan pesta ulang tahun kalau si Kecil bisa berhenti menyusu. Ceritakan betapa serunya pesta ulang tahun dan ingatkan terus tentang syarat berhenti menyusu. Banyak Mam yang berhasil dengan cara seperti ini.

Jangan lupa minta dukungan keluarga, ya! Suami yang sigap menemani bermain saat anak rewel minta menyusu bisa jadi bantuan yang memudahkan proses menyapih.
Cara menyapih anak dari ASI ini bisa saja gagal ketika saat proses penyapihan, anak jatuh sakit. Anak sakit biasanya butuh cairan lebih banyak agar tidak dehidrasi sehingga mereka kembali sering menyusu.

Pastikan juga si Kecil tidak sedang menjalani perubahan lain. Balita hanya sanggup menghadapi perubahan satu per satu. Jadi jika ia baru selesai toilet training, Mam mungkin bisa menunda penyapihan hingga beberapa minggu ke depan.

Atau mungkin momennya bersamaan dengan keluarga baru pindah rumah, anak pindah daycare, atau Mam kembali bekerja di kantor biasanya proses menyapih jadi lebih sulit. Tunggu saja dulu dengan sabar. Cepat atau lambat, ia akan berhenti juga, kok.
 
Source:
babycenter.com/0_weaning-when-and-how-to-stop-breastfeeding_3272.bc
medicinenet.com/7_signs_its_time_to_wean_your_baby_from_breastfee/article.htm#what_are_the_best_foods_to_start_weaning_a_baby_with
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top