Si Kecil dan Musik: Manfaat Musik dalam Perkembangan Anak

Jumat, 19 Mei 2017, 14:26 WIB1 Shares
Banyak artikel dan tips tentang cara mendidik anak yang baik, salah satunya melalui musik.  Dan ini adalah hal yang mudah, karena kita bisa menemukan musik dimana saja. Dari radio, televisi, dari lagu-lagu yang diperdengarkan setiap hari. Bahkan, musik bisa didapatkan dari berbagai alat di sekitar kita, botol bekas minum, piring dan sendok atau dari peralatan masak . Segala benda yang dipukul dengan irama yang teratur akan menciptakan musik yang indah untuk didengar. 

Kita sebagai orang dewasa mendengarkan musik untuk menghibur dan menyenangkan hati, untuk memperbaiki mood yang buruk, dan untuk memberikan suasana yang ceria. Tapi, apa manfaat musik untuk si Kecil? Lebih dari yang orang dewasa bisa dapatkan, Mam! 

Manfaat musik untuk perkembangan anak
Memperdengarkan musik sedini mungkin tidak ada salahnya, bahkan ketika si Kecil masih dalam kandungan. Musik yang tepat akan menstimulus gerak janin, memberikan ketenangan dan meredam kegelisahan. Jangan salah, Mam! Janin juga bisa merasakan gelisah jika kita sedang gelisah atau berada di tempat yang riuh, dan musik akan membantu menenangkannya. 

Musik memberikan stimulasi dalam tumbuh kembang anak, antara lain kepintaran, sosial dan emosi, motorik kasar anak, bahkan musik akan mensitumulus kemampuan bahasa dan literasinya. Musik akan menyelaraskan gerak tubuh dan kerja otak. Anak akan belajar tentang kosa kata baru melalui lirik di sebuah lagu atau anak akan belajar berbagai gerakan ketika sedang menari dengan iringan musik, dan ini adalah latihan untuk motorik kasarnya. 

Musik sebagai sarana anak bersosialisasi 
Di kelompok bermain, PAUD atau TK, musik adalah suatu sarana untuk guru mengajarkan anak tentang bersosialisasi tanpa paksaan. Melalui lagu yang dinyanyikan bersama, anak akan belajar untuk bekerja sama dengan temannya membentuk irama yang bagus. Begitu pula ketika anak sedang menari atau bermain musik dalam kelompok, anak akan belajar mengenai team work  dan tidak menjadi individualis. Mereka belajar untuk bekerja sama menghasilkan karya musik yang bagus. 

Musik yang dimainkan atau diperdengarkan bersama – sama akan membuat anak belajar untuk lebih kreatif, mudah berkompromi, melatih konsentrasi, berbagi dan bekerja sama. Hal-hal yang akan sangat berguna untuk menghadapi tantangan  ketika dia memasuki usia sekolah atau terjun di masyarakat yang lebih luas. 

Musik sesuai tahapan usia anak
Musik adalah sarana untuk anak berekspresi, mengemukakan emosi memalui lagu dan tarian. Pada usia di bawah 1 tahun, mungkin si Kecil belum bisa bernyanyi Mam, tapi bukan berarti si Kecil tak memahami musik. Dia akan merespon dengan menggoyangkan tangan, dengan menganggukkan kepala atau ikut bernyanyi meski suara yang dikeluarkan belum jelas. Di usia batita, tak jarang si Kecil akan menggumamkan sambil bermain. Di usia lebih besar lagi, anak sudah mulai bisa untuk memainkan instrumen musik atau bernyanyi. Setiap anak akan merespon musik yang diperdengarkan, meski hal ini bergantung pada tahapan usia.
 
  • Musik untuk bayi

    Bayi lebih dulu mengenali irama dibandingkan ketika mereka mengenali kata-kata. Tapi tak ada salahnya memperkenalkan 1 – 2 kata yang sederhana pada si Kecil di usia ini melalui musik, Mam. Pilih lagu anak dengan lirik sederhana yang bisa dinyanyikan sambil memandikan, bermain atau ketika menyuapinya. Tak ada salahnya untuk memperdengarkan musik dengan irama yang lembut ketika dia tidur, ini akan memberikan ketenangan sehingga otaknya beristirahat dengan optimal.

  • Musik untuk usia batita 

    Di usia ini, anak sangat gemar menari mengikuti irama. Coba perdengarkan musik dengan irama yang ceria agar anak tertarik untuk menari mengikuti iramanya. Anak di usia ini juga sudah mengenali lebih banyak kosa kata, mereka mengenali lirik lagu dengan lebih baik, tak jarang juga menggantinya dengan benda lain untuk membuatnya lebih lucu.

  • Musik untuk anak usia balita

    usia ini anak sudah mulai mengenal instruksi. Mereka juga mengenal musik sebagai suatu irama yang utuh berbentuk lagu atau nyanyian. Tidak hanya mendengarkan, coba libatkan mereka dengan beraktivitas mengikuti lirik lagu, bisa menggunakan alat peraga berupa mainan, binatang atau anggota badan mereka seperti dalma lagi, “kepala pundak lutut kaki”. Musik juga bisa digunakan sebagai alat pencair ketika anak-anak ini berkumpul pertama kali sehingga mereka bisa lebih akrab satu sama lain.

  • Musik untuk anak usia sekolah 

    usia ini anak mulai belajar menghitung dan membaca, dan kedua hal ini akan lebih mudah dipelajari dengan menggunakan media musik. Melalui lagu-lagu yang mempunyai lirik berupa angka, abjad, anak-anak akan belajar menghitung dan membaca dengan lebih menyenangkan. Di usia ini anak juga sudah bisa dikatakan siap jika ingin belajar tentang instrument musik, jadi tak ada salahnya menawari si Kecil les alat musik kan, Mam?


Tidak ada salahnya memperkenalkan musik sejak dini pada si Kecil, bahkan jika tidak ada penelitian yang menjamin musik bisa membuat anak pintar, tapi dengan musik akan bisa membuat anak menjadi lebih tenang, lebih bersuka cita. Anak akan memperoleh banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya, Mam. Manfaat yang kelak akan menjaid bekal si kecil memasuki dunia yang lebih luas dan menantang. 

Referensi:
http://www.brighthorizons.com/family-resources/e-family-news/2010-music-and-children-rhythm-meets-child-development
Diakses pada 25 Desember 2017

0 Komentar

Artikel Terkait

Tumbuh Kembang

Liburan Seru Bersama si Kecil

Baca selengkapnya

Tumbuh Kembang

Aku Siap Ujian, Mam!

Baca selengkapnya

Tumbuh Kembang

Kiat Memotivasi Anak Belajar

Baca selengkapnya
Hubungi Kami
Hubungi KamiHubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top