Info Nutrisi

Si Kecil Makin Pintar dengan Bermain Puzzle

By: Sherly Inbound 2016-09-27 01:46:51 (UTC)
Anak-anak menyukai berbagai macam mainan. Namun, memilihkan mainan untuk anak balita hendaknya tidak sebatas untuk membuatnya terhibur saja ya, Mam. Mainan mempunyai peran yang penting dalam perkembangan fisik maupun kecerdasan anak , lho.  Maka dari itu, pilihkan jenis mainan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi si kecil untuk mengembangkan kemampuan belajarnya.


 
Salah satu jenis mainan yang direkomendasikan untuk anak balita adalah puzzle. Riset yang dilakukan para peneliti di University of Chicago menemukan, anak usia 2-4 tahun yang gemar bermain puzzle kelak akan memiliki kemampuan spasial yang lebih baik. Selain itu, masih banyak lho kelebihan dari membiasakan si kecil memainkan permainan yang diyakini dapat membentuk anak cerdas ini, yaitu:

Baca Juga : Cara Cepat Melatih Stimulasi Kepintaran Anak pada Usia Dini


 
● Melatih kemampuan motorik halus


Anak batita masih dalam proses belajar mempraktikkan kemampuan motorik halusnya, yakni keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Bermain puzzle sangat baik untuk mengembangkan keterampilan motorik halus si kecil. Saat anak membalik, memutar, dan memindahkan keping puzzle, mereka belajar mengatur tangan dan matanya untuk bekerja sama. Saat mata memandangi kepingan puzzle, otak mencari tahu di mana harus meletakkannya. Lalu, otak dan mata bekerjasama menyuruh tangan mengambil keping satu-persatu dan meletakkan di tempat yang seharusnya, sampai puzzle tersusun dengan rapi.

 
● Melatih kemampuan memecahkan masalah


Puzzle adalah permainan teka-teki. Saat bermain puzzle, anak ditantang untuk memecahkan masalah, yakni menyusun kepingan-kepingannya secara tepat hingga menghasilkan suatu gambar. Dalam proses ini, anak dilatih untuk berpikir kreatif karena secara alami ia akan mencoba beberapa cara guna menempatkan potongan gambar puzzle secara tepat.

 
● Mengenal bentuk dan warna


Anak batita masih belajar mengenal bentuk dan warna benda-benda yang ada di sekitarnya. Bermain puzzle dapat membantu si kecil mengenal aneka bentuk, warna, dan gambar pada setiap kepingnya.

 
● Melatih daya ingat


Saat bermain puzzle, anak harus berusaha mengingat sebuah gambar, lalu menyusun kepingan yang tersebar menjadi gambar yang sama. Dalam proses ini, ia akan dilatih untuk mengingat posisi setiap keping puzzle.


 
Pada awalnya, Mam dapat memberikan puzzle dengan jumlah keping yang sedikit. Setelah si kecil terbiasa dengan proses bermain puzzle, Mam dapat memberinya puzzle dengan jumlah kepingan yang lebih banyak dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi. Meski bermain puzzle sangat efektif dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak , pastikan juga bahwa ia menikmati aktivitas tersebut ya, Mam. Membentuk anak cerdas  memang penting, akan tetapi mendorongnya untuk bersenang-senang dan menikmati proses belajarnya juga tak kalah penting, lho!
 


Sumber:
psychologicalscience.org/index.php/news/releases/playing-with-puzzles-and-blocks-may-build-childrens-spatial-skills.html
news.uchicago.edu/article/2012/02/15/puzzle-play-helps-boost-learning-important-math-related-skills
Info Nutrisi

Siapkan Nutrisi yang Dukung Pintarnya si Kecil

By: DR Dr Rini Sekartini SpA K 2017-10-24 21:07:51 (UTC)
Mam dan Pap tentu ingin mempersiapkan yang terbaik untuk si Kecil; dari kebutuhan sandang, perencanaan pendidikan, juga kelengkapan asupan bernutrisinya setiap hari. Apa saja sih, ragam nutrisi yang membantu mendukung pintarnya si Kecil? Berikut penjelasannya.
 
Di usia pertumbuhannya, si Kecil membutuhkan berbagai jenis nutrisi yang tidak saja bermanfaat untuk tubuhnya, tetapi juga perkembangan otaknya. Layaknya spons yang memiliki kemampuan menyerap dengan cepat, otak anak-anak pun menyerap berbagai informasi yang ada di sekitarnya dengan cepat, dan itu membutuhkan energi yang mencukupi dan dukungan nutrisi yang tepat. Di antara berbagai nutrisi yang ada, yang terpenting untuk mendukung fungsi dan perkembangan otak adalah sebagai berikut:
  1. Telur

    Anak-anak biasanya tak sulit menyantap telur; dibuat omelet atau orak-arik yang gurih, telur rebus, atau dicampur ke dengan masakan seperti sup, si Kecil tentu menyukainya. Telur baik untuk pertumbuhan otak karena kaya protein, juga kaya kolin, yaitu zat yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan fungsi otak.  Per minggu, rata-rata 5 butir telur cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

  2. Sayuran hijau

    Sayuran berdaun dan berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kangkung, sawi, dan kale kaya akan folat dan vitamin, yang dibutuhkan oleh otak. Bila si Kecil tak menyukainya, siasati saja dengan menyelipkannya di dalam omelet atau sandwich gulung, atau olah dalam bentuk smoothie yang segar.

  3. Produk olahan susu, terutama yogurt

    Yogurt adalah sumber protein dan vitamin B yang baik, yang dapat membantu menjaga kondisi dan mendukung pertumbuhan jaringan otak. Yogurt juga baik untuk fungsi pencernaan karena mengandung probiotik. Bekukan yogurt di dalam lemari es, si Kecil pasti senang menyantapnya seperti es krim. 

  4. Ikan

    Ikan sejak lama dianggap sebagai “makanan super” untuk otak, karena merupakan sumber vitamin D dan asam lemak omega 3. Pilih ikan yang berkualitas baik, seperti salmon, sarden, atau tuna. Sebaiknya berikan ikan segar, bukan dalam bentuk olahan ya, Mam. Untuk memaksimalkan manfaatnya, sajikan 2-3 kali menu berbahan ikan setiap minggu untuk anak-anak. 

  5. Buah berry

    Antioksidan dapat menjaga tubuh dan otak dari pengaruh radikal bebas yang dapat merusak sel-sel. Nutrisi ini banyak terkandung di dalam buah beri-berian, seperti strawberry, blueberry, juga arbei (raspberry). Selain itu, buah jenis ini juga kaya vitamin C yang baik untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Tambahkan buah-buahan ini dalam smoothie, milkshake, atau sereal sarapan anak-anak dalam porsi wajar, yaitu sekitar 1 sendok makan. 

Berbeda dengan orang dewasa, mungkin anak-anak perlu beradaptasi dalam menyantap makanan-makanan ini, terutama sayuran hijau. Perkenalkan secara bertahap, sedikit demi sedikit, sampai si Kecil bisa benar-benar bisa menikmati aneka “brain food” yang dibutuhkannya. Pastikan juga rasa sajiannya enak ya, Mam, agar si Kecil makin mudah menikmatinya. 
 
Sumber:
http://www.momjunction.com/articles/foods-boost-kids-brain-power_0075739/#gref
http://www.whattoexpect.com/toddler-nutrition/brain-food-for-kids.aspx
http://www.parenting.com/blogs/mom-congress/melissa-taylor/brain-foods-kids-and-adults
Penulis
DR Dr Rini Sekartini SpA K

Dokter Spesialis Anak Konsultan alumni Fakultas Kedokteran UI Jakarta dan saat ini praktek sebagai Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top