Tumbuh Kembang

Si Kecil Mulai Tumbuh Gigi

By: DR Dr Rini Sekartini SpA K 2018-01-03 13:52:11
Masa tumbuh gigi merupakan fase perkembangan si Kecil yang bisa bervariasi waktu dan tahapannya. Banyak tanda-tanda yang terjadi saat si Kecil mulai akan tumbuh gigi karena pada dasarnya mereka sudah mulai mengembangkan pertumbuhan gigi sejak dalam kandungan. Namun gigi pertama baru mulai muncul biasanya saat si Kecil akan memasuki usia enam bulan. Gigi yang muncul lebih awal atau lebih cepat daripada rata-rata bukan berarti bahwa ia lebih "maju" atau "terbelakang”. Karena waktu mulainya yang bervariasi ini, Mam dan Pap harus lebih memperhatikan pola dan ciri-ciri awal saat si Kecil mulai tumbuh gigi agar mereka bisa melewatinya dengan nyaman.
 
Rata-rata, si Kecil mulai tumbuh gigi pada sekitar enam bulan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan dan pengenalan makanan padat. Proses tumbuh gigi berlanjut sampai usia tiga tahun dan jumlahnya sekitar 20 buah. Di antara semua gigi, saat tumbuh gigi taring, yang biasanya terjadi pada usia sekitar 15-18 bulan, adalah yang paling menyakitkan dan membuat si Kecil tidak nyaman.
 
Meski belum terlihat, Mam dapat mengetahui bahwa si Kecil mulai tumbuh gigi dengan mengenali ciri-ciri umum. Ciri-ciri ini biasanya dapat dilihat ketika si Kecil suka memasukkan dan menggigiti benda yang dipegangnya, mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya, lebih rewel dari biasanya akibat gusi terasa nyeri atau bengkak, sulit tidur nyenyak, atau tidak mau makan.
 

Agar si kecil merasa lebih nyaman,  Mam dan Pap bisa memijat gusi si Kecil dengan memberi tekanan yang sangat ringan menggunakan  jari yang bersih. Bila perlu, mintalah pada dokter gel dingin untuk meringankan rasa sakit. Mam dan Pap juga bisa mencoba untuk menenangkannya dengan memberi makanan dingin.
 
Mam dan Pap juga harus memastikan benda-benda yang digunakan si Kecil untuk meredakan rasa tidak nyaman mereka tetap bersih dan aman. Meskipun tumbuh gigi menyebabkan berbagai macam ketidaknyamanan pada si Kecil, mereka tidak berhubungan dengan demam, muntah atau diare. Semua ini mungkin tanda infeksi yang diakibatkan oleh kurangnya kebersihan, sehingga tidak disebabkan oleh tumbuh gigi. Saat tumbuh gigi, si Kecil bisa saja terkena infeksi dalam usaha mengunyah segala sesuatu yang dipegangnya. Satu-satunya cara untuk bisa mencegahnya adalah dengan menggunakan teethers atau mainan kunyah yang sudah disterilisasi.
 
Setelah mereka mulai tumbuh gigi, Mam dan Pap bisa memperkenalkan si Kecil dengan sikat gigi. Ajari si Kkecil untuk menyikat gigi mereka setidaknya dua kali sehari. Penting juga untuk menjadwalkan pemeriksaan gigi untuk si kecil saat mereka mulai memasuki usia satu tahun. Memastikan kebersihan gigi yang baik sejak dini membantu si Kecil mendapatkan gigi yang sehat. Selain itu, Mam dan Pap juga bisa mulai membatasi konsumsi gula berlebih dalam makanan mereka untuk menghindari kerusakan gigi.
 
Sumber :
https://www.starthealthystayhealthy.in/all-about-teething
http://www.parents.com/baby/health/baby-teeth/baby-first-teeth/
https://www.babycenter.com/0_teething-your-babys-first-teeth_11243.bc
https://www.starthealthystayhealthy.in/baby-teething-symptoms
Penulis
DR Dr Rini Sekartini SpA K

Dokter Spesialis Anak Konsultan alumni Fakultas Kedokteran UI Jakarta dan saat ini praktek sebagai Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Tumbuh Kembang

Menyapih Anak dari ASI, Ini Tips Jitunya

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 14:39:38
Menyapih anak atau menghentikan anak dari ASI memang tidak mudah. Perlu beberapa persiapan agar Mam dan si Kecil sama-sama siap dan tidak melewati drama saat proses penyapihan.

Kadang si Kecil sebetulnya sudah siap untuk berhenti menyusu, tetapi Mam sendiri yang tidak rela karena takut kehilangan momen bonding. Mam juga mungkin takut merasa tidak dibutuhkan lagi setelah si Kecil berhenti menyusu.

Jangan khawatir, Mam. Banyak cara untuk tetap bonding dengan si Kecil meski sudah disapih. Kini Mam bisa menemukan cara lain untuk menenangkan si Kecil saat ia rewel seperti memeluk, bernyanyi, atau membacakannya buku cerita.

Waktu Menyapih Anak yang Tepat
Tidak ada waktu yang paling tepat atau paling benar untuk menyapih anak dari ASI. Keputusan berada di tangan Mam dan tidak ada alasan khusus tentang seberapa lama anak sebaiknya disusui.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan para ibu untuk menyusui minimal satu tahun. Bahkan, Mam disarankan untuk menyusui lebih lama lagi jika bayi masih menginginkannya dan Mam masih sanggup menyusui.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan ASI eksklusif selama 6 bulan. Mam juga disarankan tetap memberikan ASI hingga si Kecil berusia 2 tahun untuk tumbuh kembang anak yang lebih optimal dan tidak mudah sakit.

Perhatikan juga usia anak saat akan disapih, jika masih di usia 6 bulan hingga sebelum 1 tahun, tandanya Mam harus menyiapkan susu formula. Ini karena di usia itu bayi belum siap makan.

Harus diingat ketika memberikan susu formula dengan dot, Mam suatu hari akan harus menyapihnya juga dari dot. Sebaiknya berikan ASI perah atau susu formula melalui gelas atau sippy cup.

Menyapih anak akan lebih mudah ketika anak sudah tidak tertarik menyusu dan memilih makan makanan lain. Banyak bayi yang memang sudah kehilangan keinginan menyusu dan lebih suka makan makanan keluarga sehingga menyapih pun jadi lebih gampang.

Ada pula bayi yang jadi sangat rewel ketika tidak diberi ASI. Jika sudah merasa sangat lelah dan tidak mampu lagi untuk selalu menyusui, Mam bisa memutuskan untuk mengurangi frekuensi menyusui sampai akhirnya berhenti total.

Jangan langsung berhenti total ya, Mam. Menghentikan susu tiba-tiba bisa jadi sangat traumatis bagi bayi dan bisa menyebabkan plugged duct atau saluran ASI tersumbat. Hal ini bisa menyebabkan demam tinggi pada ibu.

Cara Menyapih Anak dari ASI
Tidak ada cara menyapih anak dari ASI yang saklek dan bisa diikuti oleh semua ibu. Setiap ibu berbeda, anak juga merespons pada proses penyapihan dengan cara berbeda. Cara yang bisa dicoba adalah mengurangi jadwal menyusu. Perhatikan respons si Kecil ketika Mam mencoba mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi.

Setelah satu minggu, anak biasanya sudah terbiasa dengan jadwal menyusu yang sudah berkurang. Produksi ASI  pada payudara juga seharusnya sudah berkurang. Mam bisa menguranginya lagi hingga berhenti sama sekali.

Mam bisa menggunakan distraksi lain seperti bermain saat si Kecil minta menyusu. Pastikan juga si Kecil selalu kenyang sehingga tidak lapar dan tidak ada keinginan untuk menyusu lagi.

Hal tersulit biasanya menghentikan menyusui jelang waktu tidur. Anak sudah ada dalam kebiasaan ini seumur hidupnya sehingga wajar jika sulit dilepaskan. Akan ada beberapa hari bahkan beberapa minggu anak jadi kesulitan tidur dan jadi rewel. Itu merupakan hal yang wajar dan sebuah fase yang memang harus dilalui.

Jika anak sudah lebih besar dan bisa berkomunikasi dua arah, jangan lupa untuk memberitahunya, ya Mam! Ulangi terus kenapa ia harus berhenti menyusu untuk memudahkan si Kecil benar-benar berhenti.

Mam juga bisa membuat deadline dengan perjanjian. Misalnya Mam bisa menjanjikan pesta ulang tahun kalau si Kecil bisa berhenti menyusu. Ceritakan betapa serunya pesta ulang tahun dan ingatkan terus tentang syarat berhenti menyusu. Banyak Mam yang berhasil dengan cara seperti ini.

Jangan lupa minta dukungan keluarga, ya! Suami yang sigap menemani bermain saat anak rewel minta menyusu bisa jadi bantuan yang memudahkan proses menyapih.
Cara menyapih anak dari ASI ini bisa saja gagal ketika saat proses penyapihan, anak jatuh sakit. Anak sakit biasanya butuh cairan lebih banyak agar tidak dehidrasi sehingga mereka kembali sering menyusu.

Pastikan juga si Kecil tidak sedang menjalani perubahan lain. Balita hanya sanggup menghadapi perubahan satu per satu. Jadi jika ia baru selesai toilet training, Mam mungkin bisa menunda penyapihan hingga beberapa minggu ke depan.

Atau mungkin momennya bersamaan dengan keluarga baru pindah rumah, anak pindah daycare, atau Mam kembali bekerja di kantor biasanya proses menyapih jadi lebih sulit. Tunggu saja dulu dengan sabar. Cepat atau lambat, ia akan berhenti juga, kok.
 
Source:
babycenter.com/0_weaning-when-and-how-to-stop-breastfeeding_3272.bc
medicinenet.com/7_signs_its_time_to_wean_your_baby_from_breastfee/article.htm#what_are_the_best_foods_to_start_weaning_a_baby_with
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top