Tumbuh Kembang

Stimulasi Motorik untuk Bantu Optimalkan Body Smart si Kecil

By: Alia An Dhiva 2017-04-12 22:15:02 (UTC)
Aspek perkembangan anak usia dini meliputi perkembangan kognitif, perkembangan fisik motorik, perkembangan bahasa, dan perkembangan sosio-emosional. Sementara, yang termasuk kategori anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun. Pada fase usia ini, si Kecil sedang mengalami masa peka, yaitu masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan.
 
Mam perlu tahu bahwa masa emas perkembangan motorik anak terjadi pada lima tahun pertama usianya. Motorik kasar adalah gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antaranggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Kemampuan mengendalikan gerak tubuh pada anak disebut juga kepintaran kinestetik atau body smart. Untuk membantu mengoptimalkan body smart si Kecil, Mam bisa melakukan berbagai kegiatan ini:
 
1-2 tahun
  • Melatih si Kecil berjalan dengan memegangi kedua tangannya.
  • Memberikan mainan yang dapat didorong-dorong oleh si Kecil.
  • Mengajak si Kecil melempar atau menendang bola.
  • Membiarkan si Kecil berpura-pura membantu Mam menyapu, memasukkan pakaian kotor ke dalam keranjang, dan membereskan mainan.
  • Membiarkan si Kecil belajar naik-turun tangga.
  • Bermain kuda goyang.
 
2-3 tahun
  • Melatih si Kecil bermain sepeda roda tiga.
  • Memberikan mainan gerobak sorong roda satu (wheelbarrow) untuk didorong-dorong.
  • Membiarkan si Kecil belajar memanjat. Mam cukup mengawasi, tapi tak perlu melarangnya.
  • Membiarkan si Kecil bermain perosotan, ayunan, dan permainan lain di taman.
  • Mengajak si Kecil bermain lompat katak.
 
3-4 tahun
  • Mengajari si Kecil untuk mengangkat kakinya tinggi-tinggi secara bergantian kiri dan kanan, kemudian melompat sambil Mam memegangi kedua tangannya. Setelah ia terbiasa melompat, coba minta ia melakukannya tanpa memegangi tangan Mam.
  • Menaruh beberapa benda di lantai dan minta si Kecil untuk berlari di antara rintangan tersebut.
  • Mengajari si Kecil untuk melempar bola ringan ke atas.
  • Mengajari si Kecil bermain hulahup.
  • Mengajari si Kecil berenang.
 
4-5 tahun
  • Gambarlah beberapa lingkaran besar di lantai. Minta si Kecil melompat menuju lingkaran tersebut dan berdiri tegak setelah berhasil mencapai lingkaran.
  • Mengajak si Kecil bermain lompat tali.
  • Mengajak si Kecil berjalan di papan keseimbangan.
  • Mengajak si Kecil bermain melompat dengan satu kaki, seperti bermain engklek.
  • Mengajak si Kecil bermain sepak bola atau lempar bola.
  • Mengajak si Kecil berenang.

Perlu dipahami bahwa laju perkembangan setiap anak berbeda-beda ya, Mam. Pastikan Mam memahami betul berbagai aspek perkembangan anak usia dini agar Mam dapat memantau proses tumbuh kembang si Kecil secara tepat. Informasi lengkap mengenai aspek perkembangan anak usia dini dapat Mam baca di artikel Mengenal 4 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini.

Sumber:
  • file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PGTK/196510011998022-ERNAWULAN_SYAODIH/Perkembangan_Anak_Usia_Dini.pdf
  • tabloid-nakita.com/Balita/Perkembangan-Motorik-Kasar-Anak
  • tabloid-nakita.com/Balita/Perkembangan-Dan-Stimulasi-Motorik-Kasar-Anak-3-4-Tahun
  • parenting.co.id/balita/cara+stimulasi+motorik+anak
  • lifestyle.okezone.com/read/2016/10/14/196/1514797/asah-keterampilan-motorik-kasar-anak-dengan-permainan-ini
Diakses pada 28 Desember 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Tumbuh Kembang

9 Cara Kembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak

By: Wyeth Nutrition 2018-01-19 00:43:50 (UTC)
Setiap anak memiliki cara yang unik dalam menyerap informasi. Mam mungkin merasa bingung dengan si Kecil yang lebih cenderung bergerak aktif dan berkesan kurang berkonsentrasi dalam hal pelajaran sekolah. Padahal belum tentu si Kecil tidak memperhatikan materi pelajaran, Mam. Bisa jadi si Kecil termasuk anak yang perkembangannya mengacu pada kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik ditandai dengan kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola obyek. Si Kecil suka berekspresi dalam mimik atau gaya, atletik, menari, kuat, dan terampil dalam motorik halus, koordinasi tangan dan mata, motorik kasar dan daya tahan.

Anak dengan kecerdasan kinestetik lebih cepat bosan dengan gaya belajar yang hanya duduk diam dan mendengarkan pelajaran. Anak dengan kecerdasan kinestetik menyukai gaya belajar dengan menggunakan obyek, melakukan eksperimen dan tugas fisik yang dilakukan secara berulang. Mam bisa mengembangkan kecerdasan kinestetiknya di rumah sehingga bisa memaksimalkan proses belajar si Kecil dengan 9 gaya belajar berikut ini:
  1. Bermain peran dan terlibat bermain dengan si Kecil. Mam bisa bermain sebagai penjual pembeli, atau dokter dan pasien bersama si Kecil. Minta si Kecil menceritakan perasaannya setelah melakukan kegiatan tersebut. 
  2. Latih keseimbangan. Kegiatan menari mampu melatih keseimbangan gerak si Kecil, melatih keselarasan gerak, kekuatan dan kelenturan ototnya. 
  3. Terlibat dengan alam. Dari pada melihat gambar, ajak si Kecil ke kebun rumah dan biarkan ia menyentuh dan melihat langsung jenis tumbuhan yang Mam ingin perkenalkan pada si Kecil. 
  4. Yuk, bikin kelas drama bersama si Kecil! Si Kecil kurang tertarik jika harus duduk dan mendengarkan dongeng, namun akan berbeda ketika Anda memerankannya dengan gerak bersama si Kecil. 
  5. Dukung hobi si Kecil. Libatkan ia dalam kompetisi maupun seni pertunjukan yang juga akan mengasah kepercayaan dirinya. 
  6. Ajak si Kecil dalam kegiatan yang memperbaiki atau membuat sesuatu. Ia akan belajar memecahkan masalah dengan cara belajar yang disukainya. 
  7. Libatkan si Kecil dalam kegiatan ekstrakurikuler. Salurkan kecerdasan kinestetik anak dengan memilih kegiatan yang banyak mengandalkan fisik seperti karate, menari, futsal, basket, dan sebagainya. Kegiatan ini dapat membantu anak bersosialisasi dengan teman sebaya.
  8. Kenalkan konsep bentuk dengan gerak. Si Kecil akan lebih mudah mengenali huruf dengan menggunakan gerakan, begitu juga dengan konsep panjang pendek yang dipraktekan dengan lengan. 
  9. Berikan ruang belajar yang variatif. Bebaskan si Kecil memilih tempat dan gaya belajarnya seperti duduk di karpet, duduk di meja belajar, atau belajar di halaman rumah. 
Perkaya wawasan tentang pengasuhan anak agar Mam dan Pap makin termotivasi dalam mengasuh si Kecil yang makin aktif, dengan berkunjung ke sini

Sumber:

https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/permainan-kinestetik 
http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/gaya+belajar+anak+tipe+kinestetik
http://pauddikmaskalsel.kemdikbud.go.id/index.php/produk-bp-paudni/jurnal-bp-paudni/312-mengoptimalkan-kecerdasan-kinestetik-anak-usia-dini-dengan-brain-gym
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top