Info Nutrisi

Tip Agar Bokong Bayi Selalu Bersih dan Kering

By: RAMONITA BARADJA 2016-12-20 22:29:50 (UTC)
Kulit si Kecil, apalagi yang masih bayi adalah kulit yang paling sensitif dan rentan mengalami iritasi. Di antara seluruh bagian kulitnya, area kelamin dan bokong adalah yang paling sering terkena masalah, seperti ruam popok dan infeksi jamur, karena bagian ini terus menerus terpapar kotoran dan lembap dari air mandi, urin, juga BAB. 

Si Kecil pun biasanya akan rewel saat mengalami ruam, karena terasa perih dan gatal. Bagaimana mencermatinya agar si Kecil tetap nyaman tanpa gangguan ruam popok?
Berikut cara menjaga agar bokong bayi tetap bersih dan kering:

Sering mengganti popok. Tak masalah apakah popok yang Mam pakaikan adalah yang berjenis kain maupun pospak (popok sekali pakai); setiap kali basah karena terkena urin ataupun BAB, segeralah menggantinya dengan yang baru.

Bilas hingga bersih. Setiap kali mengganti popok, sekalah bagian bokong dan kelamin si Kecil dengan menggunakan waslap atau bola kapas yang direndam air hangat, maupun tisu basah khusus untuk bayi. Kalau Mam ingin menggunakan sabun, pilih sabun bayi yang lembut dan bebas wewangian.

Sebelum memakaikan popok, pastikan kulit di area kelamin dan bokong sudah kering tuntas. Jangan menggosoknya dengan handuk, karena bisa menyebabkan iritasi. Keringkan dengan gerakan menepuk lembut.

Perhatikan ukuran popok. Popok yang terlalu sempit bisa menghalangi sirkulasi udara di daerah genital bayi, sehingga rentan menimbulkan ruam maupun infeksi jamur. Selain itu, popok yang kesempitan juga bisa menyebabkan lecet pada bagian paha dan pinggang bayi.

Variasikan penggunaan popok – pospak dan popok kain – untuk menjaga kondisi kulitnya yang sensitif. Ada baiknya, pospak hanya dipakai saat si Kecil tidur malam agar ia tak sering terbangun karena mengompol.

Selalu siap sedia krim anti ruam popok. Oleskan krim anti ruam ini setiap kali berganti popok untuk mencegah iritasi. Formula zinc oxide dan petroleum jelly yang biasanya terkandung dalam krim anti ruam popok membantu menjaga kondisi kulit di sekitar bokong si Kecil agar tidak mudah mengalami ruam.

Bila telanjur terjadi ruam, hindari taburi dengan bedak karena bubuk bedak yang bercampur dengan keringat maupun basah dapat memperburuk kondisi kulitnya. Mam sebaiknya juga mengenali apakah si Kecil mempunyai alergi yang berkaitan dengan pembersih bokong atau popok si Kecil untuk menghindari akibat yang lebih parah. 

Sumber: 
www.ayahbunda.co.id
www.pregnancy.com.au/resources/product-reviews/best-way-to-wash-a-babys-bottom.shtml
Penulis
RAMONITA BARADJA

Ramonita Baradja sudah aktif menulis selama kurang lebih 15 tahun. Sehari-hari selain menghabiskan waktu di depan laptop untuk menulis artikel dan materi publikasi, ibu berputra satu ini juga sedang belajar menggambar, karena bias meningkatkan mood positif dan membuat nya lebih kreatif. Saat libur adalah saat nya jalan-jalan atau menonton film bersama-bersama buah hatinya, Farrell (9 tahun).

Info Nutrisi

5 Jenis Ikan yang Aman Untuk MPASI

By: Wyeth Nutrition 2017-12-06 08:50:36 (UTC)
Masuk usia 6 bulan, bayi harus memulai tahapan barunya dalam hal makan. Makanan yang lebih padat dari pada susu ini akan membantu bayi mencukupi kebutuhan gizinya yang kian bertambah banyak. ASI memang masih dapat memberikan energi pada bayi, namun, saat ini bayi juga membutuhkan zat gizi lain yang jumlahnya kian meningkat. Sama seperti makanan orang dewasa, MPASI atau makanan pendamping ASI juga sebaiknya disajikan dengan makanan yang bervariasi. Hanya saja teksturnya dibuat lebih halus.

MPASI yang bervariasi harus mencakup semua zat gizi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Salah satu sumber protein yang dapat dikenalkan pada bayi adalah ikan. Meskipun menjadi salah satu bahan makanan yang tergolong sebagai makanan alergen (makanan penyebab alergi), namun ikan tetap dapat dikenalkan pada bayi. Untuk melihat reaksi alergi, Anda dapat menerapkan aturan tunggu dan lihat (wait and see). Namun, jika Anda masih ragu, Anda dapat mengunjungi dokter terlebih dahulu untuk berkonsultasi tentang hal ini. 

BIla lampu hijau sudah didapat, Mam dapat mencoba ikan sebagai salah satu bahan MPASI. Beri jeda satu hingga dua hari untuk mencoba jenis ikan tertentu sebelum berganti ke jenis yang lain. Karena, pemicu alergi membutuhkan waktu untuk memperlihatkan gejalanya. Jika terburu-buru diganti, Mam akan kesulitan menerka jenis ikan yang mana yang menyebabkan alergi.

Tak perlu bingung memilih jenis ikan apa saja yang bisa dikenalkan pada bayi. Berikut beberapa jenis ikan yang bisa Anda kenalkan menurut saran dari Bebby Astrika SGz

1. Salmon
Kandungan omega 3 pada ikan salmon memang tak diragukan lagi. Zat gizi ini sangat  berguna untuk tumbuh kembang bayi. Memberikan satu porsi salmon pada bayi sudah memenuhi hampir 80% kebutuhan proteinnya. 

2. Gindara
Tekstur ikan gindara yang cukup lembut membuatnya cocok untuk dijadikan bahan MPASI.  Mam bisa membeli ikan ini  dalam bentuk fillet untuk memudahkan memasak. Kandungan asam lemak omega 3 ikan ini tak jauh berbeda dengan salmon. Ditambah lagi, ikan gindara juga mengandung asam lemak omega 6 yang penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

3. Kakap
Salah satu jenis ikan kakap yang favorit adalah ikan kakap merah. Pengolahannya dapat  dikukus atau dicampurkan ke dalam bubur beras merah saring. Keunggulannya, selain tidak berduri halus, daging kakap juga cukup tebal. Tiap kali memasak, gunakan 50 gram kakap untuk bisa memenuhi kebutuhan protein bayi sebanyak 10 gram.

4. Gurame
Ikan air tawar juga mengandung banyak zat gizi. Sekali pembuatan MPASI (50 gram), bayi akan mendapatkan protein dari ikan ini sebanyak 9 gram. Gurame memiliki tekstur yang kenyal dan tak terlalu banyak duri, sehingga mudah diolah sebagai bahan MPASI.

5. Kembung
Salah satu ikan yang banyak direkomendasikan oleh ahli gizi dan dokter anak untuk MPASI adalah ikan kembung. Pasalnya, tidak berbeda jauh dari ikan salmon, ikan kembung juga kaya akan kandungan DHA, asam lemak omega-3 yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil. Bahkan kandungan Omega-3 ikan kembung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ikan salmon, yaitu mencapai 2,6 gram per 1 ons, sementara salmon hanya 1,6 gram.

Variasikan pemberian ikan dengan bahan makanan lain seperti beras, tempe, atau sayuran agar bayi mendapatkan zat gizi yang cukup. Cek juga kesegaran ikan sebelum membeli untuk memastikan ikan tersebut masih layak dimakan.


Sumber: 
http://mommiesdaily.com/2017/04/14/bahan-makanan-yang-perlu-dihindari-untuk-mpasi/ - ( Tanggal akses: 24 September 2017, 15:30)
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top