Tips Antipanik Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Selasa, 14 November 2017, 15:08 WIB0 Shares
Setelah melahirkan bayi pertama, new mom biasanya mengalami jetlag saat harus mengasuh si Kecil pertama kalinya. Duh, rasanya deg-degan banget. Khawatir tidak mampu, cemas kalau sampai ada yang salah dalam cara merawat bayi, sampai takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, banyak new mom yang biasanya menggunakan jasa baby sitter untuk membantu. Padahal, sebenarnya cara merawat bayi baru lahir tidak sulit, asal tahu caranya.

Apa saja yang perlu dipersiapkan?

Pada dasarnya, newborn pada awal-awal kehidupannya hanya akan melakukan tiga hal; eat, sleep, pup and repeat. Kalo mengantuk si Kecil minta bobo, kalau haus minta nenen, kalau kenyang nggak lama pipis dan pup, terus berulang seperti itu. Tentu saja, dengan diselingi menangis dan bersendawa.

Memandikan Bayi

Memandikan bayi itu nggak sulit, lho. Awalnya saya juga takut banget memandikan bayi. Namun, saya punya trik yang gampang banget dilakukan. Prinsipnya, gunakan air bersih dengan suhu yang disukai si Kecil, yaitu suam-suam kuku, dalam ember. Ember yang digunakan sebaiknya khusus untuk bayi.

Banyak Mam yang langsung memandikan bayinya dalam ember. Namun, saya lebih suka menggunakan baby bather karena lebih praktis dan sangat mudah. Letakkan si Kecil di atas baby bather kemudian bersihkan dengan washlap. Bagian-bagian yang harus dibersihkan yaitu, telinga, hidung, kemaluan, dan lipatan-lipatan kulit seperti leher, siku, dan lipatan paha, serta kepala.

Gunakan sabun khusus bayi yang head to toe wash supaya praktis. Setelah semua tersabuni, basuh dulu sedikit dengan air hangat. Setelah semua sisa sabun hilang, masukkan si Kecil ke ember. Sambil berendam, si Kecil bisa sambil bermain bersama Mam. Si Kecil pasti senang sekali berendam dalam air hangat sambil Mam basuh dan pijat ringan tubuhnya.

Mam harus ingat, memandikan harus dilakukan saat si Kecil dalam kondisi terjaga. Jangan memandikan si Kecil saat sedang tidur ya, Mam. Setelah itu, segera keringkan si Kecil  dengan handuk lembut. Pastikan semua lipatan kulitnya kering agar tidak tumbuh jamur dan berbau tidak sedap.

Menyusui
 

Nah, menyusui sering menjadi momok bagi new mom karena banyak banget faktor yang memengaruhi suksesnya proses menyusui. Menurut anjuran WHO, sebaiknya si Kecil mendapatkan ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan. Tips dari saya:

Saat hamil, baca sebanyak mungkin teori per-ASI-an. Jangan lupa rajin membersihkan payudara saat hamil. Ini agar aerola tempat ASI nantinya keluar tidak tersumbat lemak-lemak atau kotoran yang ada. Membersihkannya cukup dengan kapas lembut saat Mam mandi.

Setidaknya ada dua hormon yang sangat berperan dalam pemberian ASI, yaitu prolaktin untuk memproduksi ASI dan oksitosin untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Agar produksi ASI bagus, asupan makan Mam juga harus bergizi dan jumlahnya terpenuhi. Jadi usakan tidak menahan makan supaya cepat langsing ya, Mam. Makanlah sewajarnya. Tenang saja, karena nanti makanannya terkonversi ke ASI kok, jadi nggak perlu takut gemuk.

Setelah produksi ASI oke, agar keluarnya juga oke, Mam harus rileks dan tenang. Ingat ya Mam, saat si Kecil baru lahir masih membawa cadangan makanan dari rahim. Jadi, kalau ASI Mam tidak langsung keluar, jangan panik dan jangan buru-buru memberi makanan lain selain ASI. Tetap lekatkan si Kecil ke payudara minimal dua jam sekali atau kapan pun ia menghendaki.

Setelah si Kecil kenyang, sendawakan dengan cara menopang pada posisi berdiri sehingga dagunya berada pada pundak Mam. Sangga badan si Kecil dan tepuk-tepuk ringan punggungnya sampai udara keluar dari mulutnya, ditandai dengan suara sendawa. Hal ini untuk mencegah si Kecil kembung.

Pup dan Pipis

Saat si Kecil baru lahir, kerjannya ya, pup dan pipis. Ini indikator kecukupan ASI. Pada hari-hari pertama, si Kecil akan pup dan pipis sekali sehari. Frekuensinya akan meningkat seiring jumlah ASI yang diminum si Kecil.

Awal-awal pup, warna fesesnya adalah hitam. Ini namanya mekonikum, jadi jangan takut, Mam. Selanjutnya, feses si Kecil akan bertekstur lembek atau berupa butiran-butiran menyerupai biji-bijian.
Cara praktis membersihkan kotoran bayi:

Sediakan kapas bulat di kamar. Sediakan juga air bersih dalam wadah yang tidak mudah tumpah. Ini agar Mam tidak perlu bolak-balik ke kamar mandi.

Saat bayi pup, basahi kapas bulat dengan air bersih, seka kotoran dari kemaluan menuju dubur (jangan sebaliknya). Kapas yang telah kotor jangan dicelup kembali ke air, tapi buang dan ganti kapas 2-3 kali sehingga kotoran bayi bersih dan air yang disediakan juga tetap bersih. Gunakan popok yang lembut dan ganti sesering mungkin.

Istirahat

Saat baru lahir, si Kecil biasanya tidur hingga 16 jam sehari. Beruntung, bayi saya tipe yang cukup mudah ditidurkan, yakni setelah kenyang menyusui. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
Pastikan bayi telah kenyang sebelum tertidur. Ciri bayi yang kenyang adalah badan dan ekspresi wajahnya terlihat tenang dan rileks, kedua tangannya terbuka atau tidak dalam posisi mengepal. 
Jika si Kecil rewel, coba tenangkan dengan meniru kondisi bayi di dalam rahim, misalnya dengan membuatnya merasa hangat seperti dibedong, atau mengayunkannya sejenak. Keduanya dapat memberinya efek menenangkan.

Sediakan tempat tidur/boks yang nyaman dilengkapi kelambu. Hindari meletakkan terlalu banyak aksesori seperti boneka besar. Hal ini berbahaya untuk si Kecil yang baru lahir, Mam.
Jika Mam terbiasa memperdengarkan musik kepada si Kecil sejak dalam kandungan, Mam bisa menjadikannya musik pengiring tidur, lho. Rekomendasi saya, perdengarkan musik Lullaby karena enak banget dan bisa membuat Mam juga mengantuk.

Salah satu hal yang saya pelajari dalam cara merawat bayi baru lahir, terlebih sebagai Mam baru, adalah agar mempercayai insting dan rasa percaya diri. Beberapa minggu pertama mungkin akan melelahkan. Namun, begitu Mam melihat senyum pertama si Kecil dan melihatnya selalu menjadi anak sehat, semua rasa lelah itu akan hilang. Selamat merawat si Kecil, Mam.

Source:
  • parents.com/baby/care/newborn/newborn-tips- first-30- days/
  • bidanku.com/mengenali-pola- buang-air- besar-pada- bayi

0 Komentar

Artikel Terkait

Cara Mengasuh

Berbagi Tugas, Harus Itu!

Baca selengkapnya

Cara Mengasuh

Tip Aman Menggunting Rambut Bayi

Baca selengkapnya

Cara Mengasuh

Hindari Stres Mam… (Happy Mam, Happy Baby)

Baca selengkapnya
Hubungi Kami
Hubungi KamiHubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top