Kesehatan

Tips Merawat Kulit Saat Hamil

By: Alia An Dhiva 2017-04-13 12:06:55
Sepanjang kehamilan, Mam akan mengalami sejumlah keluhan pada kulit. Biasanya, keluhan akan bertambah banyak seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Apa saja keluhan umum pada kulit yang mungkin akan dialami Mam selama masa kehamilan? Dan, bagaimana cara mengatasinya, ya?
 
Stretch Mark
Menurut American Academy of Dermatology, sekitar 90% ibu hamil akan memiliki stretch mark pada saat usia kehamilannya memasuki bulan ke-6 atau ke-7. Selain di perut, guratan berupa garis merah ini juga bisa muncul di sekitar bokong, paha, dan payudara. Stretch mark muncul akibat perut Mam membesar sepanjang kehamilan, sehingga jaringan kolagen kulit meregang. Perubahan kolagen ini tidak dapat kembali seperti semula. Terkadang, munculnya stretch mark juga disertai dengan gatal-gatal. Stretch mark di tubuh Mam akan memudar setelah si Kecil dilahirkan, namun, guratan tersebut tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.
 

Tips: Untuk memudarkan stretch mark, Mam dapat mengolesi area kulit tempat timbulnya stretch mark dengan losion atau krim yang mengandung aloe vera dan vitamin E secara rutin. Langkah ini juga baik untuk menjaga kelembapan kulit, sehingga Mam terhindar dari gatal-gatal.
 
Hiperpigmentasi
Michele S. Green, MD, ahli dermatologi dari New York, Amerika Serikat, menjelaskan, hiperpigmentasi adalah warna kulit yang menjadi lebih gelap akibat peningkatan pigmen melanin. Perubahan warna ini biasanya terjadi pada wajah, areola payudara, ketiak, vagina, paha, dan pusar. Hiperpigmentasi akan terlihat lebih nyata pada Mam yang berkulit gelap, serta yang sebelum hamil menggunakan kontrasepsi hormonal.
 
Tips: Lindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung. Setiap kali berada di luar ruangan, olesi kulit dengan tabir surya dengan spektrum perlindungan luas (anti UV-A dan UV-B).
 
Varises
Varises muncul akibat pengaruh hormon progesteron yang menyebabkan pembuluh darah di tubuh Mam melebar dan membengkak. Varises tidak hanya muncul di kaki, tetapi bisa juga pada gusi atau vagina. Mam mungkin akan menyadari kemunculan varises pada saat usia kehamilan memasuki trimester kedua.
 
Tips: Agar sirkulasi darah semasa hamil tetap lancar, Mam perlu rajin berolahraga. Cukup lakukan aktivitas fisik selama kurang lebih 30 menit setiap hari. Mam dapat mengetahui beragam manfaat olahraga selama hamil di sini. Dengan berolahraga, Mam akan mencegah berat badan naik terlalu banyak. Kenaikan berat badan secara berlebihan saat hamil juga dapat memicu munculnya varises.

Jerawat
Kehamilan turut meningkatkan produksi hormon androgen di tubuh Mam. Hormon ini kemudian merangsang kulit untuk menghasilkan lebih banyak minyak yang disebut sebum. Bila sebum bercampur dengan sel-sel kulit mati, maka timbullah jerawat. Bila kulit Mam tergolong mudah berjerawat sejak sebelum hamil, kemungkinan besar masalah ini akan memburuk sepanjang kehamilan.
 
Tips: Jaga kebersihan wajah dengan mencucinya dua kali sehari menggunakan pembersih wajah yang ringan dan lembut. Hindari memencet jerawat agar tidak membuatnya lebih parah ya, Mam. Bila ingin menggunakan obat jerawat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau dokter kulit.
 
Linea Nigra
Setiap ibu hamil pasti memiliki garis hitam memanjang di perutnya. Garis yang terletak tepat di tengah perut dan memanjang dari ujung tulang kemaluan hingga di bawah tulang dada ini disebut linea nigra. Garis ini biasanya mulai terlihat jelas pada saat usia kehamilan Mam memasuki bulan ke-4 atau ke-5. Mam tidak memerlukan perawatan khusus untuk mengatasinya karena usai melahirkan, garis ini akan hilang dengan sendirinya secara bertahap.
 
Secara umum, masalah yang muncul pada kulit Mam semasa hamil tidak berbahaya, kok. Meski kini tengah berbedan dua, tetap lakukan berbagai perawatan kulit untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya ya, Mam.


Sumber:
  • acog.org/~/media/For%20Patients/faq169.pdf
  • webmd.com/baby/features/stretch-marks#1
  • tabloid-nakita.com/Kehamilan/Aneka-Masalah-Kulit-Saat-Hamil
  • alodokter.com/cara-aman-mengatasi-jerawat-saat-hamil
  • tabloid-nakita.com/Kehamilan/6-Cara-Mencegah-Varises-Saat-Hamil
  • motherandbaby.co.id/article/2015/4/5/3959/Hiperpigmentasi-Saat-Hamil-Bisa-Hilang
Diakses pada 27 Desember 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Keluar Flek Cokelat saat Hamil Muda? Begini Cara Tepat Penanganannya

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 13:55:43
Masa kehamilan tentu menjadi salah satu masa membahagiakan bagi Mam dan Pap. Meski dipenuhi suka dan duka, bayang-bayang akan segera hadirnya si Kecil tentunya membuat bahagia.

Apa yang terjadi jika Mam mengalami flek saat trimester pertama? Tentu ada timbul rasa cemas dalam benak Mam dan Pap. Khawatir flek cokelat yang keluar saat hamil muda adalah tanda-tanda keguguran.
 

Flek Cokelat saat Hamil Muda

Cemas saat mendapati flek cokelat saat hamil muda adalah hal wajar, Mam. Kendati demikian, sebaiknya Mam tetap berusaha tenang. Usahakan jangan panik demi kebaikan si Kecil. Langsung menghubungi dokter kandungan adalah langkah yang baik. Namun, ternyata tidak semua flek merupakan tanda bahaya pada kehamilan loh, Mam. ada baiknya Mam dan Pap juga mengetahui apa saja penyebab terjadinya flek cokelat saat hamil muda.
 

Penyebab Flek Cokelat Saat Hamil

Ada berbagai penyebab keluarnya flek cokelat saat hamil yang sebaiknya Mam dan Pap ketahui. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Berhubungan Intim
Saat hamil, volume darah dalam tubuh Mam meningkat. Ketika Mam dan Pap melakukan hubungan intim, terjadi penekanan pada serviks. Risiko adalah akan terjadi iritasi dan akhirnya timbul flek cokelat.

Sebetulnya iritasi tidak hanya terjadi saat berhubungan intim saja. Saat dilakukan pemeriksaan rutin atau terjadi infeksi juga bisa menyebabkan timbulnya flek cokelat. Itu karena kondisi serviks saat hamil lebih lembut dan sensitif sehingga ketika terjadi iritasi akan mudah mengeluarkan darah.

2. Proses Implantasi
Flek yang dialami Mam juga bisa menandakan sedang terjadi proses implantasi. Itu artinya embrio yang sudah dibuahi sedang menempel di leher rahim Mam. Proses implantasi menjadi sangat penting untuk tahap berikutnya. Bila proses ini tidak terjadi dengan baik akan berisiko terhadap perkembangan janin.

Saat terjadi proses implantasi, Mam mungkin akan mengalami flek atau merasa sedikit kram. Ini sebetulnya hal yang normal pada proses ini. Flek yang keluar pun bisa memiliki tiga warna yang berbeda, bisa berupa bercak berwarna merah, cokelat, bahkan hitam.

Flek warna hitam memang lebih jarang ditemui. Namun, ini bisa saja terjadi karena pengaruh alat KB atau kondisi rahim. Semuanya ini normal Mam, selama tidak terjadi pendarahan dalam jumlah banyak. Ketika bercak berwarna hitam, pastikan juga darah yang keluar bukan berupa gumpalan.

3. Hamil Ektopik
Bila proses Implantasi tidak terjadi sempurna, hamil ektopik bisa saja terjadi. Embrio yang sudah dibuahi seharusnya menempel pada dinding rahim. Namun, karena ada masalah tertentu, embrio malah tetap menetap di tuba falopi atau organ lain. Karena itu, hamil ektopik juga sering disebut dengan istilah hamil di luar kandungan.

Sebaiknya Mam segera memeriksakan kondisi ini ke dokter kandungan untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Kehamilan ektopik memang membutuhkan penanganan darurat. Bila tidak segera ditangani, bisa mengakibatkan terjadinya komplikasi lain yang lebih berat.

4. Hamil Anggur
Hamil anggur atau hamil molar adalah proses kehamilan yang gagal. Mam akan merasakan ciri-ciri seperti hamil, tetapi sebenarnya tidak ada janin yang terbentuk. Itu karena tumbuhnya jaringan abnormal saat pembuahan. Mam yang mengalami hamil anggur juga harus segera ditangani. Bila tidak, kondisi ini dapat berisiko berkembangnya menjadi sel kanker.

5. Polip Serviks
Meningkatnya kadar estrogen saat hamil juga bisa menimbulkan polip serviks. Umumnya Mam tidak perlu khawatir bila mengalami polip serviks. Bila tidak ada indikasi lain yang mengkhawatirkan, polip bisa hilang dengan sendirinya saat melahirkan.

Jika Mam memiliki gejala polip serviks, sebaiknya memang mulai mengurangi beberapa aktivitas yang mengakibatkan gesekan terhadap polip. Salah satu aktivitas yang sebaiknya dikurangi adalah berhubungan intim. Ini karena tekanan pada serviks serta kondisinya yang sensitif akan memicu keluarnya pendarahan.

6. Kelainan Plasenta
Plasenta memiliki peran penting selama masa kehamilan. Plasenta menjadi penghubung antara Mam dan si Kecil yang berada dalam kandungan. Nutrisi yang dikonsumsi Mam akan disalurkan melalui plasenta kepada si Kecil. Begitu juga dengan oksigen.

Plasenta yang normal seharusnya menempel di bagian atas dinding rahim. Namun, dalam beberapa kasus ada kelainan plasenta yang menutupi jalan lahir (plasenta previa). Kelainan ini bisa diketahui melalui pemeriksaan fisik dan USG oleh bidan atau dokter kandungan.

Bila Mam mengalami plasenta previa, dokter akan memberikan beberapa larangan seperti tidak melakukan aktivitas berat atau berhubungan intim untuk menghindari pendarahan. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga bisa mengharuskan bed rest. Biasanya ibu hamil yang mengalami plasenta previa disarankan untuk melahirkan dengan cara operasi Caesar.

7. Keguguran
Pada kehamilan muda, biasanya keguguran terjadi karena janin tidak bertumbuh kembang dengan semestinya. Ini mungkin karena fungsi plasenta yang tidak berjalan baik atau terjadi masalah pada kromosom si Kecil.
 

Langkah Penanganan saat Keluar Flek Cokelat


1. Berusaha Tetap Tenang
Keluar flek memang bisa membuat cemas. Apalagi, bagi Mam yang baru pertama kali hamil atau memiliki riwayat kehamilan berisiko. Ketika flek muncul, tetaplah berusaha tenang. Pap bisa ikut andil agar Mam tidak menjadi panik. Ini karena keluarnya flek cokelat saat hamil muda tidak selalu menjadi pertanda adanya sesuatu yang berbahaya.

Flek cokelat di awal kehamilan banyak dialami ibu hamil. Membedakan apakah flek tersebut normal atau abnormal bisa dilihat dari warna darah yang keluar. Flek yang abnormal biasanya berwarna merah segar. Volume flek normal juga biasanya hanya sedikit.

Kebalikannya, flek abnormal akan keluar dalam volume yang banyak. Meski keluar sedikit, tetapi terus-menerus juga harus mulai diwaspadai. Flek yang abnormal juga akan diikuti gejala lain misalnya kram pada bagian perut. Bila hal ini terjadi, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

2. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Ketika Mam mulai merasakan gejala kehamilan, bisa juga dari hasil tes kehamilan, saatnya melakukan pemeriksaan rutin. Bidan atau dokter akan memantau kesehatan Mam selama masa kehamilan.

Melakukan pemeriksaan rutin bisa membantu Mam dan Pap mengetahui tahapan perkembangan janin serta kesehatan kehamilan Mam.

3. Banyak Istirahat dan Hindari Aktivitas Berat
Saat sedang hamil, Mam akan lebih mudah lelah. Dalam keadaan hamil yang sehat pun sebaiknya Mam mengurangi aktivitas berat. Bila sampai harus bed rest, Mam harus mematuhinya demi kebaikan Mam dan si Kecil dalam kandungan.

4. Hindari Stres
Sebetulnya stres tidak berisiko menyebabkan keguguran. Namun, jika Mam mengalami stres artinya ada gangguan psikologis. Gangguan ini akan dikhawatirkan membuat kondisi Mam terganggu, misalnya jadi kurang beristirahat atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Ini juga bisa berakibat mengganggu tumbuh kembang si Kecil dan kemudian keluar flek.

Setelah mengetahui penyebab dan penanganan keluarnya flek cokelat, Mam dan Pap kini lebih tenang menjalani kehamilan, kan? Perhatikan juga konsumsi makanan ya, Mam. Hamil bukan berarti porsi makan menjadi dobel. Namun, tetap mengacu pada pola makan gizi seimbang agar selama kehamilan Mam tetap sehat dan si Kecil bisa tumbuh dengan baik.
 
Source:
webmd.com/baby/guide/bleeding-during-pregnancy#1
babycentre.co.uk/a3081/vaginal-spotting-or-bleeding-in-early-pregnancy
medicinenet.com/pregnancy_bleeding_during_the_first_trimester/article.htm#what_are_other_common_causes_of_bleeding_during_the_first_trimester_of_pregnancy
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top