Kesehatan

Yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil Usia di atas 35 Tahun

By: Windi Teguh 2018-01-17 02:48:38 (UTC)
Terkadang kita tidak tahu kapan datangnya kehamilan. Bisa saja kehadiran si Kecil justru saat Mam sudah berusia di atas 35 tahun. Hamil di usia ini sah-sah saja, tapi Mam perlu membuat program hamil dengan ekstra hati-hati. Ini karena ada risiko kehamilan yang Mam harus ketahui dan waspadai. 

Memahami risiko yang mungkin terjadi akan membaut Mam lebih waspada. Ini juga membuat Mam dapat mengambil langkah-langkah preventif agar kehamilan tetap sehat dan menyenangkan.

Beberapa risiko kehamilan yang harus mam ketahui:

Conception blues 

Stress saat kehamilan rentan melanda Mam yang hamil setelah usia 35 tahun yang disebut conception blues. Di usia tersebut umumnya pasutri sudah mencoba berbagai cara untuk menghadirkan si Kecil. Ekspektasi yang tinggi bisa menimbulkan kekecewaan jika gagal.

Abnormalitas kondisi genetis 

Kehamilan di usia lanjut berisiko menyebabkan abnormalitas kondisi genetis terhadap si Kecil. Semakin tua usia seorang wanita, sel telurnya juga akan menua dan bisa menyebabkan pembelahan diri yang tidak sempurna. Hal paling umum terjadi adalah down syndrome, yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi jantung serta berbagai organ lain.

Keguguran
 
Wanita yang berusia di atas 35 tahun berisiko mengalami keguguran. Hal ini terjadi karena  abnormalitas kromosom yang dapat menyebabkan fetus berguguran secara spontan.  Abnormalitas kromosom sangat mungkin terjadi jika Mam berusia di atas 35 tahun. Jika Mam merencanakan program hamil, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.


Diabetes kehamilan atau tingginya kadar gula dalam darah (Diabetes Gestasional)

Penyakit ini muncul karena perubahan hormonal dalam tubuh yang menyebabkan kegagalan  menoleransi glukosa. Akibatnya adalah tingginya kadar glukosa dalam darah  selama kehamilan. Diabetes gestasional yang tidak diobati dapat menyebabkan bayi tumbuh lebih besar dan akan mempersulit proses kelahiran.

Praeeklampsia dan eklampsia atau tekanan darah tinggi 

Kehamilan usia lanjut berisiko lebih besar terkena praeklampsia. Hal ini bisa jadi karena Mam memiliki diabetes atau tekanan darah tinggi sebelum hamil. Praeklampsia adalah komplikasi serius yang menyebabkan darah tinggi, pembengkakan pada wajah dan tangan, serta adanya protein pada urin.

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf dan kejang, stroke, serta komplikasi serius lainnya. Kondisi ini bisa jadi sangat berbahaya bagi si Kecil karena dapat mengurangi aliran darah dan nutrisi kepada janin melalui plasenta. 

Komplikasi plasenta menyebabkan pendarahan serius
 
Komplikasi plasenta cenderung terjadi lebih sering seiring bertambahnya usia. Hal yang  paling sering terjadi karena komplikasi ini adalah placenta previa. Dalam kasus ini,  plasenta menempel di bagian bawah rahim sehingga berpotensi menutupi jalan lahir. Hal  ini bisa menyebabkan pendarahan serius saat kelahiran yang berbahaya bagi Mam dan si Kecil. 

Lebih besar kemungkinan terjadi operasi caesar

Wanita yang sudah berusia lanjut cenderung lebih mudah mengalami tahapan persalinan  yang lebih lama. Ini karena serviks mungkin tidak dapat melebar dengan mudah dan dapat  menyebabkan fetal distress atau gejala gawat janin. Hal ini meningkatkan kemungkinan  penggunaan metode bantu kehamilan seperti foceps atau kelahiran normal dengan bantuan vacuum, atau bahkan dengan operasi caesar. Kemungkinan stillbirth atau kematian bayi di dalam kandungan juga lebih tinggi. 

Kelahiran lebih dari satu
 
Kemungkinan untuk memiliki anak kembar atau bahkan kembar tiga akan menjadi lebih  tinggi pada kehamilan usia lanjut, meski tidak menggunakan penambah kesuburan.  Bagi Mam yang ingin hamil tapi usia sudah di atas 35 tahun, harus memperhatikan risiko-risiko potensial ini. Walau banyak kasus kehamilan usia senja yang baik-baik saja, penting untuk mempersiapkan program hamil yang tepat dan pencegahanannya.

SOURCE
https://www.starthealthystayhealthy.in/risks-getting-pregnant-late
Penulis
Windi Teguh

Seorang ibu dari dua orang putri yang sehari-harinya bekerja di sebuah bank BUMN. Kini tinggal di Medan dan banyak menulis blog tentang pekerjaannya sebagai seorang bankir, kuliner Medan, lifestyle, dan tentu saja seputar dunia parenting.

Kesehatan

Ini Tanda-tanda Mam Sedang Hamil Anak Kembar

By: Wyeth Nutrition 2018-07-09 00:54:44 (UTC)
Tahukah Mam? Kehamilan kembar terbagi ke dalam dua golongan, kembar identik dan kembar tidak identik (fraternal). Merencanakan bayi kembar dapat dilakukan secara natural atau melalui program bayi tabung (in vitro fertilization atau IVF).
Bayi kembar  identik berasal dari satu buah sel telur yang dibuahi satu sel sperma. Telur yang sudah dibuahi ini kemudian membelah menjadi dua atau lebih, menghasilkan dua atau lebih janin dengan DNA, golongan darah, dan karakteristik fisik serupa. Bayi kembar identik juga berbagi satu plasenta, tapi tumbuh dalam ketuban berbeda. Meski begitu, kembar identik tidak diturunkan dalam keluarga ataupun dipengaruhi usia, etnis, serta umur.
Kembar fraternal berkembang dari dua sel telur dan dua sel sperma yang berbeda. Kedua bayi tidak berbagi plasenta dan biasanya tidak memiliki kemiripan layaknya kembar identik. Angka kejadian kembar fraternal jauh lebih banyak dibandingkan kembar identik.
Nah, bagi Mam yang kini sedang berbadan dua, apakah Mam dapat merasakan berapa jumlah bayi yang berada dalam rahim Mam? Biasanya sih, tidak. Kehamilan kembar umumnya baru dapat diketahui dan dikonfirmasi setelah ibu hamil melakukan pemeriksaan USG pada trimester pertama.
Beberapa tanda penting yang menunjukkan Mam mengandung lebih dari satu bayi:
  • Berat badan naik pesat pada trimester pertama kehamilan
    Biasanya, kenaikan berat badan pada ibu hamil anak kembar lebih tinggi dari rata-rata ibu dengan kehamilan tunggal.
  • Ukuran kandungan tergolong besar bila dicocokkan dengan usia kehamilan
    Hal ini dapat diketahui sejak pemeriksaan pertama. Misalnya, melalui pemeriksaan, dokter mengatakan usia kehamilan Mam memasuki 8 minggu. Namun, secara kasat mata, kehamilan Mam seperti sudah berusia 10-12 minggu. Ketinggian kandungan ibu dengan bayi kembar juga melebihi umumnya, bisa mencapai 48 cm.
  • Kadar HCG naik dengan cepat
    HCG atau Human Chorionic Gonadotrophin menghasilkan telur yang dibuahi. Hormon ini diperlukan untuk menjaga kehamilan sampai plasenta berkembang. Pada kehamilan dengan satu bayi, HCG naik dengan cepat pada minggu pertama kehamilan, dan akan berlipat ganda setiap 2 atau 3 hari. Kadar HCG menjadi lebih tinggi pada kehamilan kembar.
  • Terdengar dua denyut jantung
    Pada akhir trimester pertama, dokter dapat mendeteksi adanya dua denyut jantung yang berbeda menggunakan alat Doppler. Hal ini sekaligus mengonfirmasi terdapat dua janin dalam kandungan Mam.
Perlu Mam ketahui, kehamilan kembar lebih berisiko dibandingkan kehamilan tunggal. Selain itu, kebanyakan kehamilan kembar berujung pada persalinan sesar. Lakukan langkah-langkah aman untuk menjaga kehamilan Mam agar terbebas dari komplikasi seperti preeklampsia, plasenta previa, dan diabetes gestasional. Penuhi juga kebutuhan nutrisi Mam dan janin selama hamil dengan mengonsumsi makanan bergizi.
 
Source:
babycenter.com/0_when-and-how-to-find-out-if-youre-carrying-twins-or-more_3579.bc
nakita.grid.id/read/025024/ini-dia-8-tanda-kehamilan-kembar-yang-bikin-ibu-penasaran
americanpregnancy.org/multiples/symptoms-of-multiple-pregnancy/
hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/faktor-yang-mempengaruhi-kehamilan-kembar/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top